
Dengan memelas. Akhirnya bintang di ijinkan untuk pulang kampung walau hati Mutia sangatlah berat untuk mengatakan kalau dia masih sangat membutuhkan bintang.
" Terima kasih mbak.. Haduh makin sayang deh sama mbak. "
" Nggak usah senang dulu. Mbak hanya mengijinkan satu Minggu saja untuk kamu pulang kampung. "
" Oke mbak. Jangan lama-lama. Karena merindukanmu sangat berat sekali untukku. "
: Bahkan beberapa hari ini aku menjauhi mu karena ingin melupakanmu mbak. Tapi... Kembali dalam situasi yang sama. Hatiku hanya bisa berdebar oleh mu mbak. Canda tawa semua yang melekat pada dirimu merupakan magnet untukku.
" Jangan terus menggombal. Lebih baik kita ke meja makan saja. Kasihan dari tadi mereka sudah menunggu kepulangan mu ke rumah. "
" Oh iya ... Mbak kalau mau tersipu malu di depanku juga nggak apa lho mbak? Tandanya mbak mulai ada rasa sama aku. " Bintang mengacir duluan.
Dimeja makan. Sudah nampak makanan yang banyak sekali tersaji di sana. Bahkan kedua balita yang masih suka berebut mainan terlihat cemberut disana.
" Halo anak-anak Daddy.. "
" Daddy.. Princess Zhalina ngambek ! "
: Ada ya ngambek pakai bilang-bilang dulu begini .. Ih gemesin banget sih...
Ingin sekali bintang menguyel-menguyel Zhalina seperti jaman mereka baru bisa duduk dan merangkak bahkan jalan pun mereka alias Mutia dan bintang yang turut andil. Arman? Jangan di tanya, menengok anak-anaknya saja tidak pernah. Entah kemana hilangnya dia seperti seseorang di tekan bumi. Kabar dari Dewa, Arman masih berfokus kan kepada penyembuhan Wina yang kabarnya sebentar lagi Wina bisa sembuh tinggal memulihkan bekas di wajah serta rasa bersalah yang suka mengganjal. Begitulah informasi yang dewa dapat dari Arman selaku suami Wina.
__ADS_1
" Wah putri Cinderella nya Daddy ngambek? Berarti nggak jadi dong... "
" Nggak jadi apa dad? " Tanya Zhafran yang saat ini tengah penasaran.
" Haih.. Nanti-nanti! ! Dad, bisa duduk nggak? " Dengan garpu sudah menancap di piring dengan tangan yang menggenggam erat.
: Tatapannya sudah kaya Sumanto aja. Kelaparan makan daging orang pun jadi.
Menggelengkan kepala mengalihkan pikirannya agar tidak mengacau. " Daddy.. Sini. " Ujar gadis berambut ikal itu.
" Kenapa My princess? "
" Cepatlah duduk Dad, jangan sampai mommy marah kepadamu dad. "
Bintang duduk di sebelah Al dan El.
" Princess ibu, sekarang pimpin doa. Ibu mau lihat bagaimana kepintaran otakmu saat ini? Apakah masih mengingat apa saja yang diajarkan di sekolah. "
" Yes mom. "
El membaca doa dengan khusyuk.
" Alhamdulillah.. Putri Daddy sudah semakin lancar dan benar membacanya. "
__ADS_1
" Yes dad, ini semua berkat Daddy. Daddy yang selalu mengajarkan aku untuk mengaji bersama. Dan aku, sudah mulai terbiasa. "
" Alhamdulillah. "
: Terima kasih banyak ya Allah. Engkau memang mengerti kehendak ku. Semoga bintang adalah orang yang tepat sebagai penjaga anak-anak. Eh salah.. Daddy sesungguhnya untuk anak-anakku. Yang selama ini aku menolaknya.
" Al, kamu mau ibu ambilkan apa? "
" Ayam Kentucky sama sayur saja mom. "
Setelah mengambilkan nasi beserta lauknya.
" Sekarang El. Kamu ingin makan apa nak? "
" El mau ... Ikan dong mom. "
" Ikan? "
Mutia bingung serta menatap meja makannya.
: Lho lho.. Dimana ikannya...
Batinnya terasa sangat kacau. Ia menepuk jidatnya. Bagaimana ia bisa seriboh seperti ini.
__ADS_1
" Maafkan Daddy sayang. Daddy tadi lupa membelikan pesanan mu yang itu. "