
Di perjalanan pulang Zahirah tampak melamun. Aditiya menyadari itu membawanya kedalam pelukannya.
"Kenapa...mikirin ibu" Aditiya membelai rambut Zahirah
Zahira menganggukan kepalanya. Aditiya memegang dagu, Zahirah sehingga mata istrinya bertemu denganya. Zahirah menutup matanya "Apa yang kau pikirkan otak mesum" bisik Aditiya.
Zahirah membuka matanya tampak Aditiya sedang tersenyum kemenangan. Zahirah membelalakkan matanya tidak percaya.
"Kamu ingin dicium" Aditiya mengusap bibir zahirah yang mugil, karna kesal Zahirah naik kepanggkungan Aditiya, menarik tengkuk Aditiya dan menciumnya lama. Aditiya terkejut mendapatkan perilaku istrinya yang yang diluar dugaannya.
Zahirah melepaskan tautan bibirnya dari bibir suaminya. Zahirah tergengah-gengah jantungnya berdetak kencang. Zahirah menundukkan kepalanya malu, ia tidak mengirah kalau ia akan melakukan sesuatu yang akan membuatnya malu.
Zahirah ingin kembali ketempat duduknya namun di tahan "Mas" bisik Zahirah ia tidak nyaman dengan posisi ini karna merasa ada yang meliriknya padahal Aldi hanya diam tak bersuara.
"Kenapa"
"Aku duduk disitu ya" mata Zahirah membulat tampak memohon sesuatu.
__ADS_1
Tidak taukah kalau Zahirah bertingkah seperti anak kecil membuat Aditiya tidak bisa melepaskannya. Aditiya berdehem keras. Tiba-tiba mobil berhenti dan Aldi turun. Zahirah kaget mobil berhenti dan Aldi keluar.
"Mas kenapa...hmmm" Zahirah tidak melanjut ucpannya. Aditiya menarik istrinya untuk lebih dekat dengannya dan menciumnya. Aditiya membuka kancing bajunya.
"Mas" suarah Zahirah tidak menandakan protes ini membuat Aditiya tidak tahan lagi
"Siapa suruh mengodaku" Aditiya berucap disela-sela ciumannya.
Sudah dari tadi Aditiya menahannya tapi karna melihat muka istrinya yang sangat mengemaskan di tambah dengan mendapatkan ciuman dari istrinya, pertahannya runtuh.
Aldi yang berada diluar mobil "Ini bakalan lama". setelah menunggu lama Aldi masuk kembali kedalam mobil dan melirik Zahirah sedang tertidur dipangkuan Aditiya.
Zahirah yang tertidur nyenyak terganggu oleh kelakuan suaminya "Bangun tukang tidur" bisiknya ditelinga Zahirah karna tidak mendapatkan respon dari sang istrinya. Aditiya mengigit telinga Zahirah "aw..." zahirah membuka matanya. Tidak bisakah ia tidur tanpa harus diganggu "Mas kenapa hobi sekali mengangguku saat aku tertidur" Zahirah bangun dan duduk bersandar di kasur.
Aditiya yang sedang berbaring miring tangannya menahan kepalanya "Karna ingin saja"
"Jawaban yang sangat menyebalkan" batin Zahirah
__ADS_1
Aditiya naik sedikit, ia ingin tidur di paha istrinya dan memeluknya. Zqhirah secara langsung mengusap rambut aditiya dengan lembut. Aditiya menikmatinya "Ra apa memang kau mempunyai hobi tidur ya? " tanya Aditiya penasaran.
"Entalah" Zahirah ingin membalas suaminya
Aditiya mengigit paha Zahirah "Sakit ihh" Zahirah mengusap paha yang digigit Aditiya "makanya jawab yang benar"
"Itukan semau-maunya" batin Zahirah kesal
"Emang siapa yang buat saya jadi tukang tidur" Zahirah bertanya tidak taukah kalau Aditiya melakukan yang ia inginkan membuatnya sangat kelelahan "Entalah siapa" jawab asal Aditiya
zahirah yang kesal mengigit bahu aditiya "Aw...." Aditiya mengeluh dramatis "Sakit sayang".
Aditiya yang mendapat respon dari istrinya diluar dugaanya. Zahirah merespon berlebihan "yang mana yang sakit, yang ini ya mas" tangan Zahirah gemetar menandakan ia ketakutan "Maafkan aku...aku...aku...salah....kau boleh memukul semau mu " tubuh Zahirah gemetar dan berkeringat dingin.
Aditiya yang awalnya berbaring langsung terbangun dari tidurnya dan menghadap keistrinya "Hei...sayang.." Aditiya memegang pipi zahirah lembut "Liat aku" tapi tetap saja Zahirah menyalakan dirinya "Zahirah..." bentak Aditiya.
Susana yang awalnya hangat berubah sektika menjadi tegang. Aditiya tidak megerti dengan istrinya yang tiba-tiba menjadi berubah tak mengenal dirinya.
__ADS_1
Zahirah tersadar, ia mulai panik bagaimana kalau suaminya itu menanyakan perilaku barusan bagaimana ia akan menjawab. Bukan zahirah tidak ingin memberi tahu suaminya jika ia memberitahu Aditiya maka terjadi sesuatu yang fatal untuknya dan suaminya.