HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 70


__ADS_3

Lama merendam diri di dalam bathub Ningsih terbangun karena bermimpi buruk. Ningsih duduk dalam keadaan terbatuk-batuk, napasnya naik turun karena sesak. Ningsih mencoba memperbaikki napasnya.


Ningsih keluar dari wc mengganti pakaiannya, ia duduk di kasur termenung "Kenapa aku bisa bermimpi seperti itu"


Ningsih bermimpi melihat Zahirah ingin membunuh dirinya ketika Zahirah melihat Ningsih meninggal tapi, yang membuatnya lebih kaget Ningsih melihat Aditiya menjadi orang gila setelah kepergian Zahirah. Ningsih melihat betapa hancurnya Aditiya setelah kepergian istrinya, Aditiya seperti mati tapi masih tetap bernyawa.


"Apa yang harus kulakukan. aku takut apa yang kumimpikan itu menjadi kenyataa, tapi dihatiku sudah lelah bukan hanya hatiku tapi jiwaku juga sudah tak sehat lagi" Ningsih memang sempat ingin memgakhir hidupnya karna tak sanggup lagi menahan rasa cintanya terhadap Aditiya


"aku harus bagaimana, aku lelah."


Ningsih mengaktifkan hpnya, yang sudah beberapa hari ini ia matikan, setelah hpnya menyala ia melihat notifikasi yang begitu banyak semuanya dari zahirah. Tak terasa air matanya terjatuh. Ningsih tidak tahu harus melakukan apa terhadap sahabat satu-satunya, Ningsih tidak pernah sama sekali terbesit dihatinya ingin memyakiti Zahirah tapi kalau seperti ini, Ningsih yang akan sakit selamanya karna ia sendiripun tak tahu sampai kapan rasa cintanya itu menghilang. Tapi yang ia tau kalau selama Ningsih bertemu dengan Aditiya rasa itu pasti akan ada selalu.


Ningsih tidak mungkin menjauhi Zahirah. Ningsih merasa lelah memikirkan masalahnya yang terputar disitu-situ saja.


Ningsih membuka semua pesan dari zahirah, membaca satu persatu pesan dari Zahirah yang membuat menambah hatinya semakin bersalah dan sakit adalah salah satu dari pesan Zahirah.


"Ning apakah kau marah padaku, aku minta maaf Ning, aku tahu akhir-akhir ini aku jarang menggabarimu tapi kumohon jangan marah padaku ya. Aku tahu aku salah, tapi setidaknya beri aku kabar bagaimana keadaanmu aku takut terjadi sesuatu padamu. Jadi kumohon balas ya pesanku" isi pesan Zahirah.


Ningsih hanya membacanya tak ingin membalas, ia terdiam tidak tahu harus membalasnya apa. Karna letak dari malasahnya itu terletak dari pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Setelah berpikir panjang, Ningsih memutuskan untuk menemui Zahirah. Ningsih harus memberitahu Zahirah kalau ia sedang tidak baik-baik saja. Ningsih butuh seseorang membantunya untuk keluar dari masalahnya ini tapi Ningsih akan memalsukan nama Aditiya dengan nama orang lain. Ningsih hanya ingin tahu tanggapan Zahirah jika Zahirah berada di posisi Ningsih sekarang.


Ningsih sarapan untuk mengisi tenaganya, agar bisa bercerita dengan baik setelah sarapan ia membersihkan dirinya dan berpakaian sangat rapi tak lupa Ningsih memakai riasan yang sederhana tapi tetap menawan.


Ningsih berharap agar dapat solusi dari masalahnya setelah bercerita dengan sahabatnya itu.


Ningsih bergegas menuju rumah Aditiya. Ningsih masuk tanpa hambatan. Ningsih ingin memberi kejutan untuk Zahirah. Ningsih melihat sedang duduk di ruang tamu memakan cemilannya betapa lucunya kini berat badan Zahirah bertambah, Ningsih berjalan menuju Zahirah tapi langkahnya terhenti ketika melihat Aditiya berjalan kearah yang sama dengannya.


"Kau sedang makan apa sayang, bagi yah"


"Tiak mau. Ini semua milik aku"


Aditiya tertawa dan mencium pipi istrinya "Iya itu semua milikmu tapi milikku hanya kamu." Memeluk istrinya dan mengusap perut istrinya yang masih rata.


"Nonton apa sayang serius sekali"


"Nonton film yang kisahnya itu dua sahabat yang sama-sama mencintai satu pria tapi prianya hanya mencintai salah satunya"


masih mengunyah makanannya "Saya tidak setuju dengan film ini mas."

__ADS_1


Aditiya hanya mendengar ocehan istrinya, semenjak istrinya hamil, istrinya itu suka sekali berbicara dan makan.


"Mas kau dengar tidak"


"Hmmm" masih saja memeluk istrinya


"Mas jawab donk"


"Aku juga tidak setuju, apapun kau tidak setuju aku juga sayang" jawabnya asal


"iya kan mas, masa sahabatnya mencintai suami sahabat, sahabat macam apa itu. Seharusnya sahabatnya itu harus saling mendekung dan mengerti. seperti aku dan Ningsih mas "


"Iya, Ningsih itu sahabat terbaik untukmu sayang. tidak mungkin Nngsih menyakitimu."


Ningsih mendengar semua pembicaraan suami istri itu membuat dirinya tidak berani bertemu dengan Zahira. Ningsih menyenggol Vas bunga sehingga menimbulkan suara membuat Aditiya dan Zahirah berbalik kearah sumber suara.


zahirah bediri ketika melihat siapa dibalik Vas bunga "Ningsih" berteriak senang ingin berlari tapi di tahan Aditiya


"Biar Ningsih kesini, kau duduk saja" Zahirah cemberut tapi tetap menurut, ia sangat rindu dengan Ningsih.

__ADS_1


"Ningsih kemarilah" panggil Aditiya


Ningsih ingin pulang tapi sudah ketahuan oleh kedua pasangan itu, terpaksa ia tidak jadi pulang. Padahal hatinya saat ini susah ia jabarkan sendiri.


__ADS_2