
"Ningsih bagaimana kabar mu nak, " tanya ibu Zahirah
"Baik ibu, ibu kenapa bisa masuk rumah sakit," tanya Ningsih
ibu Zahirah tersemyum lembut " Biasa nak, umur ibukan sudah tua jadi wajarlah kalau ibu suka sakit dan ini cuma kecapeaan," jawab Zahra menjelaskan
"itu kan Zahirah ibu cuman kecapeaan saja jadi buang jauh-jauh pikiran negatif mu." kata Ningsih tegas
Zahirah hanya menggaruk tenguknya merasa tidak enak karna sudah meropotkan sabahatnya itu padahal Ningsih harus pergi kerja, gara-gara dia Nngsih harus bolos kerja dan tidak mendapatkan upahnya karna ningsih bekerja digaji perhari.
"Kalau begitu saya permisih dulu ya ibu soalnya ada pekerjaan yang harus saya kerjakan dan semoga ibu selalu berikan kesehatan," kata Ningsih berpamitan
"Amin...kamu juga hati-hati," jawab Zahra
"Iya ibu dan kamu Zahirah kalau terjadi sesuatu dan butuh sesuatu jangan tidak enakkan minta tolong, " perintah Ningsih
"Nya Ningsih bawel, uushh...sana katanya mau pergi kok tidak pergi-pergi sih" kata Zahirah
" ini juga mau pergi tau, jangan rindukan aku ya.. bay" kata Ningsih melambaikan tangannya dan jangan lupa senyum yang menerut Zahirah itu menjengkelkan.
Zahirah melihat ibunya itu sedang tertidur tiba-tiba ingin menangis. Zahirah merasa bahwa ibunya tidak dalam keadaan baik dan pasti ibunya mengsembunyikan sesuatu darinya.
__ADS_1
Tok...tok...tok...
"Masuk" perintah Aditiya
seketaris Aditiya masuk dengan mata membola dia tidak percaya apa yang dia lihatnya kenapa ruangan ini menjadi kapal pecah.
"Apa kamu mau berdiri terus disitu dengan mimik muka seperti sedang melihat hantu" tegur Aditiya
"Ah... maaf pak.." jawab seketaris Aditiya
"Hmm...ada apa..apakah sudah waktunya rapat" tanya Aditiya dingin
"Hmm....kau boleh keluar tunggu aku lima menit!" perintah Aditiya
" Baik pak" jawab Fitriani dan keluar dari ruangan bosnya
diluar ruangan fitriani memegang dadanya merasa degdegkan bagaimana tidak waktu masuk diruangan bosnya, aditiya sedang bertelenjang dada. "Astaga apa yang tadi kulihat itu, mimpi apa aku semalam bisa mendapat lotre besar " kata Fitriani yang kesenengan seperti mendapatkan sesuatu hadiah spesial dari suaminya
dert...dert...dert..suara ponsel fitriani dan tertera myku yang tak lain adalah suaminya.
"Halo mas" kata Fitriani
__ADS_1
"kamu sedang sibuk? " tanya suamiya
"Astaga mas, kami menelpon hanyan ingin menanyakan itu, namanya juga orang bekerja ya sibuklah" kata Fitriani kesal kenapa juga suaminya menanyaakan tidak pentig
"Biasa aja neng, ngak usah enggas, gas kan sudah turun " jawab suaminya bercanda
"Hmm..ada apa" jawab ketus dia sudah malas meladeni candaannya suami kalau diladeni bisa-bisa tidak selsai
"Hahaha...maaf ya sayang, saya ingin memberi tahu kalau ibu dalam keadaan kurang sehat" jawab suaminya lembut
mendengar suara lembut suaminya kan tidak jadi marah apalagi ditambah berita yang menggejutkannya
"Ibu kenapa mas, apa ibu baik-baik saja dan kenapa ibu bisa sakit" tanya Fitriani khawatir mendengar mertuanya sedang sakit
"satu-satu donk sayang tanya, kondisi ibu sekarang sudah membaik kok, saya cuman kasih kabar kalau saya tidak bisa menjemputmu pulang dan kalau bisa kalau selesai kerja kamu kerumah ibu ya..." kata suaminya...
"Tidak papa kok mas kalau tidak bisa, saya bisa naik ojek online, aku pasti kerumah ibu mas, mas sudah dulu ya" mematikan secara sepihak, Fitriani merasa ada yang memperhatikannya dari belakang, sampai bulu kuduknya merending.
Fitriani berbalik kearah ruangan bos dan tidak disangka pak Aditiya sedang berdiri didepannya depan dengan tatapan intimidasi.
"Matilah saya" batin Fitriani
__ADS_1