HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 36


__ADS_3

Pagi telah menjelang, semua hampir umat manusia menyambutnya dengan ceria tak kecuali penghuni rumah sakit yang berada diruangan VVIP. Zahirah senang akan pulang kerumah suaminya dan bertemu lagi dengan suaminya, hati Zahirah berbunga-bunga. Ia tidak tau kenapa pagi ini hatinya sangat senang padahal ia menjalani hidupnya seperti biasa, ya ada yang berbeda membuat hatinya senang karna ia sudah menikah dengan laki-laki baik yang menolongnya tanpa memandang status dan masa lalunya.


Sedangkan Ningsi hati tak kalah senangnya dengan Zahirah, ia akan segera bekerja diperusahan yang dari dulu ia cita-citakan apalagi sekarang ia mengetahui kalau tambatan hatinya adalah pemilik perusahan di mana ia akan bekerja. Bukankah ia harus bersyukur sudah terkena musibah kecelakaan. Ningsih percaya setiap ada musibah pasti ada seseorang akan menolong, entah itu orang yang kamu kenal atau orang yang kamu tidak kenal sama sekali.


Zhirah memperhatikan Ningsih sedang senyum-senyum sendiri "Hei....sepertinya ada sedang senang nih..."


"Hehehe...biasa aja" Ningsih salah tingkah sudah kedepatan sedang senyum-senyum sendiri.


"Mana yang biasa aja, kau tau senyumanmu itu melebih cerahnya matahari di pagi hari ini" canda Zahirah


"Hahah...ini masih pagi Ra candaannya nanti siang aja deh"


"Eh....emang kalau bercanda pakai waktu ya?" tanya Zahirah dengan polos


Ningsih mengangkat kedua bahunya acuh, sahabatnya ini mulai datang lemotnya.


Aditya tidak kembali kerumah sakit karna ia dapat kabar dari istrinya kalau istrinya itu sedang perjalan pulang kerumah.


Aditiya merasa senang, baru kali ini iya merasakan senang pulang kerumah besar. rumah yang tempati dulu sudah tidak ia tinggali sekarang ia kembali kerumah seharusnya ia tinggali.


"Aldi "


"Iya tuan"

__ADS_1


"Hmmm..." Aditiya nampak memikirkan sesuatu,


Aldi sedang mengemudikan mobil heran ada dengan tuannya ini "Ada bisa perlu bantu tuan "


"Hmmm..." masih jawaban yang sama


Aldi menghela napasnya, ia tau ini pasti tentang nonanya "Apa anda ingin menanyakan tetang istri anda tuan " tepat sasaran


Aditiya memajukan badannya sampai mukanya bertemu dengan Aldi yang sedang mengemudi "Bagaimana kamu tau "


Aldi kaget, sejak kapan tuannya ini bertingkah seperti anak kecil, kemana tuannya yang selalu diam dan dingin "Saya menebaknya saja, karna baru kali ini anda memekirkan sesuatu dengan keras"


Sditiya menganggukan kepalanya "Sebenarnya saya merasa nyaman bila berdekatan dengan Zahirah dan saya merasa mendapatkan yang selama ini saya cari jika pulang kerumah besar" Sditiya sedang berpikir


"Ya....benar kehangatan keluarga yang sudah hilang dari diriku sejak lama, tapi..."


"Tenang saja tuan itu tidak akan terjadi lagi"


Aldi menyesali perbuatannya dulu, ia tidak tau kalau kekasih masa lalu tuannya itu hanya memfaatkan Aditiya sampai Aditiya tidak ingin menjalani hubungan dengan perempuan dan mengsibukkan diri dengan pekerjaan. Aldi tidak akan memaafkan nona Zahirah jika dia akan meninggalkan Aditiya.


Ia akan melakukan apapun untuk kebahagiaan Aditiya, walau ia harus melakukan kejahatan. Aldi tau kalau perasaan tuannya kali ini berbeda jauh dari kekasihnya yang dulu dan jika tuannya ditinggalkan untuk kedua kali ia tidak bisa memikirkan apa yang akan terjadi.


"Hmmm..terima kasih "

__ADS_1


Aldi mengangukkan kepalanya "sudah sampai tuan"


"Ya...pulanglah beristirahat"


"Baik tuan, saya permisi"


Sditiya membuka pintu rumah mencari di mana istrinya berada, kata istrinya dia akan menunggunya diruang tamu tapi ia tidak melihatnya "Bibi kau liat istriku?" tanya Aditiya


"Ah tuan" kaget bibi


"Bibi aku bertanya" Aditiya melihat bibi sedang bengong


"Sh..maaf saya tuan, istri anda ada ruang tamu dia sudah menunggu anda lama" beritahu bibi.


Aditiya berlari kecil menuju keruang tamu, ketika ia sampai diruang tamu hatinya menghangat bagaimana tidak istrinya sedang tertidur disofa, mungkin lama menunggu sehingga istrinya tertidur.


Aditiya menghampiri istrinya tanpa menimbulkan suara, liatnya istri sedang tertidur damai "cantik" batin Aditiya. Lama Aditiya memperhatikan istrinya namun mimik muka istrinya berubah menjadi sedih sampai mengularkan air mata .


Aditya kaget melihat ada apa ini, apa yang istrinya mimpikan. "Ibu kumohon jangan tinggalkan aku" Zahirah masih dalam keadaan tidur "Ibu...aku yang salah kumohon maafkan aku dan kumohon jangan tinggalkan aku ibu" air mata Zahirah menggalir deras.


Aditiya ditamba kaget melihat eksperesi muka istrinya begitu sedih, Aditiya bertanya apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu sehingga ia belum menerima kepergian ibunya.


"Hei Zahira" panggil Aditiya lembut "Ra bangun, Ra mas di sini" Aditiya mendudukkan dirinya disofa dan membawa istrinya dalam pelukanya

__ADS_1


Zahirah merasa sedang dipeluk erat terbangun "Mas?" tanya zahirah heran.


__ADS_2