Hanya Istri Bayangan.

Hanya Istri Bayangan.
H I B 30.


__ADS_3


LIKE dulu sebelum membaca... 😜 jangan pelit Like ya sayong..


******


Deg!


Dari mana ibunya tahu? Dia padahal tak menceritakan kepada orang lain. Niatnya ke sini menghilangkan pikirannya soal kejadian semalam. Tapi, setibanya di rumah Daulay ibunya malah membahas kejadian itu.


" Ibu tahu dari mana? "


" Kau pikir mata-mata ibu tak cukup hah!! Kau berselingkuh dengan Wina saja aku tahu. Sampai aku juga mengetahui suatu hal yang mungkin akan membuatmu kecewa. "


" Tapi, Bu.. Arman dan Mutia melakukan itu dengan ketidaksengajaan. Beda dengan Wina, Arman melakukannya dengan cinta Bu. Hingga bibit zigot unggul Arman menjadi sebuah embrio yang sudah berkembang di rahim Wina Bu. "


Plakkkkkk menamparnya. " Dasar! kau adalah laki-laki terbodoh yang pernah ibu temui selama ini tiada yang lebih bodoh darimu. "


" Bahkan anjing tetangga lebih hebat jika ada tulang melayang di udara. "


" Bu ibu ibu.. Arman ini manusia. Kenapa pula disamakan dengan guguk sih! "


" Ya jelas! Kakak itu di kasih bekas orang banyak di sayang sayangnya melebihi kak Mutia. Sedangkan yang masih virgin saja kakak cepat melupakannya. " Ujar Putri.


" Tapi.. "


" Sudahlah Putri. Kakakmu itu tidak akan pernah paham. Dia akan paham jika sudah terkena virus HIV/Aids yang di tularkan mungkin ia akan sadar. "


" Bu.. Jangan menyumpahi seperti itu. Apa ibu tidak pernah mendengar ceramah yang disampaikan pak ustadz? Jika ucapan ibu itu adalah do'a. Please, tarik kembali ucapan ibu. "


" Nggak!! Pergi kau dari sini!! Sampai kapanpun ibu tak akan merestui hubungan kalian. Dan anak yang di kandungnya itu belum tentu anak darimu. Hahahaha bodoh sangat bodoh. Seret dia keluar Dewa!! "


" Baik nyonya. "


" Bu Bu jangan begini terus sama Arman Bu. "


Dewa tanpa ampun menyeretnya betul-betul hingga terjatuh di tepi dekat pot bunga.


" Tutup pintunya!! Sebelum kau tutup, pasanglah plang ( Tuan Ali Arman Daulay, TIDAK DI IJINKAN MASUK KE MANSION INI. ) Mengerti kamu, Dewa? "


" Saya mengerti nyonya. "


^^^**^^^


Setelah kejadian itu, Arman mulai bingung sendiri akan sikap dan perubahannya kepada Mutia. Ia tak lagi sarkas dan sepertinya mulai membuka sedikit demi sedikit hatinya. 2 bulan tak berkunjung, 2 bulan juga ia harus terpaksa menahan rindu.


" Sayang.. Kamu kenapa? " Ujar Wina.


" Aku nggak apa-apa sayang. Ada apa? Kamu ingin apa? "


Wina menggeleng. " Kamu yakin? "


" Hemp.. Aku sangat yakin.. Tapi, "


" Tapi, apa? Katakanlah. " Arman merubah posisinya menghadap Wina tak lupa memegang jari-jemari nya.


" Aku ingin menghabiskan waktuku di luar negri tanpa di ganggu dan membuat akta lahir anak kita di sana. "


" Bagaimana bisa? Lalu, bagaimana denganku? Siapa yang akan mengurusi ku, jangan bercanda sayang. "


Wina memasang mimik yang sangat tak wajar. " Jangan mulai lagi deh Win!! Kamu tahu sendirilah, kita terbiasa tidur berdua. Bagaimana mungkin sekarang kamu meminta untuk melahirkan di sana? Satu detik aja jauh dari kamu, aku dah rindu. Bagaimana rasanya jika 3 bulan? "


" Tapi, aku ingin. " Memelas.


" Oke oke. Aku akan ijinkan kamu. Tapi, kamu akan tinggal dimana? "


" Ah benarkah? Kamu tenang saja sayang.. Aku punya teman di sana, nanti aku akan menginap di sana. "

__ADS_1


" Laki-laki atau perempuan? Aku nggak maunya, jika pulang-pulang kamu sudah tidak berstatus istri aku lagi! Kamu tahu kan, aku sangat cinta sama kamu. Kamu itu candu buat aku, ngerti! "


" Ngerti sayang. Aku ngerti banget. Aku cuma ingin anakku, eh maksudnya anak kita mempunyai kota lahir yang berbeda. "


Padahal ucapan itu hanya tipu muslihat saja. " Hemp. Aku tahu itu. "


" Makasih makasih makasih sayang.. " ( Muahhhhh Muahhhhh. )


^^^*^^^


Hari lainnya telah tiba, entah hasrat dari mana.. Saat ia sedang asik asiknya menonton televisi.


" Mut.. Muti... "


" Iya nona. Sebentar. "


" Cepat kesini. "


" Iya nona. "


Tak tak tak.


" Ada apa nona? "


" Dimana ada jual benda macam itu? "


" Benda apa nona? "


" Itu.. Tonton tv itu dulu. " Tunjuk Wina. Jika ia ada maunya, ia baru bersikap baik kepada Mutia.


" Wah kalau itu mah adanya di sawah nona. "


" Sawah? Apa itu sawah? "


" Emp.. Sawah adalah tempat seseorang menanam dan berkebun nona? "


" Ada nona. Cuma, apa nona mau ke pasar? Kalau saya sih mau saja.. Cuma saya kan nggak pernah ke sana, lagian tempat ini hal yang baru bagi saya. "


" Aku ingin merasakan itu.. "


" Kalau nona mau, kita bisa pergi ke pasar bersama. "


" Entahlah.. Nanti aku akan bertanya kepada suamiku. Aku tak ingin pergi sendiri. " Sedikit menekan kata ( suamiku. )


" Hemp.. Kalau begitu saya permisi nona. "


Disini yang dimaksud pasar itu yang ada di mall. Tidak mungkin ia mengajak Wina ke pasar tradisional. Ia mungkin akan menjerit-jerit karena tidak menuntut kemungkinan banyak lubang yang terpenuhi air.


^^^*^^^


🕊️ Sayang..


Voice note yang dikirim dengan nada mendesah sengaja ia lakukan.


🦅 Ada apa sayang.. Jangan buat aku menjadi ingin pulang sayang.


🕊️ Memang itu yang aku ingin.


Dengan cepat. Arman menghubungi Wina.


" Sayang.. Ada apa? "


" Aku bete sayang... "


" Bete? Bete kenapa lagi? Kemarin kan sudah terbeli tasnya? "


" Aku sudah tak ingin tas itu lagi sayang.. Aku ingin pergi. "

__ADS_1


" Pergi kemana? " Dengan sabar ia menghadapi ibu hamil tersebut.


" Ke pasar. "


" Apa!! Untuk apa kamu ke sana? Jangan bercanda deh... "


" Aku tidak bercanda. Kalau kau tidak percaya, kau boleh bertanya kepada Mutia. Mutia!! Sini. "


" Sayang.. Jangan teriak-teriak. "


" Habisnya kau tak percaya kepadaku! Aku sangat ingin ke sana Arman. "


" Oke oke. Jika kamu ingin sekali ke sana? Aku yang akan mengantar mu. "


" Benarkah? "


" Benar. Apa yang tidak untukmu? "


" Oke. Aku akan bersiap, aku akan mengajak Mutia juga. "


" Sayang.. Kenapa ngajak dia? Aku tak ingin acara kencan kita? "


" Apa kau ingin mengambil ikan itu dari akuarium? Kalau aku terlalu sayang jika suamiku yang sangat tampan ini harus menyerokkk ikan. "


" Oke oke baiklah.. Apapun yang kau mau akan ku turuti. "


" Nah gitu dong. Kalau begitu aku bersiap dulu. "


" Hemp.. "


^^^*^^^


PT Daulay group.


" Halo, selamat siang pak Arman. "


" Siang, Vita? Ada apa? "


Sambungan telpon itu terhubung ke ruang direktur. " Hemp.. Begini pak. Ada seseorang yang ingin bekerjasama dengan bapak. Dan beliau sudah datang jauh-jauh dari... "


" Batalkan. Jika ia ingin sekali kerja sama itu. Suruh ia datang besok. "


" Baik tuan. "


Telpon itu mati. Dan ia langsung menghubungi Naufal. " Bisakah, kau kemari? "


" Ada apa? Tuan muda. "


" Cepat kemari saja. "


__


Dengan penuh kebingungan.


" Ada apa bos? "


Saat memainkan ponselnya. Arman dikejutkan kedatangan Naufal. " Sudah datang? Apa jadwal berikutnya? "


" Jadwal anda berikutnya adalah menandatangani kontrak dengan PT **** saja tuan, setelah itu Anda free. "


" Apakah dokumen tandatangan kontrak itu bersamamu? "


" Dokumennya masih dipegang oleh pihak pemilik hotelnya tuan. 30 menit lagi mereka akan tiba. "


" Telpon mereka sekarang. Katakan kalau pertemuannya di ganti hari esok. Saya masih ada urusan, dan kamu! Tolong antar aku pulang. "


Ini sebenarnya aku asisten atau supir ya? - Batin Naufal.

__ADS_1


" Baik bos. "


__ADS_2