
LIKE dulu sebelum membaca... 😜 jangan pelit Like ya sayong..
*****
Mutia dengan kepala dingin berhati-hati menanyakan hal yang mungkin saja menyinggung perasaan Arman. " Ma...mas. "
" Apa kata mu! "
" Panggil aku tuan muda!! Ingat itu. " Mencengkram tangan Mutia.
" Dari mana saja, tuan? "
.
" Perlukah seorang istri tak di anggap, bertanya-tanya tentang kegiatan suami sendiri. Kau seakan tak mempercayai ku, kau seakan menuduhku, menginterogasi ku. Apa kau sadar, hah!! "
Mutia diam, matanya menjadi sayu. Ia terisak, baru kali ini ia di bentak oleh seorang yang berstatuskan suami. Jika saja dia bukan suaminya sendiri, kemungkinan Mutia akan melawan.
" Ma..maafkan aku, tuan. Aku tidak bermaksud seperti itu. "
" Sudah! Saya tak ingin berdebat lagi, cepat pasang sabuk pengaman mu. "
^^^**^^^
Setibanya dirumah Daulay.
Banyak mata yang menatapnya serta mengambil gambar mereka berdua.
" Ada apa ini!! "
" Kami dari majalah Sinar Maya pak. Kami ingin meliput anda dan juga istri baru anda. "
" Naufal!! Ulah siapa ini!! "
" Arman, kenapa kamu membentak Naufal? Ibu, yang memanggil mereka. "
" Tapi, Bu. Pernikahan ini,- "
" Maksud kamu apa? Pernikahan kalian merupakan pernikahan yang nyata. Apa kalian ingin menyembunyikan kabar bahagia ini pada dunia? "
Arman tidak mampu berkata lagi.
Ia mendekati Naufal, dan membisikkan sesuatu.
Aku tak ingin tahu, pokoknya berita pernikahan ku jangan sampai tersebar di media masa. Buatkan lah satu lembar koran berisikan foto-foto ku dan dirinya, lalu bawa ke rumah. Supaya ibuku percaya, kabar bahagia ini tersebar. - Bisik Arman.
" Baik, tuan. " Jawabnya secara pelan.
" Arman, jangan kau mengancam Naufal! Ibu yang ingin, jangan sampai kau potong lagi gajinya. "
" Arman nggak mengancam Bu. Kalau ibu tak percaya, ibu boleh tanyakan langsung kepada Naufal. "
" Benar begitu, Fal? "
" Benar, Bu. Tuan Arman sama sekali tidak mengancam saya. Tuan, hanya meminta saya memesankan tempat untuk honeymoon yang paling romantis. "
Arman melotot, ia tak mengatakan hal seperti itu. " Oh ya? Wah berarti tak lama lagi ibu akan mendapatkan cucu. "
__ADS_1
Awas kau Naufal! Kau sudah menjebak ku! Jangan kau pikir aku akan melakukan honeymoon sungguhan dengan dia. - Batin Arman.
" Wah kalian gembira sekali, ada berita apa ini. " Tanya Putri.
" Kamu sebentar lagi akan memiliki keponakan. "
" Lho, emangnya kakak ipar sudah hamil duluan ya Bu? "
Pletakk!
" Enak saja! " Sentil Arman.
Kemudian ibunya mendekat, dan membisikkan sesuatu. " Apa!! " Teriak Putri.
Plakkk
" Ibu sudah tua! Jangan teriak-teriak!! Belajarlah menjadi lebih dewasa, jangan kekanak-kanakan. " Ujar Naufal.
" Aduh, aku kan kaget. Aku boleh ikut ya kak, ya ya ya? "
" Aduh nona Putri, maaf. Tiket honeymoon hanya untuk pasangan suami-istri saja. Kalau nona Putri ingin ikut, nona harus menikah terlebih dahulu. "
" Haduh, menikah sama siapa? "
" Tak usah banyak mikir! Kamu harus kuliah terlebih dahulu. "
^^^**^^^
Mutia sudah berdandan rapi dan juga membawa koper. Pagi yang baru saja datang, dan matahari mulai menampakkan sinarnya. Tepat di hari ke 2 setelah pernikahannya.
" Lho lho kalian mau kemana? "
" Wah iya iya segeralah kalian pindah, dan buatkan cucu kembar untuk ibu. "
" Yah kok kalian pindah sih,, Putri kan baru aja kesini. Tapi, kalian mau pindah aja. "
" Maafkan mbak, Put. Mbak yang meminta kakak mu untuk pindah. "
" Oh, mbak yang meminta. Baiklah, sekarang katakan. Dimana kalian akan tinggal? "
" Kami akan tinggal di apartemen yabg ada di Malioboro. "
" Tapi, kak. Itu kan sedikit jauh dari kantor, apa kakak bisa sampai tepat waktu? "
" Bisa. Tidak jauh, 3 kilometer apa yang disebut jauh? "
" Ya ya iya juga sih? "
" Ya udah ya Bu, dik. Kakak mau berangkat sekarang. Mumpung hari cuti kakak masih ada, jadi kakak bisa menata ulang keperluan yang dibutuhkan disana. "
" Iya, nak. Hati-hati. "
" Iya, kak. " Sebelum Mutia melangkah. " Kakak ipar, jika kakak ku berbuat hal yang tidak wajar. Contohnya : berselingkuh. Segeralah lapor kepada ku. Aku akan membantumu untuk membereskannya. " Mutia hanya mengangguk lemah.
Ia tak yakin, apakah rencana perpindahan ini sudah di rancang secara matang oleh Arman. Sebab, tidak ada kata ragu dalam sorot mata itu.
A'yunina hanya menggelengkan kepala. Ia tak menyangka, pertemuan singkat pada satu hari kemarin mampu mendekatkan hubungan secara cepat. " Dik, nggak usah cemas gitu. Kakak mu hanya pindah tempat tidur aja, dia bakal sering-sering main kesini kok. "
" I..iya Bu. Putri hanya,- "
__ADS_1
" Hanya apa? "
Hanya memikirkan nasib mbak Mutia, Bu. Apa dia bakalan kuat mengahadapi beberapa wanita yang sudah pernah kakak pakai Bu. - Batin Putri.
^^^*^^^
Rencana hanya kunjung rencana. Nyatanya setelah 2 hari asistennya itu membahas tentang masalah honeymoon, tiket dan yang lainnya tak ada di tunjukkan. " Masuk!! "
" Tapi, tuan. "
" Saya bilang masuk!!! "
Kamar yang begitu sempit, kotor dan seperti bukan tempat yang layak untuk dihuni. Walau nyatanya ini apartemen yabg sangat mewah. Kamar ini sangat berbeda dengan kamar yang satunya. Atau kamar ini di sengaja di kotorin dengan serat jeruk.
" Auwhh... " Mutia terlempar ke lantai, setelah tangan yang menariknya mengayungkannya ke ruangan itu.
" Tuan, tuan mau kemana? "
Ceklekkkk kkllllekkkkk.
Handle pintu tertutup.
" Tuan muda, tolong buka tuan. "
" Nggak, kamu harus aku beri pelajaran dahulu. Kamu sudah tidak bisa saya percaya lagi. "
Arman meninggalkan Mutia di ruangan yang sangat gelap itu.
Ya Allah, Mutia takut. Gelap, dan belum lagi. - Mutia mencoba menepis itu.
Namun, hal yang berbeda malah ia rasakan. Kini ia merasakan ada hal yang ia pegang, bersungut.
Kumis kucing? Ah tidak-tidak. Tidak mungkin ada kucing di dalam sini. - Batin Mutia.
Ia berpikir, hewan yang bersungut.
" Oh tidak!! " Mutia langsung mengambil sungut itu langsung melemparnya jauh-jauh dan seketika langsung bangkit.
" Kecoa!! Ih ih ih tuan muda, tolong keluarkan saya. Tuan, ada kecoa disini. Tuan!! " Menggedor pintu.
Muak akan teriakan Mutia saat ia baru saja ingin mengenakan pakaiannya. " Hii Iis! Berisik!! Bisa diam tidak!! "
Namun, Mutia tak mengindahkannya malah terus saja berteriak. " Astaga wanita ini benar-benar menjengkelkan!! "
Arman membuka pintu itu pada akhirnya. " Keluar!! "
" Tua...tuan. " Mutia gemetar, baru pertama kalinya ia melihat cowok tampan dengan perawakan idol tengah bertelanjang dada.
" Apa tuan tuan!! Jangan mikir yang aneh-aneh kamu! Saya tidak akan tertarik sama kamu, punya kamu itu terlalu kecil untuk saya. "
Mutia menghembuskan nafasnya dengan kasar. " Fyuhhh saya kira tuan? "
" Mandi sana! Dan jangan lupa, siapkan saya makan. Saya lapar, dan saya mau makanan saya steak sapi yang medium. "
" Baik tuan. "
Mutia ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sambil ia bertanya dalam hatinya.
Steak sapi? Bagaimana cara membuatnya? Atau sama dengan sate bakar ya? - Batin Mutia.
__ADS_1