HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 35


__ADS_3

Zahirah akhirnya pasrah, ia tau bahwa untuk melawan suaminya, ia tidak akan bisa menang. "Baiklah kalau itu maunya mas"


Aditiya mengusap kepala istrinya "begitukan bagus."


Sebelum sampai keruangan Ningsih, telepon Aditiya berdering.


"Hmmm" guman Aditiya


"Tuan ada masalah diperusahan pusat dan ini harus anda sendiri yang turun tangan" Aldi menghubungi Aditiya ada masalah perusahaan pusat, seseorang telah menggelapkan uang perusahan, bukannya Aldi tidak bisa membereskan masalah tapi yang menggelapkan uang perusahan adalah paman Aditiya dan hanya Aditiya yang bisa menangganinya karna ini urusan keluarga.


Aditiya mengerti maksud Aldi jika ia harus turun tangan sendiri maka masalahnya ini berkaitan keluarganya sendiri "Baiklah, saya segera kesana " Aditiya menutup telpon.


Aditiya melihat istrinya sedang sorot mata bertanya, ia masih ingin bersama dengan istrinya tapi karna ada masalah diperusahaan ia harus meninggal istrinya, ini berat rasanya.


Aditiya memgambil tangan sendirinya "Aku harus kembali perusahaan ada masalah kecil "


"Mas tidak papa kembali jam segeni ini sudah larut malam mas?" tanya Zahirah khawatir

__ADS_1


Aditiya tersenyum "Saya sudah terbiasa seperti ini" Aditiya membawa Zahirah kepelukannya "Jadi aku pergi dulu, besok pagi aku akan kembali menemuimu."


Zahirah membalas pelukkan Aditiya "Iya" Zahirah mendongakkan kepalanya "Mas hati-hati ya, di jalan dan jangan terlalu capek ya." Xahirah tersenyum, Aditiya menganggukan kepalanya dan mencium sekilas bibir istrinya.


"Mas" Mahirah memasang waja cemberut


Aditiya tertawa melihat wajah cemberut istrinya "Menggemaskan" batin Aditiya


Setelah aditiya pergi, Zahirah menlanjutkan perjalannya sesampainya diruangan, ia mendapat sorot mata yang tajam dari sahabatnya.


"Dari mana saja kau, kau tau ini sudah jam berapa dan kenapa kau tidak membawa hp mu" Ningsih sedang kesal karna ia khawatir


"Bagaimana caranya saya menjawab kalau kau berbicara terus " Zahirah memasang wajah tak bersalah.


Ningsih menghela napasnya "Jadi kemana saja, kau baru saja pulang segini?" tanya Ningsih.


Zahirah tersenyum untuk menghilangkan gugupnya, sebenarnya diperjalan menuju ruangan Ningsih ia berpikir apa yang ia harus jawab pertanyaannya Ningsih "aku kekantin" jawab zahirah jujur

__ADS_1


Ningsih heran kenapa Zahirah kekantin lama betul, apa yang dia makan "Terus apa yang kau lakukan dikantin lama sekal?i " tanya ningsih penasaran.


"Ya...makanlah Ningsih, emang saya mau ngapain dikantin"


"Tapi" Zahirah memotong ngomongan Ningsih "udah ah masa gara-gara kekantin saja mau dipermasalahkan, emangnya kamu tidak mau tidur ini sudah susah hampir subuh, tidur yuk. saya capek" Zahirah memang lelah dengan praduganya sendiri.


"Baiklah, ayok tidur kata dokter aku bisa pulang besok" Ningsih bersemangat, ia sudah tidak sabar ingin bekerja diperusahaan Aditiya. Agar dia setiap hari bisa melihat Aditiya dikantor, sapatau dengan bertemunya setiap hari Aditiya bisa membuka hatinya untuknya.


Zahirah tidak bisa tidur, ia memikirkan hubungannya dengan Aditiya. Seakan-akan ia menjalani kehidupam suami istri yan normal seperti orang-orang yang lain, tapi bukankah Aditiya siuaminya terus apa permasalahannya.


Ya apa masalahnya Zahirah, ia tau tidak ada perlu dipermasalahkan tapi yang jadi malasah adalah hatinya Aditiya terhadap dirinya sedangkan ia mengetahui yang diinginkan hatinya.


"Apa yang harus kulakukan jika rasa sukaku yang terus tumbuh terhadapnya tanpa bisaku cegah, tanpa kusadari hatiku sudah terlalu banyak berharap terhadap suamiku dan apa yang harus kulakukan sekarang sementara saya tidak mengetahui perasaan suamiku sendiri.


Tuhan saya takut atas perasaanku sendiri, saya takut ditinggalkan untuk sekian kalinya dan jika orang yang kucintai meninggalkanku lagi saya tidak tau apa yang terjadi diriku kelak.


Apakah bisa saya berharap bahagia bersama suamiku kelak." Batin Zahirah.

__ADS_1


Malam ini Zahirah tidak tidur sedangkan Ningsih tertidur nyeyak untuk menyambut hari esok yang cerah.


__ADS_2