HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 63


__ADS_3

"Ning katakanlah sesuatu, apapun itu aku akan menerimanya tapi kumohon jangan diam begini " Zahirah memaksa Ningsih berbicara pasalnya Ningsih tidak membuka mulutnya.


Zahirah masih menunggu, Ningsih mengatakan sesuatu semakin lama menunggu semakin membuat Zahirah takut. Apa yang membuat Ningsih bungkam. Apakah Ningsih begitu marah padanya sehingga tidak ingin mengatakan apapun.


"Ningsih kumohon jangan begini, berbicaralah kau boleh marah, kau boleh melampias apapun padaku tapi jangan diam Ning"


cukup sudah, Zahirah tidak bisa menahan air matanya untuk keluar "Aku sangat menyayangimu Niing, apapun yang kau inginkan akan kuberikan tapi kumohon jangan diam seperti ini" memegang tangan ningsih dengan erat.


Ningsih mengangkat tangannya untuk menghapus air mata Zahirah "Ra jangan menangis, aku tidak bisa melihat air mata mu"


"kalau begitu jawab pertanyaanku, kau marahkan sama aku karna aku sudah membohongimu"


Ningsih menganggukkan kepalanya, Zahirah memeluk Ningsih "Maafkan aku Ning, maafkan aku.. aku... aku... sungguh minta maaf, apa yang ingin aku lakukan agar kau bisa memaafkanku?" tanya Zahirah bersungguh-sungguh


"Apakah kalau aku boleh meminta suamimu dan apakah kau bisa memberikannya padaku " batin Ningsih


Ningsih tersenyum "Sebelum aku meminta sesuatu, boleh aku bertanya terlebih dulu"


"Iya kau boleh menanyaan apapun padaku"


"Apakah kau mencintai suamimu" dada Ningsih sesak tapi berusaha tetap tegar.


Ia harus mengetahui apakah Zahirah mencintai Aditiya kalau sudah mendapatkan jawaban barulah Ningsih mengambil keputusannya sendiri.

__ADS_1


Zahirah terkejut mendengar pertanyaan ini tidak ada hubungannya dengan kebohongannya.


"Ning aku tak mengerti akan pertanyaanmu"


"Jawab saja aku ingin mengetahuinya Ra"


Zahirah menarik napasnya


"Aku... aku... aku... mencintainya Ning" zahirah mengangkat kepalanya wajahnya berhadapan dengan Ningsih,


"Aku sangat mencintainya Ning, dia sosok laki-laki membuatku bahagia walaupun terkadang dia nyebeliin" wajahnya terlihat jelas kalau zahirah begitu bahagia saat ini. Ningsih bisa melihat itu semua.


"Kau bahagia hidup bersamanya?" tanya lagi Ningsih,


Zahirah menggelengkan kepalanya "dia sangat baik padaku Niing, tidak sedikitpun dia berpilaku buruk dan dia selalu memberikan apapun yang aku mau walau terkadang ia kesal sendiri" tertawa meningat wajah suaminya yang sedang kesal


Ningsih mengcengkram seprai kasur dengan sangat keras agar air matanya tidak terjatuh, ia butuh pasokan udara dadanya sesak seakan ada yang menindis dadanya.


"Kalau begitu aku tak berhak marah padamu, asalkan suamimu baik padamu dan kau bahagia itu sudah cukup untukku ra, aku sangat bahagia mendengarnya." Berusaha terlihat kuat walau hatinya sakit seperti di tusuk jarum berkali-kali


"Benarkah kau tak lagi marah padaku" Ningsih tersenyum dan memeluk Zahirah


"Iya aku sangat bahagia memdengar kau bahagia," air mata Ningsih terjatuh tanpa disadari.

__ADS_1


Zahirah melepas pelukannya " Tapi kenapa kau menangis Ning, apakah aku berbuat salah lagi"


Ningsih menggelengkan kepalanya "Tidak Ra, air mata ini menandakan kalau aku sangat bahagia."


Bohong agar Zahirah tidak curiga "Sudah ah... aku capek di peluk kamu terus" canda Ningsih


"masih kangen ning " Zahirah tidak ingin melepaskan pelukannya


"Terima kasih Ning kau selalu ada untukku, aku yakin kau akan mendapatkan laki-laki yang membuatmu bahagia sehingga kau bisa melupakan masa lalumu yang kelam" Zahirah berucap dengan tulus.


"Tapi aku tak yakin Ra dengan hatiku sendiri" batin Ningsih.


"Udah ihh sedih-sedihnya, aku lagi sakit Ra aku mau cepat sembuh kalau menangis terus bisa-bisa sakitku bertambah"


"Haha.. baiklah, kau ingin sesuatu "


"Aku mau kau pulang! "


"Ningsih" mata Zahirah berkaca-kaca tak biasanya ningsih berkata kasar


"Haha bercanda ra."


Padahal Ningsih serius dengan ucapannya. Ningsih ingin sendiri, sendiri meratapi nasib dan cintanya. Ningsih harus secepat mengambil keputusan untuk hatinya ia tidak bisa berlarut-larut dalam kesedihan.

__ADS_1


__ADS_2