HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 72


__ADS_3

"Ada apa sayang" duduk di samping istrinya


"Mas"


"hmmm" memeluk istri


"Mas bolehkan Ningsih menginap, aku rindu tidur bareng" menghadap suaminya


"Apa" membesarka sedikit suaranya


"Tidak boleh yah" mata Zahirah mulai berkaca-kaca.


"Ah sial... bukannya aku tidak mau tapi...." batin Aditiya


"Baiklah-baiklah" memeluk istrinya sebelum istrinya menangis


"Jadi boleh aku dan Ningsih tidur bareng malam ini"


"Iya boleh " mencium istrinya


"apa boleh buat aku tidak bisa melihat air mata mu" batinnya


"Makasih mas kusayang" mencium kening suami


"Lagi " menunjuk bibirnya


"Malu mas ada Ningsih" bisiknya


"Tidak apa-apakan Ningsih"


Ningsih mengangguk kikuk "kalau begitu mas boleh pergi " usirnya

__ADS_1


Adtiya berdiri tak lupa mencium istrinya dan tersenyum membuat hati Ningsih bertambah perih.


Ningsih terpaksa berpura-pura menutupi segala kegundahan hatinya, berpura bahagia di depan Zahirah. Ningsih ingin sekali pergi meninggalkan rumah ini, ia sudah mendapatkan jawaban atas pertanyaannya sendiri. Di dalam hati Ningsih menjerit andaikan Aditiya jadi miliknya, andaikan Aditiya ada dua orang mungkin tak sesakit ini, mungkin masih ada harapan untuk mendapatkan.


Aditiya yang lain tapi Ningsih sadar itu hanya hayalannya jadi apa yang harus lakukan. Apakah ia harus menghilang dari dunia ini agar pendertiannya berakhir.


"Ning kau kenapa, kenapa kau menangis, apa kau tidak mau menginap di rumah ini bersama denganku?" tanya Zahirah bingung ketika melihat Ningsih menangis tiba-tiba


"Heheh.... ini air mata bahagia. aku sangat bahagia melihat denganmu dengan Aditiya" menghapus air matanya cepat. Ningsih tak mengira kalau ia akan menangis.


"Benarkah" di angguki Ningsih


"kau menangis karna belum menikah" ejeknya


"Ihhh kenapa malah kearah kesitu "


"Hahaha... bercanda sayangku Ning"


"Tidak usah panggil aku sayang, geli tau "


Sebelum Zahirah tertidur pulas Zahirah berguman "Aku selalu berdoa agar Ningsih selalu bahagia dan tidak akan meninggalkanku. selalu bersama seperti ini " zahirah mengencang pelukan dan tertidur pulas.


"Apakah yang harus kulakukan Ra kalau kehabagiaanku sudah kau renggut. aku tidak ingin menyakiti siapapun apalagi kau. Zahirah temanku sahabatku yang sudah kuanggap saudara tapi aku tak yakin jika kita selalu bersama. Maafkan akau Zahirah kumohon jangan menyakiti dirimu jika terjadi sesuatu denganku. aku yang salah." Memeluk sahabatnya dengan erat dengan air mata sudah terjatuh.


Ningsih tidak bisa tidur perkataan zahirah tergiang-giang dikepalanya "Kalau aku jadi dia aku akan meninggalkan semuanya." Ningsih melihat Zahirah yang tertidur sangat lucu.


Ningsih mengusap kepala sahabat agar tidurnya bertambah nyenyak.


"Kau pantas bahagia Ra, maafkan aku kini kau harus bahagia tanpaku." Mencium kening Zahirah tak lama setelah mengucapkan.


Aditiya masuk membuat Ningsih terkejut tapi Aditiya menutup mulut dengan jari telunjuknya sebagai isyarat.

__ADS_1


"Apakah istriku sudah tertidur pulas" menaikki tempat tidur


"iya sudah tertidur dari tadi" Ningsih ingin mencobanya satu kali lagi agar diperhatlkan oleh


Aditiya


"Pak kenapa belum tidur"


"Aku habis menyelesaikan pekerjaan " matanya tetap menatap istrinya


"Pak tidak capek"


"Tidak selama istriku ada disisiku, aku sangat mencintainya" Aditiya tidak sengaja menggeluarkan kata-kata membuat ningsih terus terjatuh walaupun Ningsih sudah berusaha.


Ningsih hanya ingin diliat oleh aditiya tapi semua usahanya sia-sia jangankan diliat dilirikpun tidak sama sekali.


Ningsih sudah tidak tahan lagi "Pak bisa saya pulang keapartemen saya"


aditiya mendengar angin segar ia sudah membayangkan tidur tanpa istrinya rasanya sangat hampa


"Benarkah"


hatinya Ningsih bertambah sakit bukannya di tahan malahan aditiya senang


"Iya pak"


Aditiya melihat istrinya jika istrinya terbangun jawaban apa yang harus ia jawab.


"Tapi," Ningsih mulai sedikit senang karna ia merasa akan di tahan Aditiya tetap tinggal disini bersamanya walau sekedar menemani zahirah tidur "Tapi pak"


"Tapi aku takut kalau Zahirah marah jika tidak melihatmu esok pagi, apa yang harus kukatakan . aku tidak ingin membuatnya sedih."

__ADS_1


Sekita ningsih berdiri dan mengambil tasnya "Pak bilang saja aku ada urusan mendadak" sudah cukup ini semua salah, tidak ada sedikitpun hati Aditiya untuknya.


Sudah cukup pikirnya. "Saya permisi pak" di dalam hati kecil Ningsih masih berharap Aditiya menengok dirinya tapi tidak sama sekali.


__ADS_2