
Susaana di ruang rapat kali ini terasa lebih mencekam dibandingakan rapat sebelumnya pasalnya Aditiya datang duluan. Semua orang yang pertama memasukki kaget, melihat Aditiya sudah duduk di kursi kebesarannya santai dengan muka yang tak terbaca. Semua orang sedang memikirkan kesahalan yang telah perbuat hingga membuat Aditiya datang terlebih dahulu. Sementara amAldi berdiri seperti biasanya dengan wajah yang menakutkan.
"Semua sudah datang" Aditiya bertanya duluan dan itu membuat suasana menjadi lebih tegang
"Saya hanya ingin menyampaikan bahwa minggu depan saya akan membuat acara terbesar di tahun ini dan ingin menyampaikan sesuatu" para direktur yang ada hanya diam dan mendengarkannya "Dan semua yang ada di sini bisa membawa keluarganya" para direktur yang awal hanya duduk menundukkan kepalanya mendengar perkataan Aditiya mengangkat, kepalanya. "Saya akan memberikan kebebasan, tapi dengan cacatan yang hadir tidak bisa mengularkan gosip sedikitpun bahkan hanya satu kata ketika semua pulang dari acara tersebut" aditiya menyelesaikan tanpa ingin di tanya dan setelah selesai berbicara ia langsung keluar dari ruangan rapat.
Ketika Aditiya keluar Aldi maju "Apa semuanya megerti yang disampaikan tuan Aditiya "Yang awalnya rapat lebih tenang ketika aditiya keluar menjadi tegang kembali "Saya berharap semua yang hadir nanti di acara tidak membuat masalah bagi tuan Aditiya" dari nada Aldi tidak ada kata-kata minta tolong tapi sebagai nada ancaman yang berarti yang berbuat masalah akan mendapatkan hukuman "Baik kalau semuanya mengerti rapat selesai."
Setelah Aldi keluar diruangan rapat menjadi gaduh, di lain sisi para direktu itu menjadi bahagia karna untuk pertama kalinya tuan Aditiya membuat acara besar yang awalnya tidak pernah semenjak ayahnya meninggal tapi di lain sisi direktu itu takut membuat salah di acara tersebut.
Zahirah sampai di depan Apartemen Ningsih. sebelum sampai disini di depan Apartemen Ningsih, Zahirah terlebih dahaulu pergi kekontrakan Ningsih dan disitu ia dapat kabar kalau Ningsih sudah pindah.
__ADS_1
"Ting...ting...ting..." suara bel
Ningsih melihat siapa datang di saat ia sedang sibuk "Zahirah" Ningsih berteriak senang "Masuk..anggap rumah sendiri"
"Kamu baru pindah ning" Zahirah masuk dan melihat isi betapa luar biasanya apartemen ini siapa yang meberikan Ningsih.
"Iya....kau taukan kalau kita tidak bisa memiliki tempat tinggal seluas ini."
"Iya "
"Ehh...loh kok tiba-tiba" Zahirah kaget mendengar permintaan tiba-tiba sahabatnya, bukan ia tidak ingin tapi dengan statusnya sekarang Zahirah tidak bisa mengabulkan permintaan Ningsih.
__ADS_1
"Bukannya aku dulu memberi tahumu kalau aku sudah memiliki pekerjaan yang baik dan sudah membeli tempat tinggal yang layak aku ingin mengajakmu tinggal bersama."
"Iya tapi aku tidak bisa...maafkan aku" Zahirah tertunduk dengan muka yang menyesal, "Maafkan aku ningsih sungguh, aku sangat bersyukur kau bisa sesukses seperti ini dan aku sangat bahagia sungguh."
"Hahaha...." Ningsih hanya tertawa melihat muka Zahirah ingin menangis, ia mengerti kalau Zahirah belum bisa meninggalkan rumah orang tuanya yang penuh dengan kenangan indah Zahirah "Baiklah tidak usah, memasang wajah seperti itu"
"Kau memaafkanku?" Zahirah bertanya dengan ceria.
"Memangnya kamu membuat salah"
"Tidak sih" Zahirah kesal selalu ada orang menjahilinya ia jadi mengingat suaminya, zahirah tersenyum tipis.
__ADS_1
Zahirah melihat sahabat berbicara tidak jelas. Zahirah meilhat Ningsih begitu sangat bahagia, "Ningsih apa kamu bahagia"
"Iya sangat-sangat bahagia" Ningsih menjawab dengan wajah yang sangat ceria menandakan kalau ia betul bahagia tidak ada kebohongan dari wajahnya karna selama ini ia hanya pura-pura bahagia. Zahirah merasa sangat bersyukur karna beban di mata Ningsih perlahan-lahan mulai menghilang.