Hanya Istri Bayangan.

Hanya Istri Bayangan.
H I B 91.


__ADS_3

Setelah teriak dengan kencang, dewa menangkap benda itu. Memang benar dia menangkap, tetapi.. Bukannya mengoper lemparan itu kepada Al saat El mendatanginya. Justru malah ia memberikan kepada El dengan tersenyum.


" Ini nona muda. "


: Huh... Kau harus berani El. Jangan takut, om dewa baik. Buktinya dia memberi permen coklat itu saat saudara tengikmu itu, yang benar-benar tingkat dewa soal menjahili saudarinya.


Dengan gemetar El memberanikan diri.


" Te...terima kasih om. "


Kemudian El lari ke atas dan menutup pintu kamarnya. Ia takut kalau Al mengambil permennya dan kembali mengerjainya.


" Ah om ! ! Kenapa di kasih El sih! Ih... " Al mengamuk karena dewa ternyata tidak berpihak kepadanya.


Mutia mengamati dari jauh.


Menghampiri Al, yang tengah mengumpat dewa.


" Bagus.. Lanjutkan Al. "


" Mommy.. " Begitu menoleh. Ia pikir ibunya tidak berada di rumah sebab itu ia menjahili adiknya.


" Lanjutkan.. Ibu nggak pernah mengajari kamu seperti ini. Tapi, kalau kamu nggak mau dengar kata-kata ibu lagi ya nggak apa.. Nanti biar ibu panggil suster Imelda lagi, buat bawa kamu ke kampungnya. "

__ADS_1


" Apa ... "


" Nggak momm... Al nggak mau ke kampung, kampung itu iuh.. Kotor jorok.. Banyak anjing-anjing menggonggong. " Ucapnya tak suka.


" Terserah. Pokoknya ibu nggak mau tahu, kalau kamu masih seperti ini ibu akan kirim kamu kesana. Lagian... Kasihan mbak suster Imel, waktu bayinya lahir.. Suaminya meninggal saat perjalanan ke rumah sakit. "


: Apa.. Kenapa aku tidak tahu.. Imel.. Kamu baik-baik saja kan..


Batin dewa. Selama ini ia belum move on, dari Imelda yang menerima pinangan dari sesosok lelaki pilihan keluarganya. " Apa.. Kasihan sekali. Tapi mom, Itu bukan urusan Al. Itu urusan suster Imel, dan sekali lagi Al nggak mau ke kampung. "


Al menaiki tangga sambil menggenggam sebuah mainan robot yang bisa berbicara.


" Dewa.. Tolong kamu ambilkan uang dari laci ibu saya, dan tolong bayarkan kepada karyawan di kantor. Saya capek, mau istirahat dulu. "


Di ruang makan, bintang tengah melayani ayahnya. Sebagai bakti, jika ada mamanya juga tidak dapat di harapkan. Karena uang adalah segalanya bagi mama nya.


" Bintang, makan kamu sedikit sekali nak.. "


" Eh nggak yah. Bintang makannya memang segini kok. "


" Tapi, sebelum kamu ke kota. Porsi makan kamu tidak segini. Jadi jangan bohongin ayah deh. "


: Ih.. Ayah ini. Apa dia nggak tahu, aku setiap 3bhari sekali nge-gym biar badan tetap atletis. Biar mbak Mutia kesemsem sama bintang kok malah di suruh makan banyak.

__ADS_1


" Eh.. emang iya ayah. Tapi, bintang sedang menjalankan misi sehat itu emas. Dan bintang juga menjadi bintang disana. "


" Wah.. Benarkah? Berati wajah anak ayah yang tampan ini terpampang dong di majalah dan televisi. "


" Yayayaya.. Nggak tahu yah. Soalnya itu acara tertutup. "


" Oh gitu... Oh iya bin.. Kemarin.. "


Sang ayah berhenti menyampaikan sesuatu memang sebaiknya jangan di tunda.


" Kemarin... Kenapa yah? "


" Mmmm.. Mama kamu kesini. "


" Mama.. Tumben, ada apa mama kesini yah? "


Masih santai. Ia tidak akan terkejut lagi. Mungkin saja mama nya kangen dirinya dan sayangnya dirinya tidak berada di rumah.


" Mama ingin kamu menikah. "


" Tenang yah. Bintang pasti akan menikah kok, nggak mungkin bintang sendiri di waktu usia bintang sudah tua .. Siapa yang akan mengurus bintang kalau bukan istri bintang. "


*****

__ADS_1


Terima kasih yang sudah baca. Mungkin akan terlambat up, soalnya author lagi sibuk tanam padi.. Ketemu lagi satu Minggu atau sampai sekiranya selesai tandurnya..


__ADS_2