Hanya Istri Bayangan.

Hanya Istri Bayangan.
H I B 81.


__ADS_3

" Pesanan sudah datang... Ini buat anak-anak papa yang tampan, satu lagi yang cantik. Al nanti di suapin sama ibu ya,.. Dan kamu El sama papa.. "


Saat menyusun letak yang aman agar tak tersenggol kedua balita itu.


" Papa.. papa.. "


" Heh.. Anak papa sudah bisa ngomong. "


" Mana ada ! Mereka itu belum bisa ngomong tahu bintang. Jangan Ngada Ngada deh. "


" Benar mbak.. Bintang nggak bohong. Buat apa bohong nanti kuburannya bintang mengecil. "


" Papa.. Papa.. "


" Nah kan.. bunyi lagi. "


Mutia yang tak konsen masih menuangkan sambal di mangkuk soto daging kepunyaannya langsung menutup sambal itu kembali.


" Bunyi lagi bunyi lagi.. Emangnya anak saya suara nada dering hp kamu apa? "


" Haduh mbak.. Dari tadi sensian banget sih? Mau PmS ya mbak? "


" Iya, lagi PmS. Kenapa? Mangkanya jangan Ngada Ngada kalau ngom.. "


" Papa papa.. " Bintang pun tersenyum dan menjawab.

__ADS_1


" Iya, ini papa. Kenapa nak.. "


" Lho lho nak... Kenapa kamu langsung bisa bicara papa? Seharusnya kamu harus bisa ibu dulu lah. Diakan bukan papa kali.. " Menutup mulutnya.


Merasa tidak enak Mutia mendongak ke arah bintang. " Nggak apa mbak.. Bintang memang bukan siapa-siapa kalian.. Tapi, otw bintang akan membuktikannya. "


Bintang selalu percaya diri dengan sikap yang konsisten dan semoga tidak berpaling hati seperti mantan suaminya.


Satu hal yang membuat Mutia kehilangan rasa percaya dirinya. Apalagi jika membahas dengan namanya hubungan baru dengan seseorang yang masih perjaka tingting.


" Papa papa.. "


Sedari tadi panggilan itu dari putri semata wayang Mutia. " Iya sayang.. Sebentar ya.. Baca doa dulu ya nak.. "


Setelah beberapa menit yang mereka habiskan disana, Mutia selesai dengan makannya.


" Mbak sudah selesai, giliran kamu makan punya kamu gih. Biar kembar mbak yang lanjutkan suap. Iya kan sayang.. Makannya sama ibu aja ya.. "


" Tapi mbak.. "


" Stttsss.. Makan. "


Suami-suami takut istri. Seperti judul sinetron itu, para suami langsung takluk dengan ucapan sang istri.


Bintang memakan dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


" Kamu lapar atau doyan bin? "


" Lapar plus doyan juga mbak. "


Mutia baru kali ini melihat seseorang makan dengan lahapnya.


" Dan umur kamu berapa sih? Makan pakai celemotan. " Mengambil tisu dan mengelap ke ujung bibir bintang.


( Deg. )


Bintang serasa di serang petir.


" Eh iya mbak.. Makasih mbak.. Masih cukup muda kok mbak. 19 tahun. "


" Hah.. Masih berondong banget.. Sudah-sudah kamu pikirkan baik-baik untuk menjalin hubungan denganku? "


" Uhuk ! Bagaimana mbak? "


Mengambil tisu. Ia semangat kalau sedang membahas masalah cinta. " Ya ya.. Itu.. "


" Itu apa mbak.. "


Mutia meletakkan makanan anaknya yang sudah habis di atas meja. " Iya itu. Kamu kan bilang kamu mencintai mbak. Tapi, apa kamu tahu? Mencintai mbak harus beserta bonusnya. Dan plusnya lagi beban kamu akan bertambah 3 sekaligus bukan cuma 1 orang saja. Menikahi ibunya harus menikahi anaknya, dengan maksud.. Menganggap anak-anak mbak ini anak kamu juga. Tidak ada yang namnya membedakan, tidak ada yang mengolok-olok seperti legenda putri ikan mas yang kembali menjadi ikan. "


" Ya mbak. Seperti yang sudah-sudah, aku sudah menganggap mereka seperti anak-anak saya sendiri. Memang mencintai seseorang yang beserta bonusnya akan lebih bagus... Kan enak tinggal nambah 3 lagi jadi keluarga kira akan ramai nanti. "

__ADS_1


__ADS_2