Hanya Istri Bayangan.

Hanya Istri Bayangan.
H I B 41.


__ADS_3


LIKE dulu sebelum membaca... 😜 jangan pelit Like ya sayong..


*****


" Pak Arman, selamat. " Dengan senyum sumringah yang terpancar dan menjabat tangan Arman.


Arman meneteskan air matanya.


" Apakah mereka baik-baik saja dok? "


" Dengan ijin Allah, mereka bertiga baik-baik saja. Namun, karena banyak kehilangan darah, kemungkinan ibu Mutia akan mengalami koma jika beliau tidak sadarkan diri selama 3 jam atau sampai besok. "


" Apa dok? Tiga? Lalu, kapan Mutia akan sadar? "


" Iya benar. Selamat sekali lagi. Pak Arman paling beruntung sedunia. Dan mengenai soal ibu bayi, kami sendiri tidak bisa memperkirakan kapan dia bangun. Itu semua berada di tangan bapak. "


" Tolong di jelaskan spesifik sekali lagi dok? "


Bagaimana caranya Mutia cepat bangun? Bagaimana bisa bergantung denganku? - Bingung Arman.


" Istri anda telah melahirkan anak kembar. Mereka sangat cantik dan sangat tampan. "


" Apa dok? Kem...kembar? " Kaget.


" Iya. Saya tinggal keruangan saya dulu. Jangan khawatir, saya akan menengok keadaan pasien sampai benar-benar sembuh. "


Bayi yang dilahirkan Mutia kembar? Ya Tuhan, jika mereka anak ku, kau benar-benar ingin menghukumku jauh lebih berat. Apakah ini pertanda bahwa aku tidak perlu melakukan tes DNA. - Batin Arman.


" Tuan muda, tuan muda. "


" Ada apa? Kenapa berisik sekali? "


" Tuan muda, maaf. Dari tadi suster sudah memanggilmu. Tapi, tidak ada jawaban dari mu. "


" Iya maaf suster. "


" Tidak apa-apa pak. Ini bayi perempuan anda. Selamat ya pak, pasti bapak sangat bahagia memiliki mereka berdua. "


Hahahaha makin terpojok kan ente bos. Mangkanya jangan meragukan kekuasaan Tuhan xixixixixi - Batin Naufal.


" Aduh aduh keponakan om, kamu ganteng sekali. "


" Terima kasih, suster. "


" Sama-sama pak. "


^^^**^^^


Karena kelahiran mereka tidak prematur, dan untung saja organ dalam tubuh bayi itu tidak ada yang kurang maupun cacat.

__ADS_1


" Bantu aku membawa mereka kedalam. "


Memangnya sedari tadi aku tidak kau anggap sedang membantumu tuan? - Ingin sekali Naufal berkata seperti itu.


Arman memandangi Mutia yang terpasang alat oksigen dan juga infus serta selang transfusi darah yang sebentar lagi habis.


" Tolong letakkan mereka dalam box itu. "


" Siap tuan muda. "


^^^**^^^


Saat sedang sendirian setelah Naufal keluar untuk membelikan beberapa stell pakaian dan pempes gunting yang ia ketahui saat Arman memintanya untuk membelikan pempes celana. " Mutia. Tolong bangun. "


" Mutia, aku akui aku memang sangat kejam Aku hiks hiks hiks aku tidak bisa membesarkan mereka tanpa mu. "


" Aku memang bukan pria sejati. Bahkan Wina saja tak berada di sisiku. Aku telah lelah, aku datang ke rumahmu hanya ingin memberikan surat cerai saja. Kita berpisah di dunia saja, aku tak sanggup bila harus berpisah dari dunia ini. Dosa ku sangat besar, bahkan aku harus menanggung dosa saat aku harus mengambil tindakan tes DNA yang mungkin akan aku laksanakan 2 hari lagi. "


Tiba-tiba bayi perempuan nya menangis. Sepertinya ia tahu bahwa kegelisahan seorang ayah, akan tersalurkan pada hati seorang anak perempuannya. Karena, cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya. Ketika ayahnya berbuat buruk, anak itu pasti akan membencinya karena yang di lakukan itu pasti akan berakibat padanya suatu hari nanti.


" Zhalina, jangan menangis ya nak. "


Nama itu terlintas begitu saja di otak Arman.


" Zhalina, nama yang bagus tuan. "


" Astagfirullah kamu itu mbok ya salam dulu kalau masuk. Kalau saya benar-benar terkejut dan Zhalina jatuh dari gendongan saya dan semakin menangis, kamu bakalan habis sama saya ! "


" Ampun bos. Saya sudah mengetuk pintu dan salam malahan bos. Tapi, bos malah diam aja. "


" Mana baju dan yang lainnya? "


" Ada bos, ada. Bos jangan khawatir gitu. Muka bos itu nggak cocok tahu bersikap lebai gitu hehehe.. " Niat hati ingin bercanda malah dia yang kena plotot.an dari Arman.


" Santai bos. Santai. "


Naufal menaruh belanjaannya di lantai.


" Kenapa kamu terus dilantai? "


" Ya terus, saya taruh mana tuan? "


" Gunting dan kenakan itu pada anakku Zhafran. "


" Apa? " Membelakkan matanya.


" Kenapa matamu? "


" Mataku tidak apa-apa bos. Mata saya masih normal belum ada minus. Adanya plus plus gitu setelah Dede kembar lahir. "


Sampai segitunya sikapnya. ? Mutia memang bukan milikku, bukan cintaku. Tapi, kenapa setiap kali ada seseorang yang sedang memujinya sudah pasti ada kecelakaan dan itu tidak sekali. - Batin Naufal.

__ADS_1


" Kalau kau masih menginginkan mata itu berada di tempatnya, segera lakukan perintah yang aku suruh ! "


Lalu, apa pekerjaanmu bos? Sampai-sampai kau menyuruh saya sendiri yang menggantikan popoknya. - Bayi Naufal.


^^^**^^^


3 Hari berselang.


Jari-jari itu mulai bergerak.


Arman yang menunggunya sampai tidak percaya. Ia mengedip ngedipkan matanya dan menggosoknya. " Jari itu, benar-benar bergerak? "


" Jari? Apa maksudmu Arman? " Saat A'yunina masuk.


" Itu Bu. Jari-jari Mutia bergerak. "


" Mana? Mungkin saja kau salah melihat. " Tepis ibunya.


Tidak tidak. Aku tidak salah melihat. - Batin Arman yang terus percaya oleh otak Arman sekarang.


" Mutia, nak sadarlah. Ada dua bayi yang selalu menunggumu. "


Arman tidak ingin berada di ruangan itu, karena ia tahu. Ibunya tengah mencurahkan isi hatinya yang terdalam. Arman berjalan ke kamar bayi yang sengaja ia sewa selama Mutia masih di rawat disini.


" Assalamualaikum, anak-anak ayah. "


" Udah bangun ya? Maafin ayah ya, karena sudah ninggalin kalian lama. "


Mencium dengan gemas, tak terasa bulir-bulir bening mengalir melewati pipi.


Maafin ayah nak. Jika hasil DNA itu sudah keluar, ayah akan meminta maaf lagi kepada kalian. Karena tidak berada di saat bunda kalian membutuhkan ayah. - Batin Arman.


Arman tidak tahu siapa yang berada di balik pintu. Memperhatikan dengan lekat gerak-gerik Arman.


Kak Mutia benar-benar tidak pantas untuk orang yang sejahat dirimu kak ! Bahkan aku benci, sangat membenci. Dahulu memang kau pahlawan keduaku setelah papa. Tapi, begitu kau tetap kekeh mempertahankan wanita ****** itu ! Membuat nama pahlawanku menjadi satu yaitu papa Aklesh, yang selalu di hatiku. - Batin Putri.


Malam pun tiba.


" Tuan, makan dulu. "


" Tidak bi. Saya tidak sempat untuk makan. Jika saya makan, siapa yang akan menjaga Mutia? Dia sendirian bi. Arman mau langsung mandi saja bi. "


" Baiklah tuan. "


^^^**^^^


Penampilan Arman benar-benar beda dari 4 hari yang lalu. Kumisnya sudah mulai memanjang dan jenggotnya juga tak seperti ingin di potong. " Bangun dong, Mut. Anak-anak kita butuh kamu. " Malam yang sunyi setelah ia menangis di dalam kamar itu menunggu Mutia sadar namun hasilnya tetap sama.


Pagi hari berselang, keluarga telah berkumpul.


Adik serta ibunya tak terkecuali Dewa, dan Naufal. " Kalian .. "

__ADS_1


" Iya, Tuan. "


" Kapan kalian datang? " Mengucek matanya.


__ADS_2