
Zelesai mencium istrinya Aditiya berjalan "Ayo " ajak Aditiya.
Zahirah masih diam mematung
"Ayo sayang " Aditiya menarik tangan Zahira
"Mas....." lagi-lagi Zahirah kesal
"hlHahaha....kenapa?" tanya Aditiya dengan muka polos
"Mas sengajakan menjahiliku"
"Jahil bagaimana"
"Itu...itu mas memanggil aku sayang "
"Ehh...emang salah, kalau aku memanggil istri aku dengan sebutan sayang."
"Ahhh....tidak salah sih" jawab Zahirah gugup
"Terus kenapa"
"Karna mas tidak tuluskan " suara Zahirah seperti bisikan tapi Aditiya bisa mendengarkannya.
Zahirah takut yang diucapkan akan membuat Aditiya marah, ia tidak berharap mendapatkan cinta Aditiya yang terpenting sekarang ia merasakan nyaman bersama laki-laki berstatus suaminya itu cukuplah ia mencintai suaminya denga tulus.
Aditiya berhenti ditengah tangga ketika mendengarkan perkataan istrinya, memang dulu ia menikah Zahirah hanya merasa kasihan terhadapnya namun berbeda dengan sekarang ia sangat mencintai istrinya kalau saja ia tidak memiliki tanggung jawab besar terhadap perusahannya ia akan terus menempel keistrinya.
Tapi yang membuat Aditiya bingung bagaimana cara mengungkapkan kalau ia mencintai istrinya karna ia tidak tahu cara mengungkapkan perasaan terhadap orang-orang yang ia sayang, ia hanya bisa membuktikan kalau ia sangat mencintai istrinya.
Bukankah perbuatan lebih baik dari pada ucapan.
__ADS_1
Zahirah kaget melihat eksperesi suaminya berubah
Zahirah meraih telapak tangan aditiya "Mas maafkan aku" dengan tersenyum "Ayo makan"
"Iya "
Di tempat makan Zahirah hanya terdiam
"Apa yang kau ingin tanyakan?" tanya Aditiya melihat istrinya selalu meliriknya
"Ah..mas tahu ya..hehehe"
"Jadi apa"
"Mas apakah saya bisa ketemu dengan Ningsih sebentar sore"
"Iya bisa"
Akhirnya bisa ketemu dengan sahabatnya, walau ia tau kalau Ningsih sangat sibuk semenjak ia bekerja di tempat kerja suaminya tapi ia sangat menrindukan sahabatnya. Zahirah ingin memberikan kejutan untuk sahabatnya, ia akan datang kerumahnya tanpa memberi tahu Ningsih.
"Kenapa senyum-senyum?" tanya Aditiya melihat istrinya senyum-senyum sendiri
"Hehehe aku lagi senang"
"(kau sangat senang iya"
"Iya sangat..cup" kecupan dibibir Aditiya "Terimah kasih" Zahirah tersenyum manis.
"sial...cobaan dipagi yang sangat melelahkan" batin Aditiya.
Aditiya tidak menyangka membahagia istrinya itu sangatlah sederhana "Aku akan memberikan Ningsih hadiah karna dia selalu menemani istriku" batin Aditiya
__ADS_1
"Mas hati-hati yah" Zahirah mengantar suaminya sampai di depan rumah sudah ada Aldi yang menunggu
"Pak Aldi maaf ya sudah menunggu lama"
"Iya nona tidak apa-apa" padahal ia menunggu sudah satu jam
"Dan sampaikan permohonan maafku sama bos, diperusahan anda kalau gara-gara aku suami saya datang terlambat."
"Ah" Aldi yang kebinggungan tapi ia melihat anggukan tuanya "Iya nona saya akan sampaikan"
"Terima kasih Aldi."
"Sudah-sudah sampai kapan kau mau bicara dengan dia" Aditiya menatap tajam Aldi
"Akukan lagi menyampaikan permohonan maafmu mas" Zahirah cemberut
"Naiklah..terimah kasih ya ini hadiahku..cup" Aditiya mencium istrinya
"Mas.....ihhh...malu tau ada Aldi"
"Jahaha..aku pergi ya" Aditiya masuk kedalam mobil" hubungi aku ya kalau kau sudah berada di rumah sahabatmu "
"Baiklah...." Zahirah mengantar suaminya kerja dengan senyum sangat manis .
Di dalam mobil Aditiya terus saja membuat Aldi penasaran "Tuan"
"hmm"
"Kenapa nona menganggap kalau anda sedang bekerja dengan orang lain"
"Salah siapa" Aditiya tidak menjawab tapi memberikan pertanyaan kembali
__ADS_1
"Maafkan saya" Aldi lupa waktu mengajaukan, syarat kepada Zahirah kalau yang dia nikahi adalah pemilik perusahan terbesar dikota ini. Tapi ia tidak salahkan semua orang mengenal Aditiya terus kenapa nonanya tidak mengenal tuannya.