
Setelah teriak dengan kencang, dewa menangkap benda itu. Memang benar dia menangkap, tetapi.. Bukannya mengoper lemparan itu kepada Al saat El mendatanginya. Justru malah ia memberikan kepada El dengan tersenyum.
" Ini nona muda. "
: Huh... Kau harus berani El. Jangan takut, om dewa baik. Buktinya dia memberi permen coklat itu saat saudara tengikmu itu, yang benar-benar tingkat dewa soal menjahili saudarinya.
Dengan gemetar El memberanikan diri.
" Te...terima kasih om. "
Kemudian El lari ke atas dan menutup pintu kamarnya. Ia takut kalau Al mengambil permennya dan kembali mengerjainya.
" Ah om ! ! Kenapa di kasih El sih! Ih... " Al mengamuk karena dewa ternyata tidak berpihak kepadanya.
Mutia mengamati dari jauh.
Menghampiri Al, yang tengah mengumpat dewa.
" Bagus.. Lanjutkan Al. "
" Mommy.. " Begitu menoleh. Ia pikir ibunya tidak berada di rumah sebab itu ia menjahili adiknya.
" Lanjutkan.. Ibu nggak pernah mengajari kamu seperti ini. Tapi, kalau kamu nggak mau dengar kata-kata ibu lagi ya nggak apa.. Nanti biar ibu panggil suster Imelda lagi, buat bawa kamu ke kampungnya. "
__ADS_1
" Apa ... "
" Nggak momm... Al nggak mau ke kampung, kampung itu iuh.. Kotor jorok.. Banyak anjing-anjing menggonggong. " Ucapnya tak suka.
" Terserah. Pokoknya ibu nggak mau tahu, kalau kamu masih seperti ini ibu akan kirim kamu kesana. Lagian... Kasihan mbak suster Imel, waktu bayinya lahir.. Suaminya meninggal saat perjalanan ke rumah sakit. "
: Apa.. Kenapa aku tidak tahu.. Imel.. Kamu baik-baik saja kan..
Batin dewa. Selama ini ia belum move on, dari Imelda yang menerima pinangan dari sesosok lelaki pilihan keluarganya. " Apa.. Kasihan sekali. Tapi mom, Itu bukan urusan Al. Itu urusan suster Imel, dan sekali lagi Al nggak mau ke kampung. "
Al menaiki tangga sambil menggenggam sebuah mainan robot yang bisa berbicara.
" Dewa.. Tolong kamu ambilkan uang dari laci ibu saya, dan tolong bayarkan kepada karyawan di kantor. Saya capek, mau istirahat dulu. "
Di ruang makan, bintang tengah melayani ayahnya. Sebagai bakti, jika ada mamanya juga tidak dapat di harapkan. Karena uang adalah segalanya bagi mama nya.
" Bintang, makan kamu sedikit sekali nak.. "
" Eh nggak yah. Bintang makannya memang segini kok. "
" Tapi, sebelum kamu ke kota. Porsi makan kamu tidak segini. Jadi jangan bohongin ayah deh. "
: Ih.. Ayah ini. Apa dia nggak tahu, aku setiap 3bhari sekali nge-gym biar badan tetap atletis. Biar mbak Mutia kesemsem sama bintang kok malah di suruh makan banyak.
__ADS_1
" Eh.. emang iya ayah. Tapi, bintang sedang menjalankan misi sehat itu emas. Dan bintang juga menjadi bintang disana. "
" Wah.. Benarkah? Berati wajah anak ayah yang tampan ini terpampang dong di majalah dan televisi. "
" Yayayaya.. Nggak tahu yah. Soalnya itu acara tertutup. "
" Oh gitu... Oh iya bin.. Kemarin.. "
Sang ayah berhenti menyampaikan sesuatu memang sebaiknya jangan di tunda.
" Kemarin... Kenapa yah? "
" Mmmm.. Mama kamu kesini. "
" Mama.. Tumben, ada apa mama kesini yah? "
Masih santai. Ia tidak akan terkejut lagi. Mungkin saja mama nya kangen dirinya dan sayangnya dirinya tidak berada di rumah.
" Mama ingin kamu menikah. "
" Tenang yah. Bintang pasti akan menikah kok, nggak mungkin bintang sendiri di waktu usia bintang sudah tua .. Siapa yang akan mengurus bintang kalau bukan istri bintang. "
*****
__ADS_1
Terima kasih yang sudah baca. Mungkin akan terlambat up, soalnya author lagi sibuk tanam padi.. Ketemu lagi satu Minggu atau sampai sekiranya selesai tandurnya..