
Bintang bersinar terang seperti bintang yang berada di desa. Di perebutkan oleh para gadis-gadis. " Apa kabarnya kamu mbak... Sudah lama aku tak melihat kamu lagi... "
Bocah itu sudah lulus SMA, dan mencoba mencari pekerjaan di kota. Bukan tanpa maksud dan tujuan yang tidak jelas. Ia hanya ingin menemukan satu orang yang selama ini mengganggu pikirannya.
" Mut, kamu nggak bisa begini lah... Undangan kita sudah di sebar, lalu bagaimana kalau mereka datang mut ! " Geram Arman.
" Biar saja mas. Sudahlah, nanti aku akan memberi mereka 2 gram emas sebagai ganti rugi. Dan mas, bisa pergi dari mansion milik ku sekarang juga. "
Dengan santainya Mutia langsung membalik badannya.
Saat tiba, di hari dimana semestinya Mutia dan Arman menikah kembali alias rujuk... Para dekorasi sudah mendekorasi sedemikian rupa... Para tamu sudah berdatangan.
Mutia tetap mengenakan gaun itu namun, di sampingnya kosong tanpa ada tangan yang menggandeng dirinya. Bak princess dan tanpa menyadari princess itu sudah memiliki dua ekor.
" Lho.. Jeng ayu, kemana mempelai prianya... "
" Iya jeng, dimana anak sulung mu itu? "
__ADS_1
" Maaf ibu-ibu, dia mulai saat ini bukan putra saya lagi. Dia hanya anak angkat saya saja, yang kebetulan saat ini sudah bertemu keluarganya. "
" Lho.. Terus pernikahannya gimana? "
" Batal... Tapi kalian tenang saja... Kami akan mengganti acara ini dengan door prize yang pastinya membuat kalian menjerit. "
" Cek cek.. Assalamualaikum ibu ibu.. Maaf ya, maaf dengan sangat. Niat kalian saya hargai untuk datang ke sini. Hem.. Pernikahan saya, dan mantan suami saya tidak bisa berlangsung dengan alurnya. "
: Memperjuangkan hanya untuk yang menghargai ku. Jika seseorang tidak menghargai ku lagi, untuk apa aku berjuang. Semua akan berujung sia-sia.
" Lho kenapa tidak jadi nak.. "
" Bukan jodohnya kali Bu... Jadi, disini kita main game aja ya.. Gimana dek? " Dia menyenggol adiknya yang sedang mengunyah cup cake.
Saat berantakan, Putri pasti sangat marah. Mata ibu-ibu dan para tamu berujung dengan pandangan anak perempuan yang mungkin saja seusia anak adik atau pacar dari tamu-tamu yang ada.
" Uhuk uhuk..... " Putri terkejut hingga terbatuk.
__ADS_1
: Asam ! Awas kau mbak.. Aku cabein nanti.
Tatapan sangat tajam kepada Mutia.
" Hehehe.. Jangan melotot gitu dong dek.. Mengerik kan tahu. " Sedikit bergurau.
" Baiklah baiklah, om dewa.. Yang gantengnya paripurna dan tak luntur hingga bumi menjelang tua. Boleh mulai saja game apa yang akan kita adakan. "
Di satu sisi, Arman sangat kesal. Bagaimana tidak, dia tidak bisa mendapatkan hak asuh anak-anaknya di tambah lagi orang tua Wina sedang menonton acara tv yang sedang menyiarkan Mutia dan keluarga Daulay.
" Ma .. Tolong matikan saja tv nya. " Pinta Arman.
" Untuk apa? Kamu belum bisa move on dari mantan istri kamu itu? Iya... " Dengan judes.
" Ma.. Bukan seperti itu. "
Ibu Ani yang tersulut saat tahu belum bisa melupakan Mutia. " Bukan sepeti itu bagaimana hah ! ! Kamu nggak tahu apa? Sikap kamu yang kurang tegas ini membuat putriku depresi sampai saat ini pun dia belum juga keluar dari RSJ. Kau tahu.. Menghilangkan trauma itu berat Arman ! ! Kau tahu bukan, kalau dia anak kami satu-satunya. Anak kebanggaan kami. " Dengan nada yang sangat marah, mematikan tv itu menggunakan remot tv lalu menaiki tangga.
__ADS_1