Hanya Istri Bayangan.

Hanya Istri Bayangan.
H I B 62.


__ADS_3

Tanya A'yunina yang membuat Putri kaget bukan main.


" Eh iya Bu.. " Mencoba menutupi keberadaan Arman dan juga seseorang Wanita.


" Kamu kenapa? "


Gelagat dengan menjinjitkan kakinya kekanan dan ke kiri. " Kamu kenapa sih? Sudah kaya Carlie Chaplin tahu nggak? Bergerak tanpa berbicara. "


Baru ngeh.


Pasti ada apa-apanya ini.. //


Perasaan seorang ibu tak mungkin pernah salah.


" Kamu minggir ! " Dengan tatapan bak serigala yang mengaung.


" Minggir.. ! Ibu bilang minggir! " Ujar Ayu.


Sempat Putri tak ingin beralih dari posisinya sekarang. Karena takut. Putri memilih minggir.


Brengsek ! Kamu mengecewakan Mutia lagi rupanya. Sepertinya ibu harus membuat kamu jera Arman..

__ADS_1


" Kamu tahu? Tapi kenapa kamu tidak memberitahukan ibu ! Kenapa malah menutupinya Putri ! ! "


Untung saja anak-anak Mutia sedang terlelap. Mereka terbiasa tidur di lingkungan ramai jadi biar ada keributan apapun mereka tidak akan bangun.


" Bu.. Ibu tenang dulu ya.. Putri nggak ada maksud untuk menyembunyikan hal ini dari ib,- "


Kata yang belum sempat teruraikan. Terlambat bagi seorang ayu. Penghianatan yang sangat mendalam yang mungkin menyakiti hati putrinya. Kepala ingin mengeluarkan asap yang terkena percikan bensin dan ****** rokok yang menyambar.


" Huh ! Cukup! "


Dengan ala emak-emak era penjajahan. Kekuatan yang tak lumayan kuat karena termakan usia itu menyingkap lengan bajunya yang panjang. Tersulut emosi yang terpendam, dan ingin meluap saat ini.



Dengan kaget, Putri menerima stroller satunya. " Eh eh... Ibu.. Jangan.. Haduh.. Aku tidak bisa mengejar ibu kalau sudah kayak gini di cegah pun percuma. Mas Arman juga kenapa selalu saja nemplok sama yang semok Mulu sih? Apa kak Mutia kurang ya? 2 gunung saja sudah di lewati. Duh mas jangan serakah, kata dunia juga anak 2 aja cukup. Lha ini malah mau 4 gunung sekaligus.. hadeh jadi berapa anak kalau begini? "



Amarah ibu-ibu lebih menyeramkan dari pada di gerebek sayur. Kalau hanya ke injak kaki tak begitu sakit, lha ini harga diri seorang anak yang di jewer emaknya di tempat pusat restoran ternama yang ada di mall itu.


" ARMAN ! ! ! "

__ADS_1


Mata singa yang hendak ingin melindungi anaknya dari kejaran cheetah. " Apa? " Awalnya Arman tidak mempedulikan suara itu dan hanya menjawab seadanya.


Kesal tidak di hiraukan oleh Arman. Inisiatif dari power emak-emak. " Ih Arman ! Tidak sopan sekali kamu menjawab pertanyaan ibumu dan tanpa menoleh ke arahnya. "


//sekilas info. Jika Wina sedang ke toilet saat ibu Arman berjalan mendatangi nya. .


" Aw AW AW.. Sakit ibu... "


" Giliran begini saja bilang sakit-sakit. Tapi kalau sudah begini kamu apakah ingat kembali dengan Mutia? "


" Iya iya... Arman khilaf Bu.. Sumpah deh Arman.. "


" Eh eh siapa kamu? Berani-beraninya menarik telinga suami saya. " Tanpa mengetahui siapa yang menarik telinga Arman.


Lanjutnya.


" Lepas nggak ! Atau saya akan aduin kepada satpam yang ada di mall ini. Biar di tendang ke got sekalian. " Ancaman.


" Lapor lah non.. Apakah ibu mertua, eh salah mantan ibu mertua mu ini akan takut?? Justru satpam yang akan takut dan akan menjewer telinga mereka sendiri. Orang cari pekerjaan saja di mall saya sekarang malah mau nyuruh saya di tendang dari sini. "


Kemenangan berpihak kepada ibu pejuang anti pelakor atau pembinor di sikat abis pakai gorok ! ! !

__ADS_1


" Eh ibu.. Ibu kapan datangnya? Kenapa nggak ngabarin Wina dulu? "


Cih ibu ibu giliran sekarang? Tadi kemana aja neng hadeh heran deh sama anak anak jaman sekarang. Semuanya di serahkan (harta) tapi beda dengan cewek sekarang malah dia rela relain jadi sugar baby.


__ADS_2