HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 11


__ADS_3

"Apakah kamu mau memaafkan kakak?" tanya Aditiya


Widya yang masih memuluk kakaknya hanya menganggukkan kepalanya, Widya tidak ingin melepaskan diri dari dekapan kakaknya dia masih ingin merasakan sesuatu yang sudah hilang.


"Tapi apakah kamu mau mengakui kesahalan mu?" tanya Aditiya lagi


Widya melepaskan diri dari dekapan kakanya dan menatap kaka dengan penyeselan


"Maafkan Widya kak " kata Widya dengan tertunduk merasa menyesal


"Apakah kamu mau berjanji tidak lagi mengulanginya lagi? " tanya Aditiya dengan hati-hati


"Tapi ka...sayakan berbuat begitu hanya mencari perhatian kakak" jawab Widya


"Saya tau Widya tapi kan perbuatanmu kali ini sudah melewati batas" kata Aditiya


"Saya tau kak tapi saya tidak bisa janji kalau kaka masih selalu meninggalkan saya" kata Widya dengan sedih


Aditiya mengulus kepala adiknya, dia merasa sudah melalaikan tugasnya sebagai kaka dan sekaligus sebagai orang tua tapi mau bagaimana lagi semua itu dia lakukan untuk adiknya dan kariwayan-kariwayan yang sudah berjasa atas perusahaannya selama ini.


"Kakak akan berusaha untuk membagi waktu dek" kata Aditiya yang memberi pengertian adiknya


"Saya tau kakak hanya menjanjikan sesuatu yang tidak mungkin terjadi, kalau kakak tidak bisa menepatinya. Kakak lebih baik jangan memberi saya harapan kak" kata Widya


"Widya, dengar kakak, kakak melakukan ini semua hanya untukmu bukan untuk orang lain" Aditya mulai sedikit kesal dengan keras kepala adiknya tapi dia menahan segala emosinya

__ADS_1


"Tapi kak saya tidak butuh semua itu, saya hanya membutuhkan kakam selalu menemani saya" kata Widya


"Sudah cukup" kata Aditiya dengan meninggikan suaranya


Widya kaget mendengar bentakan kakaknya, dia tidak pernah merasa kalau sesakit ini dibentak dengan orang kita sayangi.


"Kakak tidak lagi menyayangi saya....hiks...hiks...hiks.." Widya menangis dengan menutup kedua mukanya mengunakan tangannya.


"Oke...oke...oke..maafkan kakak ya..kakak tidak sengaja dan jika kamu mau memaafkan kakak, kakak akan mengabulkan permintaanmu apapun itu" kata Aditiya langsung memeluk adiknya dengan sayang.


Widya mendengar itu tiba-tiba mendapatkan ide, ide yang menurutnya tidak akan dikabulkan oleh kakaknya tapi bagaimanapun Widya harus mencobanya .


"Kakak janji apapun saya minta kaka akan kabulkan " kata Widya mengulangi perkataan kakanya


Widya langsung tersenyum sangat lebar sampai Aditiya tidak percaya dengan perubahan mood adiknya berubah dengan cepat.


"Baiklah karna kakak sudah janji jadi apapun saya minta kaka harus menepatinya dan permintaan saya adalah...." kata Widya dengan semangat


Aditiya merasa mendadak jantungnya berdetak dengan cepat kenapa dia merasa bahwa permintaan adiknya itu tidak mungkin dia penuhi


"Kakak harus menikah" kata Widya dengan sedikit meninggikan suaranya dan jangan lupa menatap Aditiya dengan mata berbinar


kan Aditiya benar bahwa permintaan adiknya itu tidak mungkin dikabulkan, Aditiya menghela napas panjang "Widya kamu taukan apa jawaban kakak bukankah ini sudah kita bahas. " kata Aditiya


"Iya saya tau ka, tapikan kakak sudah berjanji jadi saya tidak mau tau kakak harus menikah dengan perempuan siapapun intinya saya mau melihat kakak menikah supaya saya temannya ka..." kata Widya kesal.

__ADS_1


"Tapi Widya..."kata Adtiya dengan memohon


"Ayolah kak, kakak taukan kalau saya kesepian tinggal dirumah yang begitu besar tidak ada yang menemaniku " kata Widya tak kalah memohonnya


"Siapa bilang kamu tinggal sendiri terus beberapa pengawal dan pelayan dirumah itu bukan orang" kata Aditiya.


Astaga kakaknya ini betul tidak pengertian "Astaga kak, saya tau kalau dirumah itu banyak orang tapi yang saya maksud adalah seseorang yang mau mendengarkan keluh kesah saya kak" kata Widya dengan sedih.


"Baiklah, tapi saya tidak janji akan menikah dengan cepat" kata Aditiya dengan pasrah kalau tidak iyakan maka sampai pagi pun tidak selesai jika tidak menuruti kemauan adiknya.


"Benarkah" tanya Widya dan diangguki oleh Aditiya


"Yey.........makasih kak. Kakak tau kenapa saya selalu menyuruh kakak menikah? " tanya Widya manja


"Tidak dan saya tidak mau tau "jawab Aditiya dengan cepat


"Ihhh...kakak tidak asyik.." kata Widya dengan cemberut "Tapi kalau kakak tidak mau tau, saya tetap mau kasih tau kakak" kata Widya tetap dalam pelukkan kakaknya.


Aditiya mendengar itu hanya diam dan tidak niatan untuk membalas ucapan adiknya.


"Kenapa saya selalu menyuruh kakak menikah karna kakak terkenal memyukai laki-laki dan laki-laki itu adalah kak Aldi" kata widya berbisik ditelinga kakaknya


"APA.....sembarangan siapa berani bilang begitu" tanya Aditiya dengan kesal


"Hahahah...kakak tidak pernah dengar tapi siapa sih yang berani bicara begitu didepan kakak apalagi didepan ka Aldi" kata Widya terkekeh...

__ADS_1


__ADS_2