HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 38


__ADS_3

"Zahirah" bentak Aditiya


Zahirah tersadar dari hayalannya, ia memegang pipi air mata, apa suami melihat dalam keadaan seperti ini, kenapa harus seperti ini


"Ra..." panggil Aditiya lembut


"Apa yang kamu lakukan barusan"


"Saya melakukan apa mas?" tanya Zahirah heran.


Vukankah ia sedang duduk diranjang dan tersenyum bahagia sampai ketika ia teringat ibunya setelah itu ia sudah mengingatnya.


Aditiya kesal dengan keadaan ini "Kau tadi hampir terjatuh kebawa jika saya tidak menarik mu " suara Aditiya kembali tinggi


"Ah saya tidak tau mas " jawab zahirah jujur


Aditiya mulai bertanya-tanya apakah istrinya ini tidak bahagia menikah dengannya tapi ia tidak memperlakukan istrinya dengan buruk kecuali memasakknya menikah dengannya selebihnya ia menuruti kemauan istrinya dan bersikap lembut


"Apa kau tidak bahagia menikah denganku?" tanya Aditiya cemas


Zahirah kaget mendengarkan pertanyaan suaminya "Nas" ia tidak bisa menjawab.


"Jawab Zahirah" tangan Aditiya memegang kedua pundak Zahirah, ia memperhatikan mata Zahirah, kenapa ia tidak bisa menebak isi pikiran istrinya padahal ia pandai dalam mengintimidasi

__ADS_1


"Mas, aku..aku..aku" Zahirah terbata ia bingung harus menjawab apa


"Ahhh...iya... sudah kuduga kau memang tidak bahagia menikah denganku padahal aku tidak pernah melakukan sesuatu yang buruk padamu" kata Aditiya seenaknya


"Mas bukan begitu" Zahirah mulai cemas karna suaminya mulai berpikir tidak baik tentang dirinya.


"Sudahlah...kau tidur saja, saya mau kembali kekantor dan ya... tak usah menenugguku."


Setelah berkata begitu Aditiya keluar dari kamar tanpa berbalik meninggal istrinya sedang duduk dilantai sambil menangis.


Aditiya tidak ingin melihat istrinya, ia takut melihat matanya ia akan goyah. Aditiya marah kenapa istrinya susah sekali berkata jujur


Aldi yang ingin tertidur karna baru kali ini ia bisa tidur cepat, dikagetkan denga suara dering pesan


Mati aku kalau tuan duluan sampai di kantor, habislah riwayatku bisa-bisa aku bermalam seminggu di kantor.


Aldi mengandari mobil dengan cepat sampailah, ia di kantor ia belun melihat mobil tuannya. apakah ia harus bersyukur atau akan kejutan lagi dengan sesuatu yang ia tidak bisa pikirkan.


Aditiya sampai dikantor denga raut wajah susah diartikan.


"Tuan "


"Hmm"

__ADS_1


"semua pengawai sudah mau pulang"


"Suruh semuanya kembali bekerja tanpa terkecuali"


"Baik tuan."


Aditya memasukki kantor, ia melihat seketarisnya keluar litf.


"mau kemana kau "


"Pak" salam hormat "Saya mau pulang tuan inikan sudah jam pulang" berbicara tanpa beban ia tidak melihat raut wajah Aldi yang tegang


"Oh mau pulang ya.... silahkan" Aditya memberikan jalan


"Ah...terima kasih Pak" pas ia ingin melangkah keluar ia melihat raut wajah Aldi. Mati aku sudah berbuat kesalahan fatal dan apa tadi dengan gampangnya ia memberikan jalan saya tidak bahwa memberi jalan itu bertanda saya akan keluar selama-selamanya dari kantor ini, apa yang harus lakukan "Ah tuan, saya tidak jadi pulang. saya lupa kalau masih ada dokumen yang belum saya selesaikan" kata seketaris mencari alasan


Aditiya tidak menjawab apakah ia harus bersyukur.


Di kantor semua sibuk tiba-tiba saja ada proyek besar. Yang tadinya kantor merasa hangat karna paginya mendapatkan sapaan hangat dari pemilik perusahan tapi tiba-tiba menjelang pulang kantor menjadi tegang dan terkendali.


Sementera ada seorang wanita sedang menangis dan menyalakan dirinya. Ia teringat kata-kata suaminya kalau ia tidak bahagia menikah dengannya.


"Saya bahagia mas, sangat-sangat bahagia mas. Kebahgiaan mas berikan susah saya ungkapkan. maafkan saya mas. Maafkan saya tidak tau harus berkata apa tapi sejujurnya saya tidak tau bercerita dari mana dan paling penting saya takut menyakiti mas." Zahirah masih dilantai, sekarang ia berbaring dengan memuluk kedua lututnya. keadaan ini ia selalu lakukan kalau hati terasa sangat sesak.

__ADS_1


"Maafkan saya mas, mas ingin tau apa yang kurasakan menikah denganmu. Kau membuat hatiku mendapatkan sercercah harapan untuk menjalani hidup dengan bahagia. Menikah denganmu membuatku ingin hidup selama mungkin asalkan bersamamu. aku mencintaimu mas Aditiya" racau Zahirah putus asa.


__ADS_2