Hanya Istri Bayangan.

Hanya Istri Bayangan.
H I B 09.


__ADS_3


LIKE dulu sebelum membaca... 😜 jangan pelit Like ya sayong..


****


" Saran saya, ibu anda harus rutin meminum obat penenang. Mungkin ia jarang mengkonsumsi nya, dan penyakit itu datang lagi ketika yang di lihatnya sama persis yang ada di memori di masa lalunya. "


Apa jangan-jangan benar? Tapi, aku sudah meminta Mirna dan Marni selalu mengeceknya bahkan tak jarang ibu juga menerima obat itu dari tanganku sendiri.." Batin Arman


" Baik dok, kali ini saya yang akan memastikan ibu saya meminumnya dengan tepat waktu. "


" Kalau begitu, saya permisi dulu. "


" Baik dok. "


Arman masuk kedalam ruangan sang ibunda.


" Bu, apa benar? Yang di katakan dokter itu... Tapi, kenapa Bu? Ibu kan tahu sendiri. Kalau Arman, paling nggak bisa melihat ibu sakit. " Di ciumnya tangan sang ibu, walau jari masih terbungkus dengan selang infus.


Karena faktor pergerakan saat Arman mencium tangan ibundanya. " Nak.. " Dengan suara yang serak.


" Ibu.. Apa ada yang sakit Bu? Mana yang sakit Bu?-bilang sama Arman Bu. Dok ... "


" Nak... Hei... Nak. Ibu baik-baik saja. Jangan cemaskan ibu. "


" Tidak Bu. Selain kalian berdua, Arman tidak mempunyai siapa pun. "


" Tapi, pada kenyataannya.. Ibu, baik-baik saja. Jangan terlalu sedih ya nak.. "


" Baik, Arman nggak akan bersedih lagi. Asalkan ibu harus janji dulu, kalau ibu.. Akan sehat seperti sedia kala. "


" Nak.. Dimana calon perawatnya ibu? Apa dia kamu tinggal begitu saja? "


" Ibu, lebih baik ibu pikirkan kesehatan ibu saja! Jangan yang lain. "


" Nak... Mungkin ibu, ibu akan cepat pulih dengan bantuan gadis polos itu. "


" Polos? Ibu jangan ngaco. Baru juga kenal sehari, dan 2 kali pertemuan.. Ibu sudah menangis saja. Dan ya, Arman mau tanya sama ibu! "


" Kamu mau tanya apa sayang? Ibu baik-baik saja. Jangan khawatir kan ibu. "


" Bu, ibu tahukan ... Arman sudah dibuang oleh ibu kandungku sendiri. Dan, ibulah yang telah menolongku. Arman menjadi tidak enak, jika ibu sampai kenapa-kenapa.. Arman sudah berjanji sana ayah. Jangan buat janji Arman kepada ayah itu menjadi sebuah kata ingkar, Bu. "


" Nak.. Jangan berbicara masalah itu lagi. Ibu tidak menganggapmu berbeda dengan adikmu. Kau sama dengan Diana, nak. Ibu sudah tua, tiada yang menemani ibu berbicara. Jika ada gadis polos tadi, mungkin saja ibu tidak cepat di panggil sama sang maha pencipta. "


Tak terasa butir-butir air mengalir dari wajah tampan Arman. " Bu.. Jangan berbicara seperti itu. Arman bahkan belum berhasil menemukan anak ibu, dan ibu.. Harus semangat, lakukan ini demi Arman Bu. "

__ADS_1


" Ibu juga, mohon dengan sekali lagi. Tolong hubungi kembali gadis polos itu, entah perasaan apa yang ada dalam hati ibu ini. Hati ibu tiba-tiba merasa ke ingat selalu tentang kejadian 21 tahun yang lalu. Bayi ibu meninggal, dan anehnya.. Bayi yang di keranjang, bukanlah bayi perempuan. Melainkan laki-laki, yang sudah terbujur kaku. "


Deg!


Arman malah mengingatkan sang ibu pada kejadian itu lagi. Bingung harus bagaimana? Satu sisi, ia ingin.. Ibunya sembuh seperti sedia kala. Tapi, di satu sisi pula.. Ia sangat membenci gadis polos yabg selalu saja ceroboh. Itu dari pandangan Arman sendiri, bahkan Arman belum mengetahui jika Mutia sangat pandai membuat sesuatu.


"Baiklah Bu. Jika itu keinginan ibu, Arman akan mencari gadis kusam itu dan menyeretnya kemari. Ibu jangan nangis lagi. " Mendekap sang ibunda.


**


" Mutia.. Bagaimana hasilnya? "


" Hasilnya.. Emp.. Enu.. Bu.. "


" Jangan berhenti henti deh kalau bicara. Ngomong selanjutnya apa? "


" Mutia gagal lagi Bu. Hehehe... 😅 Maafin Mutia ya Bu, lain kali.. Mutia akan lebih giat lagi cari kerjanya. "


Drt drt


" Hallo.. "


" Hallo, dengan nona Mutia? "


" Nona? Maksudnya.. Iya, benar saya Mutia. Tapi, nama saya Lista Mutia Sari. Bukan Nona Mutia. "


" Iya, iya. Maksud saya, juga tadi itu. Emp.. Sebenarnya, saya diminta pak Arman. Untuk.. "


" Apa! Jadi, Arman itu bos Lu! Heh! Dengar ya! Aku paling malas, kalau berdebat lagi sama bos mu. Apalagi kalau sudah bertemu, kami seperti tikus yang hampir mati karena di menyelamatkan diri dari kejaran kucing. Paham!! "


Tut Tut ..


Suara Mutia yang sangat nyaring membuat Regina mengetuk pintu Mutia. " Mut... Kamu kenapa? "


" Nggak, Bu. Mutia, nggak kenapa-kenapa. "


" Kamu yakin, nak? "


" Iya, Bu. "


Setelah mendengar langkah kaki sang ibunda, ia langsung mengumpat habis-habisan si pria congkak yang tak tahu tata cara mengalah pada wanita. Yang selalu pengen menang sendiri.


Dasar pria kejam! Seumur-umur, Mutia nggak pernah sampai di bentak oleh ibu. Ini bukan siapa-siapa! Udah bilang kalau Mutia cewek .... - Gerutunya hingga ia terlelap dalam keadaan emosi yang menggebu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Gimana? " Tanya seseorang yang berada di sebrang sana.

__ADS_1


" Maafkan saya tuan. Saya sudah berusaha, namun gadis itu malah jelek-jelek kan anda tuan. "


" Hah! Naufal Naufal.. Kamu ini nggak pernah bisa berubah! Kamu tahu kan? Kalau yang sedang kami hadapi adalah cewek yang paling ceroboh. Dan menurutku dia juga sangat arogan, jadi.. Berusahalah membuatnya yakin. Aku tak ingin ibu ku, kecewa. Aku serahkan tugas ini padamu. "


" Tapi, bos. "


**


Pagi menjelang.


Kabut melanda pada hari itu. Ketika hujan akan menghampiri pada daerah itu. Berbeda dengan di kota, cuaca yang cukup cerah. Hingga cocok untuk Arman berolahraga, sebelum ia berangkat ke kantor. Untuk menandatangani sebuah kontrak besar. " Selamat pagi, Den. "


" Selamat pagi, mas Arman. "


" Pagi, bi. Hemp.. "


Berlari kecil, hanya untuk menyehatkan jasmaninya. " Tumben, ibu-ibu pada sepi? "


Tak jarang Arman sangat suka di goda oleh ibu-ibu komplek yang sedang berbelanja sayuran. " Biasa mas. Hari ini, ibu-ibu lagi pada janjian liburan. Jadi, sepi banget hari ini. "


" Astagfirullah alladzhim!! Kaget, saya pak. "


" Hehehe.. Masnya nggak mau beli sayur? "


" Saya pak? Mana ngerti saya tentang sayur, pak. "


" Mana tahu, masnya kepengen di masakin apa gitu sama ibunya? "


Ini penjual, ya.. Ada aja alasannya, demi sesuap nasi mungkin ya.. - Batin Arman.


" Ya sudah, pak. Saya beli jengkol sekilo, ayam 2 ekor, sama tahu deh. "


" Masnya, disini tahunya ada dua macam. "


Arman menyengitkan dahinya.


Tahu aja ada dua macam.. Eh eh eh apa sebegitu sibuknya sampai aku tidak mengetahui kabar perubahan tahu putih. - batin Arman.


" Oh, iya pak. Bungkus saja dua-dua nya. "


" Walah Alhamdulillah.. Dagangan ku, akhirnya ada yang beli juga. "


Dengan penuh semangat, tukang sayur itu memberikan kantung kresek pada Arman.


" Ini mas. "


" Ya, ini uangnya. Kembaliannya ambil aja. "

__ADS_1


" Wah matur thank you lo mas. Laris manis... Tanjung kimpul. Dagangan laris, duit ke kumpul. "


__ADS_2