HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 79


__ADS_3

Zahirah terbangun, matanya mencari kemana suaminya berada ternyata suaminya tertidur di sandaran kasur. Zahirah ingin duduk tapi tangannya diinfus. zahirah akhirnya duduk dengan susah payah. Tangan zahirah terulur kepipi suaminya yang masih merah akibat perbuatannya.


"Maafkan aku mas, aku sungguh tidak berniat melakukan ini " mengusap pipinya dan air mata yang sudah terjatuh.


Aditiya merasakan, ada yang mengusap pipinya membuka matanya. mata mereka bertemu, Aditiya tersenyum itu membuat Zahirah tidak bisa menahan tangisnya. Kenapa suaminya tidak marah setelah apa yang dilakukan olehnya.


"Loh kok nangis, mas baik-baik saja sayang" mengusap pipi istrinya


"Mas.... " kepala Zahirah bersandar di dada suaminya.


"Hmmm... kau ingin makan sesuatu atau kau ingin minum, " mencium dan mengusap kepala istrinya.


"Mas...." suara zahirah tersendak


"Kenapa sayang"


Zahirah mendongkak kepalanya, "Cup" Aditiya mencium istrinya cepat dan tersenyum.


Zahirah memukul dada suaminya. "Hahaha, makanya cerita jangan memasang muka yang menggemaskan saya kan tidak tahan ingin menciummu" Aditiya mencium istrinya lagi tapi cium ini sangat lama.


Aditiya mencium istrinya ingin memberi tahu istrinya kalau semuanya akan baik-baik saja.


Zahirah kehabisan napas sementara Aditiya tersenyum. Aditya membersihkan sisa ciuman di bibir istrinya.


Zahirah menatap suaminya "Mas apa ini sakit "

__ADS_1


Aditiya tersenyum "Tidak sayang, masa cuma di pukul pelan sedikit sakit. Saya kan laki-laki sayang."


Aditiya sudah megerti kenapa istrinya bertingkah berlebihan kalau dirinya memberikan respon kesakitan ketika istrinya memukulnya tidak sengaja ini semua karna trauma istrinya.


"Mas bohong.... jelas-jelas aku menampar mas sangat keras sampai bibir mas menggeluarkan darah" Zahirah masih mengingat semuanya.


Sekarang aditiya juga tau kalau apa yang di lakukan istrinya jika itu menyangkut menyakiti seseoarang semua kejadian tersimpan di dalam ingatan istrinya.


"Itu tidak terlalu sakit sayang. Sudah ah jangan bahas sakit atau tidak terpenting mas tidak apa-apakan, kau liat sendirikan" Zahirah mengangguk.


"Jadi bagaimana perasaan mu sayang? " tanya Aditiya pelan


Zahirah nampak berpikir "saya baik-baik mas"


Aditiya mengangguk,


"deg! " Zahirah baru menyadari kalau sekarang ia hamil.


Zahirah mengangkat bajunya memeriksanya dan betapa besyukurnya Zahirah kalau anak yang di dalam kandungnya baik-baik saja.


Zahirah mengusap lembut perutnya, "Nak maafkan ibu.. ibu... ibu... hampir membunuhmu.... kau hampir tidak bisa melihat dunia ini.... kalau itu terjadi aku... aku... aku..... tidak tau apa yang akan kulakukan pada diriku sendiri" bergetar ketakutan.


"Sayang tenanglah semuanya baik-baik saja. dede bayi baik-baik saja. Tenanglah" Memeluk istrinya dengan sayang mencium kepala istrinya beberapa kali agar istrinya tenang.


"Maafkan aku mas... aku hampir membunuh anak kita, " Aditiya tersenyum dan menghapus air mata istrinya

__ADS_1


"Sudah yah nangisnya, dari tadi kau menangis sayang kasihan dede bayinya nanti sedih juga kalau ibunya juga sedih" Zahirah mengangguk.


Zahirah memeluk suaminya, ia sangat bersyukur memiliki suami yang hatinya lembut. Kalau tidak ada suaminya sekarang mungkin akan ia akan menyusul ningsih.


"Sayang"


"Hmmm"


"Kau mulai mengikuti cara mas menjawab yah"


"Hehehe.... mas yang ajarin" Zahirah tiba-tiba mencium suaminya


"Jangan menggodaku sayang... kau sedang sakit,"


Zahirah menampakkan muka polosnya "aku tidak mengodamu mas. "


"Aku tahu kalau kau tidak mengodaku tapi asalkan kau tahu semua yang tingkah lakumu, itu semua adalah godaan bagiku"


"Mas terlalu meseum " bisiknya di telinga suaminya dan mengigitnya pelang


"Astaga zahirah..." muka Aditiya mulai memerah


"tidak taukah kalau yang di bawah sana minta dikeluarkan. " batinnya


Zahirah hanya tertawa melihat muka merah suaminya karna menahan sesuatu.

__ADS_1


Zahirah memeluk suaminya, "aku mencintaimu mas... sangat. " zahirah menutup matanya karna pengaruh obat.


aditiya tersenyum bahagia "aku juga sangat mencintaimu sayang" mencium istrinya dan ikut tertidur dengan memeluk istrinya.


__ADS_2