HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 88


__ADS_3

Zahirah melihat pemandangan di depan matanya sangat indah, ia sampai melupakan suaminya berjalan menyusuri pasir putih. Zahirah tidak tahu ternyata ada tempat yang sangat indah. Sekita ia bersyukur di beri kesempatan Tuhan untuk hidup menikmati ciptaan Tuhan yang telah di sediakan untuk umat manusia.


Aditiya mengangga melihat istrinya melupankannya, melihat istrinya semakin menjauh darinya, ia berlari mengampiri istrinya sebelum tersesat ini adalah pulau apalagi pulau yang sekarang ia datangi berada ditengah-tengah laut.


"Sayang kenapa kau meninggalkanku, " menyatukan telapak tanganya dan istrinya


"Ah...." Zahirah sampai tersentak tiba-tiba tangannya di gengam.


"Aku terhepnotis dengan keindahan pulau ini...sampai-sampai aku melupakanmu mas." Zahirah tersenyum sampai memperlihatkan deretan giginya.


"Ah...andaikan aku tahu kalau kau akan melupakanku cuma karna sebuah pulau aku tidak akan membawamu kesini, aku jadi kesal sudah datang kesini. " Aditiya purua-pura kesal tapi sebenarnya ia bersyukur karna istrinya menyukainya.


"Eh... eh... eh... loh kok marah sih... aku sudah buat salah iya.... aku minta maaf mas..." memasang muka bersalah padahal Zahirah tidak tahu di mana letak kesalahannya.


"Oh...oh....kita liat sampai mana kau akan menbujukku" batin Aditiya.

__ADS_1


Aditiya tidak menbalas perkataan istrinya ia hanya menatap istrinya dengan mata intimidasi. Zahirah yang tidak kunjung mendapatkan jawaban mulai bertambah bersalah "Mas...," memeluk suaminya "Maaf aku...aku tidak tahu kalau kau sampai marah padaku..." mengusap punggung suaminya.


Aditiya tetap berdiri mematung dan tidak membalas pelukan istrinya padahal, ia setengah mati menahan tangannya agar tidak terangkat. Aditiya mengepal tanganya sampai urat-urat tanganya terlihat tidak tahu kalau, ia sedang tersiksa tapi lagi-lagi ia ingin sampai mana keberanian istrinya menunjukkan kasih sayangnya di depan para penjaga dan para pelayan yang sudah ada sebelum Aditiya dan istrinya datang.


Zahirah merasa hatinya sesak, ia tidak tahu apakah sekarang telah berbuat salah besar terhadap suaminya sehingga tidak dapatkan respon apapun dari suaminya. Zahirah menglonggarkan pelukan dilihatlah mata suaminya yang sedang menatap laut biru yang luas.


"Mas.... tatap aku..." mohon Zahirah.


Aditiya mendengar suara istrinya yang memohon terpaksa menatap mata istrinya. Aditiya menatap mata istrinya bulat seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa dipaksa meminta maaf padahal ia tidak bersalah sedikitpun.


"Ya Tuhan.....apa yang aku harus lakukan....di sisi lai aku tidak bisa menahan, kalau aku hanya pura-pura marah tapi di sisi lain aku ingin memperlihatkan semua orang kalau istrinya begitu mencintainya. Bukan hanya ia yang yang sangat mencintai istrinya tapi istrinya juga walaupun terlihat sekali kalau aku tergila-gila pada istrinya semua orang tau. "


Zahira melihat suaminya masih saja menatapnya dengan dingin " mas aku buat salah iya maaf yah," saura Zahirah terdengar melodi lembut yang menghangatkan hati.


"Aku tidak akan lagi membuatmu marah" Zahirah menciun suaminya. Aditiya langsung tersenyun sumringah dan menahan tengguk istrinya dan memperdalam ciuaman mereka "Kena kau" batin Aditya bahagia.

__ADS_1


Zahirah selalu saja tidak bisa mengimbangi ciuaman suaminya, pasti ia akan kehabisan napas. "Mas...." Zahirah ingin menarik kepalanya agar ciuman mereka berakhir tapi sepertinya suaminya tuli, "mas...." panggil lagi disela-sela ciuaman mereka tapi kali ini zahirah memukul pundak suaminya sedikit keras dengan terpaksa Aditiya melepaskan ciuamanya.


aditiya memperbaikki tatanan ramput istrinya yang sedikit berantakan dikarenakan olehnya. Zahirah baru menyadari kalau ia menjadi pusat perhatian. Zahirah tau kenapa suaminya tidak membalas pelukan oh rupanya suamimya mengerjainya lagi.


Muka zahirah merah karna malu sedangkan suaminya tersenyum bahagia. Bisakah Zahirah menutup mulut suaminya agar tidak memperlihatkan senyuman yang menjengkelkan.


"Ayo masuk kau pasti lapar kan..pelayan sudah menyiapkan kita makanan yang enak" Aditiya mengajak istrinya masuk kesebuah vila yang besar dan seperti tidak terjadi apa-apa diantara mereka.


Zahira masih mematung terhadap tingkah laku suaminya yang selalu susah ia ditebak.


"Sayang kenapa kau tinggal disitu ayo..." Aditiya menjulurkan lengannya, agar Zahira menggenggam tangannya.


Zahira Hanya tersadar dari hayalannya dan menggenggam tangan suaminya "Ayo aku sudah lapar... gara-gara mas sih marah tidak jelas, aku hampir hilang rasa laparku."


" Maafkan aku sayang" menarik pinggang istrinya agar lebih mendekat.

__ADS_1


"Lihat Kan dia lagi minta maaf padahal beberapa menit yang lalu dia marah tanpa sebab" batin Zahira Hanya tak percaya.


__ADS_2