
Lebaran insyaallah tetap Update.
**thankyou dah mampir ***
Tapi, ayah bintang tak semata-mata mengatakannya langsung. Ia ingin melihat hal apa yang membuat wanita yang dulu meninggalkannya berani menginjakkan kaki di kediamannya.
" Hal apa yang membuatmu kemari? "
" Waw... Kau cukup mengenalku mas. Benar-benar hebat. Tebakkanmu sangat hebat. "
" Sudahlah jangan basa-basi lagi, katakan saja apa yang membuatmu kemari? "
Ingin meluapkan emosi, namun ia tersadar jika wanita yang ada di depannya ini adalah wanita yang telah melahirkan sebuah malaikat kecil yang sekarang sudah beranjak dewasa dan menjadi sukses.
" Aku tak ingin berbasa-basi lagi kepadamu mas. Aku ingin bintang segera menikah. "
" Menikah? Kau pikir menikah itu seperti membalikkan telapak tangan? "
: Kau saja tak bisa menjalani hubungan pernikahan. Bagaimana kau menghendaki anak kita satu satu nya menikah?
Ingin kata-kata mutiara dia sampaikan kepada mama bintang. Namun, semua itu akan sia-sia. Seseorang berpendirian seperti mama bintang tak akan tinggal diam saja jika ia menolaknya.
" Aku ingin bintang menikah dengan sepupu jauh dari suamiku. "
( Deg. )
: Suami.
__ADS_1
: Rupanya dia sudah menikah lagi. Sebegitu mudahnya kau melupakan aku.
" Kau sudah menikah? "
" Ya.. Aku sudah menikah. Untuk apa aku terlalu lama menjanda. Tidak akan menjadikan ku sebagai ratu, lebih baik aku menikah. "
" Wow. Selamat ya.. " Getir, pahit yang harus ia terima.
" Ya ya ya.. Bagaimana? Apa kau bisa meminta bintang menemui ku satu Minggu lagi setelah pertemuan ini? "
" Akan aku usahakan. "
" Baiklah. Aku tunggu kabar baik darimu. "
Wanita itu nampak berubah setelah keluar dari rumah bintang, gayanya berpakaian sangat berbeda. Bukan lagi seperti wanita yang sudah ia kenal dulu, benar-benar seperti dua wanita yang sangat berbeda. Dari segi baju yang nampak saat ini sudah mengikuti tranding fashion, dan lukisan yang ada di wajah membuat wajah itu menunjukkan sifat tua dari pada usianya.
" Hemp.. "
Ternyata para tetangga yang joging terheran, pasalnya pintu rumah pak lurah sudah terbuka. Tidak biasanya. " Oalah.. Pantas saja terbuka. La wong ada mantan istri ke sini. "
" Hihihi.. Mau ngajak balikan kali. "
" Uihh jangan sampai. Kalau saya yang menjadi pak lurah, akan saya blacklist dari kontak. "
" Sok Sokan mau acara blacklist. Hp aja masih tulalit. "
" Hehhee.. "
__ADS_1
" Ya udah yuk.. Kita lanjut ke pasar subuh, barang-barang dan sayur masih fresh. "
" Ayuk.. "
FlashOff.
" Ada apa ayah menyuruhku pulang? Kurang kerjaan sekali.. Tak biasanya di suruh pulang, biasanya ayah akan selalu bilang. Jangan mudah menyerah dulu, karena menaklukkan hati wanita itu cukup sulit apalagi sudah ada buntut yang ia genggam. "
Tok tok tok..
" Permisi... "
Chika membuka pintu setelah bintang tak menyadari panggilan dari Chika yang sudah berkali-kali memanggilnya.
" Permisi pak.. Pak.. "
" Lho Chika.. Ada apa? Kapan kamu masuk? "
" Anu pak, ada sebuah telepon dari sekolahan. "
" Sekolahan? Astaga.. Aku lupa menjemput my prince and my princess ku. Bagaimana aku bisa lupa haduh.. Mereka pasti akan mengambek dan ambekannya lebih besar dari mommy beruang. " Mengambil kunci mobilnya di laci lalu memperbaiki jas yang ia kenakan langsung keluar dari gedung.
" Haduh... Semoga saja jalanan arah ke sekolah tidak macet. "
Setibanya di sekolah TK anak-anak Mutia.
Muka yang sudah di pasang cemberut oleh sang princess. Sedangkan si prince ia nampak biasa saja.
__ADS_1