HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 53


__ADS_3

Diperushaan semua pengawai sibuk dengan pekerjaannya masing-masing tak terkecuali Ningsih sudah beberapa ini ia sangat sibuk. Ningsih selalu saja menolak Zahirah yang ingin bermalam diapartemennya karna ia selalu saja kerja lembur. Ketika pulang dari kantor ia akan langsung tidur. Pernah suatu ketika ia pulang kerja sesampainya diapartemenya ia duduk disofa dan tertidur. Ningsih tidak ada waktu untuk mengganti pakaiannya.


Tapi dengan semua pekerjaanya yang ia kerjaan tidak membuatnya lelah justru membuatnya sangat bahagia karna ia mempunyai banyak waktu bertemu dengan Aditiya walaupun kebanyakkan ia bertemu dengan Aldi.


Aditiya sengaja memberikan tugas Ningsih banyak supaya istrinya tidak jadi bermalam diapartemen Ningsih tetapi Aditiya memperlakukan Ningsih sangat baik. Beberapa kali menggirimnya makan keruangan kerja Ningsih dan biasa ia memberikan bonus atas kerja kerasnya.


Ningsih yang mendapat perlakuan baik dari Aditiya membuat dirinya sangat bahagia dan berasumsi kalau Aditiya menaruh hati kepadanya karna tidak pernah ada kariyawan yang mendapatkan perhatian Aditiya sedangkan Aditiya menganggap Ningsih sabagai adik kandungnya.


Suasana di ruangan Ningsih sedang sibuk tiba-tiba ada sebuah makanan datang "wah ini enak sekali" ina membuka isi makanan yang datang


"Mana kuliat " teman yang satunya mendekati ina "Kita beruntung iya satu ruangan kerja dengan Ningsih. Kita makan enak terus walaupun lemburnya tidak tau kapan berakhir"


"Ningsih..ayo makan...jangan kerjaan melulu kau kerjakan nanti kau akan terlihat rumus pekerjaan" Ina memangil Ningsih agar Ningsih berhenti bekerja.


Ningsih memghambiri teman yang sedang makan. Wah ternyata makanan kesukaannya.

__ADS_1


"Kau tau tidak kalau perusahaan akan melakukana acara ulang tahun yang tidak pernah di lakukan semenjak ayah pak Aditiya meninggal"


"Tau-tau katanya acara ini akan diadakan besar-besaran dan semua pengawai yang bekerja dengan pak Aditiya bisa datang"


"Tapi ada syaratnya loh kita tidak bisa membuat gosip apa yang akan terjadi diulang tahun perusahaan dan jika kita membuat gosip kita akan mendapatkan hukumannya dan aku dengar-dengar semua berlaku yang hadir diacara tersebut"


"Wah ini acara ulang tahun atau ujian sekolah menengangkan"


Mingsih hanya mendengar percakapan temannya tentang ulang tahun perusahaan yang akan diadakan dua hari lagi.


Jam istrihat sudah selesai dan semua pengawai kembali ketempatnya masing-masing dan pekerjaannya.


"Tok..tok..tok"


"Masuk" Aditiya memberi izin, ia tau kalau Ningsih yang sedang mengetuk pintu karna hanya dia yang berani mengetuk pintuk kerja dan itu tidak membuatnya marah, justru membuatnya senang karna ia akan memberi tahu istrinya dan juga bisa menjahili istrinya. Tiba-tiba adtiya tertawa mengingat wajah istrinya yang cemberut " Ia sedang apa yah" batin Aditiya

__ADS_1


"Pak ini laporan yang pak Aldi suruh saya selesaikan" Ningsih melapor dan memberikan hasil kerjanya


"Hmmm..."


"Kalau begitu saya permisi pak" sebelum berbalik badan Aditiya memanggil Ningsih


"Ningsih"


"Ah iya " masih gugup jika Aditiya memanggilnya


"Kau tau kan perusahaan akan mengadakan acara ulang tahun" Aditiya bertanya dan memeriksa laporan Ningsih. Tersenyum karna laporan Ningsih memuaskan.


"Iya pak"


Aditiya mengangkat kepalanya ingin melihat Ningsih "Kau harus datang "

__ADS_1


"Ah...iya pak" hanya itu yang bisa Ningsih jawab, ia tidak menyangka akan diundang langsung oleh pemilik perusahaan ini.


Ningsih keluar dari ruangan Aditiya dengan riang gembira. Ini di luar dugaannya akan mendapat undanga langsung dari pemilik perusahaannya. Yang membuatnya senang bukan main adalah Aditiya menyuruhnya datang seakan-akan ia adalah orang penting di dalam hidup Aditiya. Bisakah Ningsih berharap akan cinta yang terwujud, bolehkah ia menaruh harapan lebih besar terhadap rasa yang telah ia pendam di dalam hatinya sejak lama. Apakah Tuhan akan mewujudkannya.


__ADS_2