HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 17


__ADS_3

Aditiya memegang bahu Zahirah yang tertunduk dalam


"Kamu harus bersabar " kata Aditiya


Aditiya tidak tahu ingin berkata seperti apa untuk menghibur wanita yang ada dihadapannya ini


Zahirah hanya mengelengkan kepalanya dengan keras.


Aditiya tidak tau kenapa dia selalu berurusan dengan perempuan ini dalam keadaan yang memyedihkan.


"Apa yang sebenarnya terjadi" tanya Aditiya


Dokter mulai menjelaskan bagaimana ibu Zahirah masuk rumah sakit sampai akhirnya meninggal.


"Hmm..kamu selesaikan urusan administrasi ibu Zahirah! " perintah Aditiya kepada dokter yang menangangni ibu Zahirah.


"Baik pak " jawab dokter


Zahirah masih saja duduk dengan memandang ibunya yang terbaring kaku, air matanya terus saja mengalir, ia tidak bisa berkata-kata lagi dan tidak tahu harus melakukan apa.


Aditiya memperhatikan Zahirah yag begitu berantakan, rambut sudah tidak rapi lagi mata bengkak dan tubuh yang tak berdaya. Aditiya ingat perkataan adik bahwa ia berjanji untuk menikah.


Timbul didalam hati aditiya ingin menolong wanita dihadapannya dengan cara menikahinya. Walau Aditiya belum tahu bahwa menikahi Zahirah hidupnya akan bahagia atau akan seperti orang tuanya, ia hanya kasihan melihat kondisi Zahirah dan takut kalau Zahirah akan berbuat tidak-tidak.


Aditiya keluar dari ruangan dimana Zahirah berada, ia ingin menelpon aldi untuk menemuinya sekarang juga.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa menit Aldi sudah berada tepat di belakang Aditiya yang sedang memperhatikan Zahirah yang masih saja menangis.


"Tuan ada yang bisa bantu" tanya Aldi


Aditiya berbalik kearah Aldi dan duduk dikursi yang berada disampingnya " Iya... duduklah" kata Aditiya


"Makasih pak" jawab Aldi ketika berada disamping Aditiya


"Aldi saya mau menikah" kata Aditiya


Aldi terlonjak kaget mendengar bosnya tiba-tiba ingin menikah, karna semenjak ia bekerja dengan Aditiya, ia tidak pernah mendengar perkataan sakral itu keluar dari mulut tuannya.


Namun sekarang tidak ada angin tidak ada hujan tuannya yang sekaligus dianggapnya kakak itu ingin menikah. Apakah kakaknya ini kepalanya sudah terbentur sehingga otak geser sedikit.


"Aldi saya serius jangan main-main" kata Aditiya dingin


"Maaf tuan, jadi apa yang harus kulakukan? " tanya Aldi serius


"Aku ingin menikahi perempuan yang bernama Zahirah dan sekarang berada di dalam ruang itu" tunjuk Aditiya di mana Zahirah berada.


Aldi berdiri kearah di mana Aditiya tunjuk, Aldi membuka sedikit pintu dan melihat seseorang perempuan duduk disamping ranjang dimana seseorang pasien sudah tak bernyawa lagi.


Aldi memperhatikan wanita yang ingin dinikahi tuannya, ia mencari keistimewaan perempuan itu tapi ia tidak mendapatkannya yang hanya bisa melihat seorang wanita yang terlihat tak berdaya.


"Apa bos yakin? " tanya Aldi setelah melihat wanita yang ditunjuk Aditiya

__ADS_1


"iya, jadi lakukan segala cara agar dia ingin menikahi saya " perintah Aditiya


"Baiklah" kata Aldi


"Saya tunggu kabar mu secepatnya" kata Aditiya.


Yang dimaksud tunggu kabar secepatnya itu dalam waktu, satu minggu jadi aldi harus memberi kabar baik dalam kurung waktu seminggu.


Aldi menghela napasnya bukannya Aldi tidak senang mendengar kalau tuannya itu ingin menikah tapi ia pusing bagaimana cara agar wanita itu ingin menikah dengan Aditiya tanpa paksaan sementara Aditiya baru bertemu dengan wanita itu dua kali saja.


Ditengah aAldi sedang berpikir keras di kagetkan suara pecehan gelas di ruangan Zahirah berada, Aditiya buru-buru menuju keruangan Zahirah berada dan ikuti oleh aldi


Aditiya masuk di dalam ruangan mencari di mana Zahirah berada namun ia tidak menemukanya. satu-satunya yang ia belum buka adalah Toilet


Aditiya membuka pintu Toilet "Brak" , ia melihat zahirah didepan cermin memegang pecahan kaca telepak tangannya sudah berdarah


Aditiya mendekati Zahirah dan merebut pecehan kaca "Apa kau sudah gila...hah" bentak Aditiya


Zahirah mendongkak kepalanya keatas melihat siapa dihadapan hatinya bertanya "Kenapa selalu dia yang melihatku dalam keadaan tak berdaya...kenapa?. "


Aditiya menarik kedalam pelukannya, ia tidak tahan melihat mata memohon Zahirah, ketika berada di dalam pelukan Aditiya Zahirah memuluknya dengan erat.


Zahirah butuh sandaran saat ini siapapun itu, ia tidak mampu menahan gejolak dihatinya, Zahirah menumpahkan segalanya di dalam dekepan Aditiya.


Aditiya meringis akibat pukulan zahirah dibelakang punggunya, Aldi ingin maju untuk menghentikan yang dilakukan Zahirah tapi Aditiya menghentikan dengan sorot matanya.

__ADS_1


__ADS_2