HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 31


__ADS_3

Ningsih senang sekali karna dihadapannya adalah laki-laki, yang ia liat pertama kali membuatnya salah tingkah dan membuat jantungnya berdetak cepat tapi ia bersikap cuek terhadap pria idamannya agar tidak ada yang mengetahui perasaannya termasuk sahabatnya Zahirah.


Ningsih tidak pernah mengerti kenapa ia harus jatuh hati terhadap sosok pria yang banyak yang inginkan menjadi kekasihnya padahal ia tau kalau Aditiya hanya sebatas mimpi baginya.


Tapi sekarang kenapa sosok mimpi baginya berada dihadapannya sekarang, ningsih bertanya pada hatinya bukankah ini takdir Tuhan mempertemukan mereka berdua.


Aditiya sedang mengcek hpnya "sudah puas memandangiku, " tanpa menoleh kearah Ningsih.


Ningsih tersentak ternyata ia kedapatan sedang memandangi Aditiya " Siapa yang menatap anda, "


Aditiya menatap balik, " Terus " kata Aditiya dingin


Ningsih yang tiba-tiba mendapatkan tatapan dingin tergaga, "Aku..aku..aku menatap dinding, memang ada yang melarang. " jawab Ningsih asal.


Aditiya hanya diam dan kembali hp untuk menghubungi alAldi, ia ingin bertanya pergi kemana istri jam makan siang. apa lagi yang ditanya tidak menjawab membuatnya bertambah kesal.


Tidak beberapa lama pintu terbuka masuk sosok wanita dengan penampilan yang sedeharna tapi tidak menghilangkan paras cantiknya. Zahirah kaget melihat sosok laki-laki yang sedang duduk bersantai sambil memainkan hpnya.

__ADS_1


"Apa yang aditiya lakukan diruangan Ningsih, apakah ia memberi tahu Ningsih kalau aku adalah istrinya tapi bukankah ia bilang tidak boleh memberitahu siapapun termasuk Ningsih terus untuk apa dia lakukan di sini. " batin Zahirah ingin rasa Zahirah berteriak dalam setuasi seperti ini.


Aditiya sebenarnya sudah mengetahui kalau yang membuka pintu adalah zahirah ia mendapatkan informasi dari Aldi.


Zahirah berjalan kearah ningsih sambil memandangi aditiya, sesampai ditempat tidur dimana ningsih sedang duduk. "Kau mengenalnya, " berbisik


Ningsih tersenyum dan menganggukan kepalanya, "Tentu saja " siapa sih yang tidak mengenal Aditiya Kusuma Wijaya dia adalah sosok laki-laki yang banyak diingini perempuan diluar sana.


Zahirah merasakan sesuatu dihatinya ketika melihat senyumnya sahabat tapi ia belum mengerti arti senyum itu, ia takut untuk megira-gira.


"Pak kenalkan ini sahabat saya Zahirah" Ningsih memperkenalkan Zahirah kepada Aditiya,


Apa-apaan ini apakah dia sedang bermain sandiwara atau dia sengaja "Zahirah" Zahirah mengulurkan tangan dengan ragu-ragu.


Zahirah harus mengakhir sandirawah ini, ia harus mengusir suaminya dari ruangan ini, jika terlalu lama maka ada keselahapahaman.


"Kalau boleh tau apa tujuan pak Aditiya datang keruangan teman saya? " tanya Zahirah

__ADS_1


"Saya hanya ingin memberitahu kalau surat lamaran temanmu di terima. " jawab Aditiya dengan santai tanpa beban


"APA !!! kenapa pak Aditiya sendiri yang harus datang menyampaikan kalau saya diterima diperusahannya, apa ini masuk akal " batin Ningsih kaget


Zahirah sangat senang mendengar bahwa sahabatnya mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik tampah harus bekerja siang dan malam.


"Benarkah pak" mata Zahirah berbinar bertanda ia bahagia,


aditiya mengangguk kepalanya.


Ningsih memang sudah beberapa kali mengirim surat lamarannya perusahaan Aditiya tapi belum pernah ada satu lamaran pekerjaannya di terima. Ningsih merasa bahagia akhirnya cita-citanya dapat terwujud bisa bekerja diperusahaan Aditiya.


Zahirah merasa semenjak menikah dengan Aditiya, kehidupannya perlahan-lahan mulai berubah. Nasib buruk yang selalu menimpah tidak pernah lagi datang dan orang-orang terdekatnya mendapatkan keberuntungan.


Aditiya sendiri tidak tau apa yang ia lakukan sekarang di ruangan ini padahal pekerjaan di kantornya menumpuk, ia hanya ingin melihat kembali senyum terakhir sewaktu istrinya memasangkan dasi.


Zahirah dan Aditiya tidak tahu bahwa dihati mereka sudah tumbuh benih cinta tanpa mereka sadari sementara ningsih sudah lama jatuh cinta dengan Aditiya.

__ADS_1


Tapi apakah mereka akan mendapatkan kebahagiaannya masing-masing.


__ADS_2