
LIKE dulu sebelum membaca... 😜 jangan pelit Like ya sayong..
*****
" Dok, dimana anak saya? " Dengan lemas, dan juga tidak terlalu fasih saat oksigen masih menempel.
" Anak ibu.. Nanti, kami akan mengabari beliau. "
" Saya, ingin berbicara dengan anak saya dok. "
" Ibu lebih baik, istirahat dulu. Saya akan keluar dulu, untuk menghubungi anak ibu. "
A'yunina harus pasrah dengan keadaan. Harus Bagaimana lagi. Ini adalah kali kedua saatnya dan dia bertemu. Entah, ikatan batin apa? Sampai dia, merasakan kecemasan yang berlebih dan membuatnya menangis. Dan selalu mengingat pada 21 tahun silam.
...Flashback....
" Pah? "
" Iya, Bu. Ada apa? " Aklesh.
Mendengar istrinya memanggil, ia langsung mendekat.
" Aku mau buang air kecil, bisa? "
" Bisa sayang, tenang saja. "
Aklesh tanpa basa-basi menggendong sang istri. " Sudah, mas keluar sana. Aku bisa sendiri kok. "
" Aduh Bu, pernikahan kita udah lebih dari setahun. Tapi, ibu masih saja malu. Udah, papah akan ada disini. Kalau terjadi sesuatu kepada ibu, dan papah tidak mengetahuinya. Maka, papah pula yang akan merasa sangat bersalah. "
A'yunina sangat di cintai oleh Aklesh. Lelaki yang rela menunggunya untuk siap akan menjadi orang tua. Walaupun pernikahan mereka bukanlah tidak saling cinta.
" Papah! " Terkejut bukan main. Baru saja ia duduk.
" Ada apa Bu? Papah kan udah bilang berada didepan. Kenapa, sekarang malah teriak-teriak? " Dengan pelan.
" Maaf pah.. Ada, da..darah. "
" Darah? Tangan kamu berdarah? "
A'yunina menggeleng. " Jadi, adanya yang berdarah? "
" Sepertinya, Ayu mah melahirkan pah. "
" Apa! Melahirkan!!! "
" Tito, Tito.. Kamu siapkan mobil? " Teriaknya dari Balkon atas kamarnya.
Tito yang memang disuruh siap siaga. Karena Aklesh, sudah memperingatkan dia. Bahwa, calon penerus keluarga Daulay akan lahir ke dunia.
" Apa tadi? " " Mo...mobil? Untuk apa? "
__ADS_1
" Astagah.. " Kemudian Tito berlari mengambil salah satu mobil yang ada di garasi.
*
" Sayang, tenanglah. Semua akan baik-baik saja. "
Aklesh berucap seperti itu, supaya kecemasan dalam hati A'yunina sedikit berkurang. Jika seseorang melahirkan akan mengalami berbagai rasa. Memang sakit, namun. Berbeda dengan keadaan A'yunina saat ini. Ketubannya pecah saat ia berada di mobil. Untung saja saat itu tinggal beberapa meter lagi sampai rumah sakit.
" Ya Allah, selamatkan lah istri dan anakku. " Linta Aklesh saat A'yunina telah memasuki ruang operasi.
Dan saat di periksa oleh dokter, posisi dari bayi menyilang. Sehingga ia tidak bisa melahirkan secara normal.
*
" Dokter, bagaimana istri dan anak saya? "
" Alhamdulillah, ya Allah. Lalu, istri saya? "
" Puji Tuhan, istri anda baik-baik saja. Namun, saat ini ia masih dalam obat bius. Kemungkinan akan sadar 2 jam atau bahkan lebih. "
" Baik, dok. "
*
" Sayang.. Jangan cemas. Anak kita sangat cantik, seperti kamu sayang. Aku bahagia sekali. Akhirnya keturunan ku, memiliki anak perempuan. Terima kasih. " Bulir-bulir air mata membasahi pipi.
" Tuan, jangan bersedih? "
" Saya mohon, To. Jangan bercanda!!! Saya terharu, bukan karena sedih di tinggal pacar. "
*
Sangking sibuknya para suster sampai tidak menyadari. Bahwa setelah Aklesh melihat bayinya dari bilik pintu, ada seseorang yang menukar bayi dengan bayi yang lain. " Aku tidak terima! Jika anak ini terlahir dari perempuan j*l*ng itu!! Aku akan menghabisinya! "
" Sabar Ang... Kamu harus berpikir jernih. Jika kita membunuhnya, kita akan ketahuan. "
" Tapi, Mark. Dalam perjanjian kita waktu itu, kau sangat ingin aku bahagia dan membalas dendam ku bukan!!! "
" Ya.. Ya. Benar. Tapi, jika melihat anak kecil ini menderita. Maka, bukankah itu lebih menyenangkan? "
" Tapi, Mark. Kita tak selalu mengawasinya. "
" Tenang saja. Kita akan mengawasinya dalam jarak jauh hingga usianya menginjak 10 tahun. Jika ia kurang susah, kita akan menambahkannya kembali dengan kedukaan lainnya. "
" Oh.. Sayang.. Nanti aku akan, memuaskan mu di atas ranjang. Dan ya,, biarkan aku yang berada di atas. Okey? "
Di tengah sunyi nya malam itu, di sebuah kampung yang amat sangat di tumbuhi dengan pepohonan yang rindang. Bahkan masih seperti hutan belantara. " Mark, kau yakin? "
Ia mengangguk. " Tapi, disini bukanlah tempat yang bagus? "
" Oh sayang.. Kau menginginkan ku untuk membantumu balas dendam. Tapi, kamu.. "
" Oh oke oke. "
__ADS_1
Mereka meninggalkan bayi mungil nan ini ditengah tong sampah. " Sudah, jangan noleh ke belakang. Biarkan saja dia disana. Biar dia yang merasakan saat sakitnya kau di tinggalkan Aklesh. "
" Ya.. Mark. Kau benar. Untuk apa aku bersedih. "
*
Oek oek oek jeritan bayi seperti sedang kesakitan itu membuat seseorang yang tengah mencari kayu bakar di hutan tergugah untuk mencarinya. " Bu, ibu dengar? "
" Ada apa pak? "
" Sepertinya itu suara bayi laki-laki. "
" Ya, benar. Tapi, bagaimana mungkin pak? Disini hanya tempatnya orang-orang berlalu-lalang saja. Mana mungkin ada sesosok malaikat kecil disini. "
" Tapi, Kedengarannya.. Itu jeritan bayi asli, Bu. Tidak ada salahnya, jika kita mencarinya dahulu. "
" Engkau benar pak. Mari.. "
Sampai sekarang Regina dan juga Abner belum mempunyai anak. Pernikahan sudah menginjak usia 10 tahun. Kala itu, pernikahan dini masih di perbolehkan. Dan mungkin sangat terjadi di kalangan masyarakat. Mereka tidak mengetahui, resiko apa yang dapat di alami oleh seorang wanita di bawah umur. Jika ia mengandung di usia muda, nyawa lah menjadi taruhannya.
" Pak, itu apa? "
" Yang mana Bu? "
" Itu tuh.. Yang di bawah pohon beringin. "
" His Bu! Jangan nakutin bapak! Bapak memang laki-laki, tapi kalau urusan hal gaib bapak lebih baik mundur. "
" Ais! Bapak... Bapak... Mangkanya, jangan keseringan muter CD Susanti, jadi takut sendiri kan? "
" Yah Bu. Namanya kita adanya itu. Kita kan nggak sanggup beli parabola Bu. "
" Huh.. Ayo kesana. "
" Tapi, Bu. "
" Nggak ada! Cepat maju kedepan. "
*
Mereka pun membawa bayi mungil itu pulang, dan merawatnya dengan sepenuh hati dan jiwa raganya.
...Flashback Off....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Dok, bagaimana keadaan ibu saya? " Tanya Arman yang masih memutar-mutar ponselnya.
" Ibu anda mengalami Hypophrenia, yaitu adalah seseorang yang mudah gugup, gelisah, lelah, dan mudah tersinggung. Apakah ibu anda sering sekali menangis? "
" Tidak, dok. Baru-baru saja ia begini. Setelah ia melihat seseorang. Ia langsung menangis. "
" Hal ini wajar bagi penderita sindrom Hypophrenia. Perasaan emosional manusia yang sebenarnya merupakan respon terhadap suatu keadaan yang menimpa diri sendiri. Rasa sedih ini menjadi tidak normal karena seseorang dapat merasakan sedih dan tiba-tiba menangis tanpa alasan yang jelas. "
__ADS_1
" Saran saya, ibu anda harus rutin meminum obat penenang. Mungkin ia jarang mengkonsumsi nya, dan pengakit itu datang lagi ketika yang di lihatnya sama persis yang ada di memori di masa lalunya. "
Apa jangan-jangan benar? Tapi, aku sudah meminta Mirna dan Marni selalu mengeceknya bahkan tak jarang ibu juga menerima obat itu dari tanganku sendiri.." Batin Arman.