HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 80


__ADS_3

Zahirah menjalani hari-harinya dengan bahagia karena setiap saat suaminya selalu ada disisimya. Terkadang zahirah heran dengan tingkah laku suaminya di mana pun, ia berada pasti ada suaminya. Contohnya saat ini Zahirah ingin buang air kecil suaminya ada di depannya menatapnya tanpa bekedip.


"Mas kenapa sih, " muka Zahirah memerah karna malu


"Mas baik-baik saja" Aditiya menjawab seperti biasa


"Ihhh... mas.... aku kan malu di liatin buang air kecil" meninggalkan Aditiya


"Sayang hati-hati" Aditiya mengejar zahirah yang berlari.


Zahirah kini duduk menatap suami dengan kesal. Zahirah seperti anak bayi yang harus di jaga 24 jam. Apa suaminya ini tidak ingin bekerja atau dia sedang diturunkan dari jabatannya.


"Jangan menatapku seperti itu sayang, aku tidak tahan melihat tatapan itu, " Aditiya duduk di samping istrinya tak lupa mencium pipi istrinya


"Mas...." suara Zahirah mulai meninggikan suaranya.


"Pelankan suara mu dede bayinya bisa kaget sayang dan lagi mas tidak tuli sayang, " membawa istrinya kepangkuannya.


"Kenapa sih marah-marah, " membelai rambut istrinya


"Kenapa sih mas selalu mengikutiku apa mas tidak ada bekerjaan, aku bukan anak bayi mas yang mau di jaga 24 jam, " bersandar di dada suaminya dengan nyaman


"dan lagi apa mas tidak menjabat sebagai presiden diperusahaan mas.... apa mas di pecat karna mas malas masuk kerja? " tanyanya polos.


Aditiya langsung tertawa keras. Apa istrinya bilang di pecat astaga ada-ada saja tingkah laku istrinya yang mengemaskan. Aditiya mencium istrinya gemas.


"Ihh mas kenapa tidak menjawab pertanyaanku tapi menciumku sih... mas aneh akhir-akhir ini "

__ADS_1


"Hahaha... dengar yah sayang... mas tidak di pecat dari perusahaan dan tidak ada yang berani memecat mas. aku tidak bertingkah aneh aku hanya selalu rindu. kalau aku tidak melihat hidupku terasa....... hmmmm..... " Zahirah menutup mulut suaminya.


"mas berhenti bersikap lebay, aku geli mendengar gombalan mas" Aditiya mengangguk kepalanya. Zahirah melepaskan tangannya.


Aditiya mencium istrinya yang sedari tadi menatapnya kesal. Zahirah membalas ciuman suaminya. Tangan aditiya mulai masuk di pakaian istrinya dan ingin melepas pengait yang ada dibelakang punggung istrinya terhenti karna hpnya berbunyi.


"Mas angkat, " perintah Zahirah


"Tanggung sayang" Aditiya masih ingin mencium istrinya.


"Angkat ihh... sudah dari tadi hp mas berbunyi"


"Baiklah " pasrah "Cup" Aditiya mengambil hpnya sedangkan Zahirah bersandar di dada suaminya masih dengan keadaan Zahirah duduk di pangkuan suaminya.


" hmmm.... ada apa Aldi sepertinya ini sangat penting sampai kau menelponku beberapa kali. "


"Iya tuan ada masalah proyek yang berada di kota A tuan"


"Sayang turun dulu, ada masalah kecil di perusahaan jadi aku harus keruangan kerjaku dulu" bisik Aditiya.


Zahirah menganggukkan kepala tapi sebelum turun Zaihrah berbisik, "aku tunggu yah mas baru kita lanjutkan pekerjaan yang belum selesai." Zahirah mengedipkan matanya satu.


"Cup.... oke sayang, aku segera kembali. "


Aditiya pergi keruangan kerjanya, "Aldi kita rapat, semua bertanggung jawab tentang proyek A ikut rapat juga. " Aditiya sedang menyalakan leptopnya.


Semua sudah terkumpul dan mulai membahas masalah proyek A. Masalahnya ada beberapa pekerja kecelakaan dan ada satu orang yang meninggal. Aditiya tidak habis pikir baru kali ini ada masalah sebesar ini terjadi.

__ADS_1


Sementara aditiya sedang sibuk membahas masalah proyek A sedangkan Zahirah yang sedang bersandar di kasur membaca buku. Zahirah bosan membaca buku. Zahirah ingat, ada yang ia ingin ambil ditasnya.


"Dimana aku simpan tas kuliahku yang dulu" Zahirah mencari tas kuliahnya


"Akhirnya ketemu, " Zahirah membuka isi didalam tasnya.


Zahirah mencari buku cacatannya waktu kuliah, setelah ia dapat zahirah membuka satu persatu dan membacanya. Selesai membaca dan ingin memasukkan tiba-tiba ada yang terjatuh.


Zahirah mengambilnya, Zahirah melihat ternyata foto keluarganya ada ayahnya, ibunya dan Ningsih sedang tersenyum bahagia begitupun dengan dirinya sedang memeluk ketiganya. air mata zahirah sudah terjatuh.


"Maafkan aku...." memeluk foto dengan erat


Zahirah turun dari kasur, ia duduk di samping kasur memeluk lututnya, menenggelam kepalanya.


"Maafkan aku... aku tidak bisa mempertahankan kalian... Aku sangat menyanyangi kalian.... "


Zahirah terus saja meracau sendiri. Zahirah sampai saat ini menyalahankan dirinya atas kepergian orang yang ia sayangi.


Zahirah membentur-benturkan kepalanya di meja kecil di samping kasur sampai tak terasa darahnya keluar.


Aditiya yang sedang serius mendengar pejelasan para kariyawannya. Aditiya penasaran apa yang di lakukan istrinya, ia mengbuka cctv yang terhubung dihpnya. Mata aditiya membulat tak percaya apa yang ia lihat. Aditiya segera menutup leptop dan berlari kekamarnya.


Aldi yang sudah tau apa yang terjadi melanjutkan rapat tanpa Aditiya.


Aditiya membuka pintu dengan kasar dan berlari kearah keistrinya yang terus saja membenturkan kepalanya.


"Maafkan aku.... maafkan aku... maafkan aku, " hanya itu yang diucapkan Zahira.

__ADS_1


Aditiya memeluk istrinya, "Sayang kumohon berhentilah menyakiti dirimu... kau juga menyakiti diriku sayang.... " Aditiya tidak tau tahu harus berbuat apa.


__ADS_2