
LIKE dulu sebelum membaca... 😜 jangan pelit Like ya sayong..
*****
" Nak, ibu hanya ingin yang terbaik. Jangan membuat ibu kecewa untuk kesekian kalinya kamu memberi jawaban. Wina tak pantas untuk keluarga kita nak, jika dia pantas? Dia tidak akan menjajaki dirinya kepada pria hidung belang. "
Deg!
Bagaimana ibu bisa tahu? Apa ia selama ini memantau kegiatanku. - Batin Arman sangat kacau malam sore itu.
" Kenapa Arman? Kaget? Jangan terkejut Arman, semua telah ibu ketahui. Terutama untuk video itu, ibu bisa saja menyebarkannya jika kau masih berhubungan dengannya. "
Arman sangat mengenal ibunya. Gertakan yang biasanya tak main-main.
" Bu, kenapa ibu sangat ngotot menikahkan ku dengannya? Berdekatan saja kami seperti kucing dan anjing. Apalagi kalau kami tinggal satu atap? "
" Nak Mutia. "
" Eh iya Bu. Benar yang dikatakan oleh bos Arman. Kenapa ibu mendadak ingin menikahkan kami? "
Karena aku selalu ingin bersama Aklesh. Apa jawabanku bisa dipersalahkan? Ibu mana yang tak ingin berharap jika tinggal dengan anaknya di masa tua yang mendatang. - Batin A'yunina.
Arman yang tak sabar membuyarkan lamunan ibundanya. Dengan mengambil jari jemari tangan sebelah kiri, lalu ia menciumnya.
" Bu, Arman tidak ingin menikah dengannya? Alasan apa yang akan Arman gunakan kepada Wina Bu? "
" Oh, jadi kamu lebih memikirkan perasaan wanita j*l*Ng itu? Baiklah, tak usah memikirkan ibu lagi. Ibu akan ikut kemana pun, Mutia tinggal. "
" Haaah? " Mutia masih terbengong.
Drama apalagi ini? Aku kira sebuah drama queen. Tidak akan terjadi di kehidupan nyata, tapi ini? Sungguhan. - Batin Mutia merasa tak yakin.
" Jangan Bu, oke oke Arman akan menuruti permintaan ibu. "
" Bagus. Mulai besok kau bersiaplah, ibu tak ingin rencana yang sudah ibu rancang batal. Nak Mutia, kamu mainkan menerima barang bekas seperti anak ibu ini? "
" Mak..maksud ibu? Besok, Mutia harus menikah dengan pak Arman begitu? "
" Iya benar. Dan keputusan ibu sudah bulat. "
" Tapi, Bu.. Bagaimana ini bisa? Ibu saya belum tahu apa-apa mengenai masalah ini? Bagaimana saya menjelaskan padanya? " Tanya Mutia.
" Soal itu, biar Arman saja yang membicarakan kepada ibumu. "
__ADS_1
" Aku, Bu? "
" Iya, kamu!! Kenapa? Keberatan?? Ya sudah, biar ibu saja yang ke sana. Akan ada kemungkinan encok atau pun pegal kaki ibu kumat karena jalan yang ya tidak bisa diperkirakan. "
" Oke oke Arman saja. "
Mutia bangkit. " Bu, boleh saya keluar sebentar? Ada yang ingin saya bicarakan dengan anak ibu. "
" Oh ya ya silahkan... Itu akan mempercepat membangun kedekatan diantara kalian. "
" Ibu yakin? "
" Ya ya, kau lihat Arman? Ibu sudah bisa bermain ponsel. Lalu, apa yang perlu kau khawatirkan? Lagi pun ada Dewa yang menemani ibu. Dia pasti mau kalau ibu suruh suruh. Benar begitu Dewa? "
" Iya, nyonya. "
^^^*^^^
Langkah yang cukup banyak dan terlalu cepat mengharuskan Mutia berteriak. " Pak Arman? "
" Apa sih!! Kamu pikir ini hotel? Jangan teriak-teriak! Aku pusing, bagaimana caranya aku menjelaskan ini pada Wina? "
Astaga dari tadi, pak Arman memikirkan itu? Mutia kira, dia memikirkan hal-hal aneh untuk membatalkan permintaan ibunya. - Batin Mutia.
" Kenapa malah diam? Tadi kau berteriak-teriak, sekarang kau malah jadi orang bisu. Cepat katakan? Apa yang ingin kau bicarakan? "
" Cih kau pikir kau siapa? Dari kasta mana hingga kau berani berkata seperti itu! Hey kau itu dari kasta jelata, kita akan merancang sedemikian rupa hingga seolah-olah pernikahan ini terlihat seperti pernikahan sungguhan. Aku akan membuat surat kontrak agar kau tak macam-macam denganku, serta hartaku. Ingat itu!! "
Harta, tahta? Aku sama sekali tidak menginginkan itu. Aku hanya ingin menikah sekali seumur hidupku. Tapi, bila aku di takdir kan harus bercerai maka tidak ada jalan lain. Aku tidak akan menikah lagi. Karena prinsip ku ialah menikah sekali dan membuat perjanjian dengan sang pencipta cukup amat mengerikan bila di ingkari. - Batin Mutia.
" Baiklah, pak Arman. Aku akan menurutinya. Jangan khawatir, aku bisa bekerja sebagai pembantu dan tak akan mengambil nafkah lahir dari mu. "
" Bagus itu. Dan ya, tentang ini hanya kita yang tahu. Jangan sampai ibuku serta adik ku mendengar soal ini. "
Mutia terpaksa tersenyum. " Baiklah, akan aku usahakan. Menutup rapat-rapat mengenai ini. "
^^^*^^^
Di suatu ruang yang tengah merayakan sebuah pesta ulang tahun bersama teman-temannya. " Putri, make a wish dulu. Jangan asal main tiup. "
" Ya ampun, kalian berdua ini pada bawel banget sih!! " Putri menutup matanya seraya berdoa dalam hati.
" Sudah, gue sudah buat harapan. Sekarang, apa boleh gue tiup lilinnya? "
" Boleh-boleh, jangan cemberut gitu dong. "
__ADS_1
*Fuh**
Lilin yang tercetak angka 18 tahun itu tertiup sudah. " Nggak ada nih, yang mau ngucapin gue selamat atau kado gitu? "
" Oh putri... Lo jangan jadi ambek kan gitu gitu dong? Udah ini dari gue, selamat ulang tahun. Makin cantik dan makin ****, oke ladies. "
" Huh buka mulut mu, satu suapan cukup bukan? " Memegang kue ultah yang terlah ia potong.
Merayakan diantara teman mungkin bisa dijadikan momen yang beruntung namun, jika di rayakan dengan sanak keluarga.. Itu akan jauh lebih berkesan menurut Putri Gyana Daulay, yang saat ini sedang menempuh pendidikan setara SMA di luar negeri.
" Lo ini kan lagi bertambah umur. Kenapa malah melamun? Kita-kita kan nggak jadi pergi bareng pacar kita. Tapi, Lo malah galau begini. "
" Gue rindu keluarga gue. Kapan ya? Gue lulus dari sini hehehe.. "
" Mau apa Lo? Kita puas puasin dulu, jangan-jangan Lo ngebet pengen nikah ya? "
" Enak aja! Gue pengen cepat lulus karena pengen aja kumpul sama keluarga, udah sebulan gue nggak mudik ke sana. "
" Ye emangnya kamu kurang membuatmu bahagia? " Desita
" Nggak nggak. Kalian adalah sahabat ter-- The -- Best yang aku miliki. "
Tringg
" Telpon Lo dari tadi bunyi terus nih? " Menyodorkan ponsel sang sahabat sekaligus temannya.
" Dari siapa? "
" Kalau di layar Mommy. Tapi, nggak tahu kalau itu hanya nama? Mana tahu yang berbicara pacar Lo. Hehehe. " Dewita.
" Astaga mommy. Oh mommy ku. "
Bangkit lalu mengambil ponselnya.
" Halo, mom. How are you? "
" Putri, ada yang mama ingin bicarakan. Berkemas lah, besok kakak mu akan menikah. "
" Benarkah? Dengan siapa, mom? Jangan bilang mommy mulai merestui hubungan kakak dengan wanita j*l*Ng itu? "
" Oh ayolah sayang, Putri Gyana Daulay. Mana mungkin mommy mu ini mencarikan gadis sembarangan. "
" Segara bersiap, paman Rakesh akan menjemputmu dan mengawal mu hingga sampai di mansion. "
" Baiklah mom. Aku sudah tidak sabar, melihat calon kakak ipar ku. "
__ADS_1
" Nanti mommy akan menyuruh orang mengirimkan gambar kakak ipar mu, sekarang bersiaplah. "
" Siap mom. "