HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 6


__ADS_3

Ningsih menyeret zahirah menjauh dari keremuan laki-laki itu tadi


" kamu apa-apaan sih ning aku ingin membantu perempuan itu tadi dan apa itu tadi kamu bilang saya lupa minum obat " kata zahirah kesal dan melotot kearah ningsih


"Bukan bigitu, emangnya kamu tidak kenal laki-laki itu" tanya ningsih heran


Zahirah mengeleng cepat secepat pertanyaan ningsih, ningsih menghela napasnya kenapa sahabatnya satu ini selalu tidak tau tentang berita online dan laki-laki tadi itu yang selalu masuk berita online.


Zahirah memang tidak pernah membuka berita online walaupun mempunyai hp pintar, hp itu hanya digunakan untuk kepentingan pribadi.


"Itu hp kamu pakai apa sih sampa-sampai kamu tidak mengenal sosok pria tadi " tanya ningsih heran


"Pakai nelpon lah " jawab zahirah polos


Ningsih memukul lengan zahirah dengan pelan karena temannya ini terlalu cuek atau terlalu polos entahlah. Zahirah sedikit merengis kesakitan.


"Jagan lebay ya...saya hanya memukulmu pelan atau kau mau aku memukul dengan betul." kata Ningsih kesal


"Hehe...marah-marah mulu neng nanti tambah cantik loh" kata zahirah mengoda


"mana ada orang marah-marah tambah cantik, yang ada tuh tambah banyak uang " Ningsih tertawa dengan ucapannya sendiri


Zahirah hanya geleng-geleng kepala dan berkata dalam hati siapa sih sebenarnya yang lupa minum obat.

__ADS_1


Sebenarnya Zahirah betul merasakan sakit' dilegannya walau ningsih memukulnya pelan akibat cengkramannya waktu ditoilet.


Sedang asyik brcanda terdengar suara dering telpon Zahirah. Zahirah meraih ponselnya di dalam tas dan melihat siapa yang menelponnya. kening Zahirah berkerut ketika melihat layar ponselnya tidak ada namanya itu berarti zahirah tidak mengenalnya.


Zahirah tidak menjawab namun terdengar lagi suara dering telpon


"Angkat Zahirah" perintah Ningsih


"Malas ah, tidak kenal sapatau penipuan yang mengatas namakan pemenang undian" kata Zahirah


"Ihh kamu ya...angkat tidak, saya pusing mendengar suara nada dering mu " kata Ningsih yang berpura-pura memegang kepalanya


"iya bawel" jawab Zahirah dan lansung menggeser ditelponnya


"Halo, cari siapa" tanya Zahirah


"Iya, anda siapa ya dan ada bisa perlu bantu mba"


"Maaf mba Zahirah, tapi kami dari rumah sakit X ingin memberi tahu, bahwa ibu anda sedang berada diruangn ICU" kata suster


deg !


zahirah mendengar itu merasa jantungnya terpacu cepat, berbagai pertanyaan yang ada dibenaknya . kenapa ibunya bisa masuk rumah sakit dan banyak lagi.

__ADS_1


"mbak zahirah " tanya suster


"ah iya mba, maaf mba, jadi bagaimana keadaan ibu saya sus " tanya zahirah cepat


"ibu anda sudah tidak papa tapi saran dokter ibu anda harus dirawat untuk beberapa hari lagi dan maka dari itu kami menelpon mba zahirah agar mba bisa menyelesaikan adminitrasi rumah sakit ibu anda mba, agar ibu anda bisa dipindahkan di ruangan inap mba" kata suster yang sedang menangangni ibunya


"Iya mba saya akan segera kesana dan maaf mba telah merepotkan anda " kata Zahirah


"tidak papa mba ini sudah menjadi tugas kami, kalau begitu kami tunggu mba Zahirah "kata suster


"terima kasih mba"


"sama-sama mba" kata suster dan mematikan sambungan telponnya.


Ningsih melihat wajah zahirah yang tiba-tiba pucat


"Ibu kenapa ra" tanya Ningsih dengan lembut


Zahirah mengakat kepala tak terasa air matanya mengalir " Ning ibu Ning masuk rumah sakit" kata Zahirah sedikit terisak


"Astaga kalau begitu ayo cepat kerumah sakit" kata Ningsih dan menyeret Zahirah kearah tempat parkir motor.


"kenapa kita ketempat parkir motor " tanya Zahirah heran

__ADS_1


"Ya naik motor lah "jawab ningsih cepat "ayo cepat saya tidak mau melihat air mata lagi"


"Tapi di mana kamu mengambil uang untuk beli motor" tanya Zahirah lagi dengan memgikuti jalan Ningsih.


__ADS_2