Hanya Istri Bayangan.

Hanya Istri Bayangan.
H I B 29.


__ADS_3


Bagi yang menyukai dan membaca tolong bantu like ya 👍.. Biar semangat nulisnya.. 😳


***


Ia langsung menyusuri ruang dan meletakkan sayur ya ia beli. " Makanan pun kau tak menyentuh sama sekali mas. Apakah kau baru akan makan jika istri tercintamu pulang, mas? " Ujar Mutia saat membuka tudung saji itu.


Padahal sepanjang jalan sudah membayangkan, jika masakan yang ada didalam sini habis tak tersisa. Tapi, kenyataan memang tak bisa di elak kan. - Batin Mutia.


" Sudahlah.. Jika ia lapar, ia akan menghabiskan ini semua. Setelah aku beristirahat mungkin aku akan mendapati mangkok mangkok ini akan kosong. "


*


" Sayang.. Anak Daddy.. Kamu sudah makan belum? "


" Sudah Daddy. "


Raut mata Arman menjadi berubah.


" Maafkan aku mas. Aku tadi sangat lapar, dan kebetulan ibu teman ku itu memasak sangat banyak jadi aku tak enak jika harus menikahnya. "


Arman yang kala itu ingin marah menjadi pudar karena ia memikirkan bayi mereka. " Jangan sedih lagi. Tak apa, kau dan bayiku harus selalu sehat. Makan lagi bersama Daddy, apa kalian mau? "


" Maaf mas. "


" Baiklah, jika kau sudah kenyang. Temani mas makan saja bagaimana? Mas sangat lapar sekali. "


" Maafkan Wina ya mas. Sudah membuat mas menunggu dan pada akhirnya mas harus makan sendiri. "


" Tak masalah sayang.. " ( Cup. )


^^^*^^^


" Mas tahu nggak.. Kalau saat ini mas itu makin tampan? "


" Oh ya? Ya harus dong. Calon Daddy itu harus tampan, jika Daddy nya jelek haduh mas nggak bisa bayangin. Bagaimana nasib wajah baby itu sendiri? Jika ibunya cantik sih nggak masalah karena masih terbantu wajah ibunya hihihi.. "


" Hihihi benar itu mas. Jika bapaknya hitam mamanya juga hitam.. Bagaimana ya? "


" Sudah sudah.. Sebaiknya mas habiskan makan ini dulu. Dari pada mas tersedak dan wafat bagaimana? "


" Yah jangan bicara seperti itu dong mas. Nanti siapa yang adzanin anak kita? "


" Hahaha nggak-nggak sayang. Mas akan berdoa agar mas di berikan umur lebih lagi hingga 100 tahun lagi. "


" Hah benar.. Semoga saja. "


Semoga saja kau masih hidup disaat aku sudah menuntaskan rencana balas dendam ku pada mu Arman. - Batin Wina.


" Sayang.. Mau coba ini? " Hendak menyuapkan satu sendok nasi itu.


" Nggak sayang.. Aku sudah sangat kenyang. "


" Huh baiklah. Aku tak akan memaksamu. "


" Hooaammmm aku sepertinya aku ngantuk kembali. "

__ADS_1


" Lho katanya nginap tempat teman? Kenapa sekarang masih mengantuk? "


" Hehehe menginap sih menginap sayang. Tapi, di sana aku menonton drakor. "


" Dan kau tak akan tidur jika film yang di putar belum habis, benar begitu kan? "


Wina hanya tersenyum dan mengangguk. " Kalau tidak di tonton sampai habis, aku mana tahu jalan cerita untuk esok. "


" Huh! Sudahlah. Lebih baik kamu tidur lagi aja. Setelah ini aku ingin ke rumah ibuku. "


" Ke rumah nenek tua? Ngapain? "


" Sayang.. Aku mohon jangan mengajakku bertengkar. "


" Oh iya iya.. Aku khilaf. Kalau begitu aku pamit ke kamar dulu. "


^^^*^^^


" Tuan, sudah selesai? "


" Emangnya matamu tidak berfungsi lagi? Kau lihat bagaimana? Hah!! "


" Jangan marah-marah tuan. Nanti cepat tua lho hihihi.. "


" Yang tua aku, kau tak perlu cemas. Aku ingin ke rumah ibuku, jaga Wina dengan baik. Apapun yang dia inginkan maka turuti lah. "


" Siap kapten. "


Mutia mengayunkan tangannya, sebelum Arman melangkah lebih jauh. " Mau ngapain tangan mu itu!! "


" Untuk apa? Aku bukan suami aslimu. Jadi. jangan perlakukan ku dengan lebih. "


" Aku tak mengharap lebih tuan. Aku hanya pengen merasakan bagaimana mempunya suami secara asli. "


" Tapi, kau tak perlu mencium tanganku!! "


" Ini hal wajib tuan muda. " Ujar Mutia mengambil tangan sang suami dengan lembut lalu di ciumnya.


" Hey!! Kau menciumnya tanpa ijin dari ku!! "


" Dan kau juga mengambil apa yang ada dalam diriku tanpa ijin dariku!! "


" Kau!! "


" Apa suamiku? Perkataan ku tiada yang salah bukan? Tepat sasaran. "


" Ya ya ya.. "


" Ya apa tuan? Tuan yang datang dengan keadaan tidak sadar.. Dan sungguh tuan, berat badanmu sungguh sudah melebihi berat badanku. Sangat berat. "


" Bagaimana kau tahu? Aku hanya meni.. "


" Iya, tuan hanya saja bukan? Apa tuan akan tahu? Aku dan asisten Naufal sangat dekat bahkan kami bergandengan tangan. "


" Kau!! Brengsek!! Kenapa kau mau!! "


" Tuan sendiri yang membuat kami saling berpegangan. Siapa suruh tuan pulang dalam keadaan tidak sadarkan diri. Jadi, sehingga kami harus berpegangan tangan agar tubuh kami yang menopang tubuh tuan muda tidak ikut jatuh. "

__ADS_1


Sial!! Ternyata dia mengerjai ku! - Umpat Arman dalam hati.


" Kenapa tuan diam? "


" Sudahlah.. Saya ingin ketempat ibu, jika Wina menginginkan sesuatu.. Kau jangan lupa belikan dia. "


" Uangnya? "


" Apa aku belum memberimu uang? "


Mutia menggeleng. Selama ini ia di beri uang oleh ibu mertuanya. " Astaga kenapa kau bodoh sekali! Lalu, uang siapa yang kau gunakan untuk makan sehari-hari? Apa kau mengutang!! "


" Kurang kerjaan banget aku ngutang tuan. Ibu mertuaku sangat kaya, buat apa aku berhutang kepada orang lain? Jika aku ingin, aku sudah berhutang banyak kepada ibu mertua. "


" Huh! Oke.. Mulai sekarang, jangan terima uang dari ibuku. Kau gunakan saja kartu ini. Pin nya kau bisa tanya kepada Wina. "


" Baik. "


^^^*^^^


Kediaman Daulay.


" Bu.. Ibu.. Arman pulang nih.. "


Takkkkkkk sebuah centong kayu melayang kearah Arman yang tepat berdiri di ruang tamu. Untung saja Arman bisa menghindarinya.


" Bu.. Jangan bercanda. Ibu kita ini stadion ninja warrior apa? "


" Iya. Biar kamu gagal dan di makan sama gigolo. "


" Hisssss kalau sudah begini nada ibu, sudah pasti ibu tak menyayangi Arman lagi. "


" Memang. " Ujar ibundanya yang baru saja keluar di balik tirai.


Rupanya ibunya sudah menyiapkan ini ketika ia mendengar suara mobil masuk kedalam garasinya. " Bu, maafin Arman Bu. "


" Nggak ada kata maaf, untukmu! Pergi dari sini! "


" Tidak Bu. Arman sangat merindukan ibu, dimana adik Bu? "


" Apa kau sudah kehabisan uang? Mangkanya kau kesini? Adik? Adik yang mana kau tanyakan? "


" Ya Allah Bu.. Ibu terkena amnesia kah? Sama anak sendiri pun ibu lupa. "


" Kamu itu yang amnesia! Satu bulan 4 kali kau kesini!! "


" Ayolah Bu.. Cucu ibu sebentar lagi hadir ke dunia.. Kenapa ibu marah terus. "


" Cucu? Hahahaha.. Cucu ku belum ada lagi Ali Arman Daulay! Kau pikir ibu tak tahu? Kau baru menyentuhnya setelah 3 bulan lebih tapi kenapa kau baru membabat lahan itu sekarang hah! "


Deg!


Dari mana ibunya tahu? Dia padahal tak menceritakan kepada orang lain. Niatnya ke sini menghilangkan pikirannya soal kejadian semalam. Tapi, setibanya di rumah Daulay ibunya malah membahas kejadian itu.


" Ibu tahu dari mana? "


" Kau pikir mata-mata ibu tak cukup hah!! Kau berselingkuh dengan Wina saja aku tahu. Sampai aku juga mengetahui suatu hal yang mungkin akan membuatmu kecewa. "

__ADS_1


__ADS_2