
Aldi sudah sampai ketempat tujuan "Tuan sudah sampai"
Aditya terbangun dan melihat istrinya rupanya istrinya itu masih tidur dengan damai smabil memeluknya "Zahirah....bangun sayang"ucapan yang sangat manis "Bangun kita sudah sampai"
Zahirah sama sekali tidak terganggu justru ia semakin memeluk aditiya seperti bantal guling. Aditiya gemas mencium leher istrinya sampai zahirah terbangun
"Aduh..." Zahirah mengeluh sakit sambil memegang lehernya.
Zahirah terkejut melihat posisinya sekarang. kenapa ia bisa tertidur di paha suaminya. Zahirah mengadah keatas dan melihat suaminya sedang menatapnya.
"Capek ya" Zahirah bagun dan duduk
Aditiya menganggukan kepalanya "Maaf ya mas" mengusap paha suaminya.
"Jangan sembarang pegang sayang" batin Aditiya
Aditiya mengyingkirkan tangan Zahirah. Aditiya takut terjadi sesuatu yang tidak ingin di dalam mobil.
"Tidak apa-apa" Aditiya membenarkan rambut istrinya yang berantakan
Zahirah baru tersadar dari tidurnya, ia melihat sekeliling spertinya ia mengenal dimana ia sekarang berada.
__ADS_1
"Mas kenapa kita kesini" tanya Zahirah sekita hatinya sedih. ini tempat di mana ibu dan ayahnya dimakamkan dan ia sudah lama tidak berkunjung.
"Kita kan belum pernah mengunjungi ayah dan ibu selama kita menikah" Aditiya mencium kening istrinya "Jangan sedih ya kita harus bahagia agar ayah dan ibu bahagia juga disana."
Zahirah menganggukan kepalanya "Cup, hadiah untuk suamiku yang baik hati" tersenyum Zahirah.
Aditiya tertawa gemasnya "Ayo turun"
"Ayo" semangat Zahirah.
Sampailah ditempat di mana ayah dan ibu Zahirah dimakamkan. Aditiya berdiri disampingannya ada Zahirah yang sudah menangis.
"Aku sudah menahannya mas tapi air mata ini keluar sendiri tanpa di suruh" Zahirah mengusap air matanya yang tak kunjung henti
Zahirah memukul lengan Aditiya "Tapi saya ingin mengucapkan terima kasih karna telah melahirkannya dan dapat membuatku selalu bahagia" Aditiya dan zahirah saling bertatap "Saya berjanji akan selalu menjaganya dan membahagianya" Aditya mencium kening istrinya.
"Saya mencintai anak ayah dan ibu" batin Aditiya
"Sudah ya nangisnya malu di liat orang, kira nanti aku memukul anak kecik" bisik Aditiya.
Tadinya zahirah terharu oleh perkataan suaminya sekarang berubah jengkel. Aditiya mengusap air mata istrinya "Jangan nangis lagi ya, aku sudah berjanji sama ayah dan ibu akan selalu membahagiakanmu."
__ADS_1
Zahirah menganggukkan kepalanya "Ayah dan ibu tenang ya di sana, terimah kasih sudah melahirkanku kedunia ini, bisa bertemu dengannya yang selalu membuatku kesal tapi aku bahagia kok ibu jadi jangan lagi khawtirkan aku lagi ayah ibu."
Selesai dari makam ibunya Zahirah. Aditiya tidak kembali kemobil justru ia kembali melanjutkan jalan kesisi lain. Zahirah hanya mengikutinya.
Sampailah Aditiya diMakam ayahnya. Aditya berdiri tanpa mengucapkan sesuatu matanya mengambarkan kesedihan. Zahirah yang melihat eksperesi suaminya itu ia heran siapa gerangan yang di Makam di sini tapi dari batu nisanya tertulis Kusuma Wijaya.
"Ini siapa mas?" tanya Zahirah tanganya mengusap lengan Aditiya guna memberi tahu kalau suaminya itu tidak sendiri.
"Ayah" suara Aditiya serak seperti menahan sesuatu.
Zahirah mengerti langsung memeluk suaminya memberikan kekuatan untuk suaminya "Halo ayah perkenalkan nama saya Zahirah, saya adalah istri dari lelaki yang sangat tampan dan menawan ini tapi selalu menjahiliku. Ayah tenang ya di sana. Saya berjanji selalu bersama dengan anak anda dalam keadaan susah maupun bahagia dan saya akan selalu membuatnya bahagia jadi kuharap ayah juga bahagia di sana" Zahirah tersenyum melihat Aditiya.
"Aku sangat memcintai anak anda " batin Zahirah
Aditiya mendengarkan semua perkatan istrinya terharu. Aditiya memcium istrinya "Ih mas, mulai lagi. Ayah itu liat anakmu jahilkan" Zahirah mengadukan Aditiya.
Aditiya hanya tertawa
"Ayah liatkan hanya dia bisa membuatku bahagia jadi ayah tak usah khawatir lagi dengan hidupku. aku sudah bahagia" Aditiya mencium istrinya lagi.
Dari jauh ada Aldi yang memperhatikan tuannya. Aldi tersenyum bahagia. Aldi tak pernah menyangka kalau tuanya akan mengunjing tuan besar untuk kedua kalinya yang pertama waktu tuan besar ingin di Makam setelah itu tuannya tidak pernah lagi berkunjung.
__ADS_1
"Terima kasih nona, sudah hadir di dalam hidup tuan Aditiya. aku akan menjaga kalian berdua" Aldi bersyukur atas apa yang diliatnya sekarang.