HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 4


__ADS_3

Fitriani sedang mempersiapkan berkas untuk rapat sebentar, begitu seriusnya Fitriani tidak menyadari kalau seseorang laki-laki berdiri didepannya dengan tatapan dingin.


" Tok...tok...tok" suara ketukan meja " Pak Aditiya ada " tanya seorang pria.


Mendengar ketukan meja dan nama bosnya dipanggil Fitriani terlonjak kaget.


"Ah..iya..." berdiri tiba-tiba "maaf pak tapi pak Adititanya sedang tidak di ingin diganggu oleh siapapun " mengkecilkan suaranya takut kalau salah bicara.


"Saya ingin menyampaikan sesuatu kepada pak Aditiya" berjalan menuju keruangan Aditiya tanpa memperdulikan omongan seketaris bosnya


Tapi sebelum memegang handel pintu dia dikagetkan oleh sebuah tangan untuk mencegahnya masuk


"Apa yang kau lakukan, berani sekali kau mencengah saya " berbicara tidak formal lagi


" Maaf pak tapi ini perintah pak Aditiya " jawab Fitriani dengan menundukkan kepalanya.


Yang ditanya tidak memperdulikannya tetap saja masuk walau sudah tidak di izinkan.


Fitriani melihat itu hanya bisa pasrah, setidaknya dia sudah melarangnya masuk. Fitriani mengenal siapa pria yang menyebalkan dan mengerikan itu, siapa lagi kalau bukan orang yang sangat dipercayai oleh bosnya walaupun Fitriani baru satu bulan bekerja diperusahaan Aditiya tapi Fitriani tau betul bagaimana sepak terjangnya laki-laki itu bisa menyelesaikan permasalahan perusahaan atau urusan pribadi bosnya, mulai dari masalah sederhana sampai dengan masalah masa depan seseorang.

__ADS_1


Aldi Kusuma Wijaya atau dipanggil dengan Aldi, walau tidak ada hubungan darah dengan Aditiya tetapi aditiya memberikan nama Kusuma Wijaya dibelakang nama Aldi karna Aditiya sudah menganggap Aldi sebagai adik kandungnya sendiri. Makanya Aldi bisa melakukan apapun jika menyangkut keluarga Aditiya Kusuma Wijaya.


Di dalam ruangan Aldi masuk matanya membulat tak percaya apa yang dilihat semua sudut ruangan berantakan kecuali meja kerja tuannya.


" Ternyata Tun tau aja yang mana menghasilkan uang " kata Aldi dan melangkah menuju dimana aditiya berada


"Tok..tok...tok..." suara ketukan pintu


"Masuk" jawab aditiya dan melihat kearah pintu "kau!" Suara mulai sedikit meninggi " apa yang kau lakukan disini, apakah tugas yang kuberikan padamu sudah kau selesaikan " tanya Aditiya kesal


"Sudah tuan" jawab Aldi sedikit merasa tidak enak


"Habislah saya, kenapa juga saya harus menganggu pada saat moodnya tidak baik" batin Aldi


Belum sempat Aditiya selesai bicara, Aldi langsung memotongnya.


"Maaf tuan bukan maksud saya menganggu anda tapi ada yang ingin sampaikan dengan anda ini masalah serius " kata Aldi dengan nada serius


" jika masalah yang ingin kau sampaikan bukan masalah serius, maka terimalah hukumanmu. Aku akan kirim kau keluar negri lagi ".

__ADS_1


"Kan sudah saya tebak apa yang akan dikatakan tuan Aditiya hampir saja harus keluar negri, merepotkan sekali kalau keluar negri lagi, mana disana susah mencari nasi" batin Aldi.


"Katankan masalah apa sehingga kau berani masuk sampai-sampai kau tidak memperdulikan perkataan seketarisku " tanya Adtiya


" ini masalah adik anda tuan " jawab Aldi dengan senyum kemenangan


Mendengar perkataan Aldi, Adtiya menghelah napasnya panjang dia tau ini pasti masalah adik perempuanya itu sedang membuat masalah dan cukup serius.


Aditiya sedang mengambil gelas satu lagi


" Kemarilah temani aku minum" kata Aditiya


Aldi yang merasa senang karna moodnya bosnya langsung berubah menjadi lembut bila bersangkutan dengan adik perempuanya.


Aldi sudah disamping aditiya dengan kening berkerut, siapa dia temui sehingga moodnya berubah sehingga dia meminum wine beberapa botol dan betapa menajubkannya Aditiya tidak merasa mabuk sedikitpun. walau yang diminum Aditiya kadar alkoholnya tidak banyak tapi tetap saja kan tidak baik untuk kesehatan.


" Terima kasih bos " jawab Aldi


"Katakan apa yang dilakukan adikku lagi dan kurasa masalah ini cukup serius karna kau yang sendiri langsung melapornya, bukan begitu Aldi " tanya Aditiya dengan penekan

__ADS_1


"Adik anda bos sudah membully seorang perempuan dan orang yang dia bully mahasiswi tingkat akhir bos " kata Aldi dengan penuh penyesalan


"Hah...rupanya begitu, aku tak mengira bahwa widya sudah melewati batas " kata Aditiya dengan nada sedikit sedih.


__ADS_2