HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 19


__ADS_3

Ningsih keluar dengan kesal, ia tidak tau apa yang harus dilakukan agar sahabatnya itu mau mendengarkannya, ia tau Zahirah sangat terpukul atas kepergian ibunya yang secara mendadak tapi haruskah Zahirah menyiksa dirinya.


nLNingsih menaikki motor tanpa memperdulikan teriakan Zahirah, ia sudah keluar dari pekarangan rumah Zahirah.


"Ningsih...Ning...tunggu kamu tidak pergi dalam keadaan marah Ning" kata Zahirah mengejar Ningsih


Zahirah tau kalau Ningsih keluar rumah dalam keadaan kesal akan berbahaya apalagi dia sedang mengendari motornya.


Zahirah mengejar Ningsih namun ia tidak bisa mengejar Ningsih karna terlalu laju menggendarai motornya. Zahirah pasrah dan berbalik kerumahnya sebelum ia berbalik arah. zahirah mendengarkan suara tabrakan keras.


Zahirah mengurungkan niatnya untuk berbalik kerumahnya justru ia berjalan kearah di mana ia mendengar suara tabrakan, sesampai di lokasi tabrakan semua orang berkumpul untuk melihat siapa yang tertabrak. Samar-samar Zahirah mendengar suara masyarakat yang ada ditempat kejadian.


"Kasihan sekali," kata seseorang


"Iya kasihan sekali padahal ia masih mudah," kata seseorang lagi


"Perempuan itu berkendara motor dengan kecepatan tinggi sehingga dia tidak melihat mobil yang ada dihadapannya jadi dia menabrak mobil itu dan terlempar jauh." kata seseorang yang melihat kejadian kecelakaan


Perasaan Zahirah mulai tidak tenang " permisi ibu" kata Zahirah yang ingin melihat siapa yang kecelakaan.


Ketika Zahirah sudah berada didepan, ia mengenal motor itu dan motor itu yang tadi dikendari oleh sahabatnya, ia mencari dimana orang mengendari orang tersebut tak jau dari motor itu seseoramg tergeletak dengan berlumuran darah.


Zahirah melihat yang kecelakaan itu sahabatnya, ia langsung berlari kearah di mana Ningsih sudah tak sadarkan diri


"Ya Tuhan.....apa lagi ini" kata Zahirah memeluk Ningsih


"Kenapa tidak ada yang menelpon Ambulance" teriak Zahirah


"Tolong...tolong pak..tolong temanku" kata Zahairah lagi air matanya sudah mengalih deras pakaian sudah berlumuran darah akibat memeluk ningsih


"Sabar nak, kami sudah menelpon Ambulance dan Ambulancenya sudah kesini" kata seseorang berada ditempat kejadian.

__ADS_1


Zahirah memeluk Ningsih dengan erat "Maafkan aku Ning, aku bersalah padamu. kumohon bertahanlah jangan tinggalkan aku seperti ini, aku mohon bertahanlah" batin Zahirah


Tidak lama kemudian Ambulancenya datang, Zahirah sudah berada didalam Ambulance, ia melihat bagaimana para perawat memberi pertolongan pertama.


Zahirah sudah berdiri didepan ICU untuk kedua kalinya dia berada diruangan yang penuh sesak ini, tak berapa lama kemudian dokter keluar


"Keluarga pasien, " tanya dokter


"Saya dok, bagaimana keadaannya dok?, " tanya Zahirah


"Keadaan pasien kritis dan harus dioperasi, dibagian kepalanya terbentur sangat keras mengakibat pendarahan didalam." kata dokter


Mendengar apa yang terjadi dengan sahabatnya Zahirah merasa dunianya telah betul-betul hancur.


"Apa anda baik-baik saja" kata dokter ketika melihat zahirah ingin terjatuh


Zahirah menarik napas panjang "Maafkan saya dok, lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan saudaraku dok" kata Zahirah


"Baik, kalau begitu ibu harus menyelesaikan admitrasinya dulu karna ada beberapa prosudur operasi harus ditanda tanggani oleh pihak keluarga" kata dokter


Zahirah sudah berada diruangan ia harus mendatangi persetujuan operasi sahabatnya, ia membaca isi persetujuan namun ada satu persyaratan yang Zahirah tidak bisa melakukannya yaitu


"keluarga pasien harus bisa melunasi biaya opersi sebesar 50 juta, dan jika keluarga pasien tidak bisa membayar biaya operasi maka dengan berat hati pihak rumah sakit tidak melakukan prosudur operasi."


Zahirah terdiam memikirkan di mana dia harus mendapatkan uang sebanyak itu sedangkan tabungan sudah terkuras habis membiaya ibunya sewaktu masih sakit


"Pak boleh saya bertanya, " kata Zahirah sopan


"Iya ibu silahkan, " jawab pengawai rumah sakit


"Begini pak, untuk saat ini saya belum mempunyai uang sebanyak itu, apakah bisa membayar dibelakanga, " kata Zahirah

__ADS_1


"Maafkan saya tapi ini sudah dari pihak rumah sakit , begini saja ibu, ibu bisa membayar setengahnya tapi kalau ibu tidak bisa membayar penuh atau setengahnya maka kami dari pihak rumah sakit memohon maaf jika operasi keluarga ibu tidak dilakukan" kata pengawai rumah sakit


Zahirah terdiam dan memikiran bagaimana acara membayar biaya operasi.


Tiba-tiba seseorang laki-laki yang masuk diruangan dan pengawai rumah sakit itu berdiri


"Pak " kata pengawai rumah sakit


"Duduk " perintah aldi


Aldi sebenarnya memiliki urusan dengan rumah sakit namun tidak sengaja melihat wanita yang membuatnya pusing akhir-akhir ini karna permintaan tuannya itu


Aldi duduk dengan memperhatikan Zahirah yang terdiam seribu bahasa, ia mengambil kertas diatas meja dan membacanya. selesai membaca senyum Aldi mengembang seakan ia mendapat lotre.


Pengawai yang berada diruangn itu sudah deg-degkan apalagi melihat Aldi tersenyum ia bertambah keringat dingin "Apakah terjadi dengan pak Aldi, kenapa ia tersenyum apakah akan ada bencana dirumah sakit ini "batin pengawai


"kamu keluar" kata Aldi menyuruh pengawai keluar


"Baik pak. " pengawai itu keluar dan menutup pintu tanpa suara


Selepas dari pengawai itu keluar aldi sudah duduk didepan Zahirah


"Dengan ibu zahirah?" tanya Aldi


"Iya pak" kata Zahirah yang tersadar dari lamungannya


"Apakah ibu bisa menyelesaikan biaya operasi keluarga anda? " tanya pada intinya


Zahirah menghela nafas panjang "apakah tidak keriangan lagi pak? " tanya Zahirah


Aldi berpura-pura berpikir "Ibu Zahirah tidak usah memnbayar apapun sampai keluarga anda sembuh" kata Aldi tiba-tia

__ADS_1


Zahirah kaget mendengar perkatan aAdi "Benarkah?" tanya Zahirah


Aldi menganggukan kepalanya "Tapi satu syarat".


__ADS_2