HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 1


__ADS_3

Zahira sedang berjalan di lorong kampus dengan terburu-buru, zahira takut akan telat masuk mata kuliah, mata kuliah ini menentukan nasib zahira kedepannya.


zahira adalah mahasiswi tingkat akhir disalah satu universitas ternama di kota X, dia sedang menyelesaikan tugas terakhirnya yaitu skiripsi.


" aduh sudah terlambat ni...gara ningsih sih tidak membangunkan ku " di depan ruangan mengigit bibir bawahnya karena sedang merasa gugup takut kalau masuk zahira suruh keluar.


"Masuk sajalah yang penting mencobanya dulu. Kalau belum mencoba bagaimana bisa mengetahui hasilnya" kata zahira yang sedang menyemagati dirinya.


"Krekkk....." suara pintu, Zahira hanya sedang berusaha masuk tanpa menimbulkan suara yang bisa merusak konsentrasi mahasiswa lainnya,


menutup pintu dengan dengan sangat pelan dan berjalan kearah temannya yang sedang serius memperhatikan dosen menulis dipapan.


"Kenapa kamu sekalian datang pada saat jam mata kuliah ini selsai...." kata Ningsih saat melihat zahira duduk sampingnya


"Gara-gara kamu saya terlambat" jawab Zahira dengan nada pelan


" Lo kok aku sih, baiklah saya minta maaf, karena saya merasa menyesal bagaimana kalau kita keluar malam ini. biasa anak muda" kata Ningsih dengan nada dibuat menyesal


Zahira yang mendengar itu hanya melotot kearah Ningsih. Zahira malas membalas perkataan temannya, kalau membalas perkataan teman yang sekaligus Sabahat nya bisa-bisa panjang dan tidak ada habisnya jadi Zahira memilih untuk mendengarkan apa perkataan dosen yang sedang menjelaskan dibandingkan perkataan sahabatnya yang kurang berfaedah.

__ADS_1


"Bagaimana kamu mau kan keluar sebentar malam... Ayolah kita sudah lama tidak keluar, kenapa sih kamu betah banget tinggal di rumah " kata Ningsih setelah melihat dosen dan mahasiswa lain keluar dari ruangan.


"Apa kamu bilang, lama tidak keluar, jadi yang tadi malam itu apa? " tanya Zahira dengan nada tidak percaya.


"Emang iya kita keluar tadi malam ? " jawab Ningsih pura-pura lupa


"Iya Ningsih ku sayang...... sudah ah... ayo kita ke kantin aku lapar" ajak zahira yang malas menjawab pertanyaan Sabahat nya.


yang diajak malah diam dan tidak bergerak sedikitpun, namun tiba-tiba Ningsih berdiri dan memukul meja dengan keras sehingga menimbulkan suara gaduh dan setelah itu Ningsih langsung berlari. zahira melihat kelakuan temannya itu kaget dan mengikuti ningsih yang berlari kencang.


Ningsih sudah sampai di kantin dan duduk di pojokkan, zahirah hanya mengikuti setiap gerakan Ningsih lakukan dengan mengatur napasnya.


"Pengen saja" jawab Ningsih singkat padat dan jelas.


"Apa" dengan nada sedeikit berteriak "Aku kira ada sesuatu mendadak dan bodohnya aku juga mengikutimu berlari sampai ongos-ongosan" cemberut karna merasa sudah di kerjai oleh teman satu-satunya itu.


"hahaha.... Kamu bukan bodoh tapi terlalu polos" masih tertawa "Kamu mau pesan, aku pesan dua es teh manis dan nasi campur " kata ningsih


belum sempat juga zahirah menjawab mau pesan apa tapi ningsih lebih dulu memesan untuknya

__ADS_1


"Terus kenapa dia bertanya kalau dia sendiri yang memutuskannya" batinya zahirah


"Aku ke toilet dulu ya..makan banyak supaya tambah tinggi "


"Hmmm...."jawab Zahirah seada saja


didalam toilet Ningsih mendengar mahasiswi yang juga sedang masuk ke dalam toilet.


" Kamu liat tidak laki-laki yang sedang berjalan menuju ruangn Rektor dengan balutan jas, tinggi dan mata tajam"


" Ya..ya..ya.. saya liat dan jangaan lupa wajahnya yang sangat tampan, kamu tau tidak laki-laki itu siapa" tannya mahasiswi yang lain


"Taulah siapa lagi kalau bukan salah satu donatur terbesar dikampus ini..tapi siapa ya namanya.." berpikir keras "Saya lupa namanya tapi kalau tidak salah namanya didepannya itu ada Aditya deh tapi Aditya siapa ya...."


Ningsih keluar dari toilet dengan muka heran melihat mahasiswi itu di depan cermin toilet yang sedang menambah tebalnya lipstik yang merah itu "Siapa sih yang di bicarakan para perempuan ini yang bajunya kurang bahan... Kenapa dia begitu heboh hanya seorang laki-laki" batin


Ningsih yang sedang berjalan kembali kekantin .


Sebelum sampai di kantin Ningsih melihat seorang pria yang sedang berjalan kearahnya tiba-tiba dadanya berdetak dengan kencang ketika laki-laki itu melewatinya berjalan melewati toilet laki-laki, Ningsih terus saja melihatnya tanpa mata berkedip dan sampai dia sadar bahwa dia diperhatikan dengan seorang wanita yang ikut dibelakang pria itu dan berdiri didepannya dengan muka heran.

__ADS_1


Menyadari itu Ningsih buru-buru berjalan kekantin dengan kepala tertunduk, Ningsih merasa malu karna untuk pertama kalinya dia melihat laki-laki tanpa berkedip dan parahnya lagi ningsih kedapatan dengan wanita bersama pria itu.


__ADS_2