HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 56


__ADS_3

Zahirah berjalan mondar mandir menuggu Ningsih datang tapi semenjak ia masuk diruangan ini Ningsih tak kunjung datang. Zahirah khawatir karna baru pertama kalinya membohongi Ningsih. Zahirah takut kalau Ningsih akan menjauhinya dan tidak menganggapnya lagi sahabat.


"Gimana ini" guman Zahirah tak lupa menggigit kukunya ini kebiasaan baru-baru ia lakukan kalau sedang ketakutan.


Pintu terbuka, Zahirah berbalik kearah pintu. bukan Ningsih yang masuk tapi suaminya


Zahirah buru-buru berlari kearah suaminya sampai terjatuh "Aw" memegang lututnya yang sudah lecet sedikit.


Aditiya tak menyangka istrinya jatuh "kan sudah beberapa kali aku bilang jangan berlari kalau begini bagaimana" kesal istrinya tidak mau mendengarkannya.


Adtiya mengendong Zahirah menuju sofa dan memeriksa lutut istrinya "lecetkan" batinnya.


"Maaf mas" guman Zahirah, merasa bersalah ia juga tidak tau kalau akan jatuh


"Ahh.." mendesah Aditya tidak bisa marah justru ia menyalahkan dirinya karna tidak bisa menjaga istrinya dengan baik "Tidak apa-apa, jangan diulangi lagi ya" memeluk istrinya diciumnya kepala istrinya


"Apa ini sakit" menyentuh lutut istrinya. Zahirah mengelengkan kepalanya. "Maafkan aku" mencium istrinya.


"Kenapa mas yang minta maaf" melihat raut wajah suaminya yang merasa bersalah "Aku tidak apa-apa kok beneran ini cuman lecet sedikit" memegang wajah suaminya "Muah..muah..muah..." mencium bibir suaminya "sudah yah tidak usah tegang begitu mas" memeluk suaminya.

__ADS_1


kKhawtiran aditiya sudah hilang "Kau sudah berani yah" meregang pelukannya "Hehehe.. lagian mas tegang begitu" memperlihatkan senyuman manisnya


"Mas khawatir bukan tegang "mengusap pipi istrinya "Tapi kenapa kau berlari" Zahirah menepuk jidatnya hampir lupa menanyakan tentang Ningsih "Astaga" diciumnya pipi suaminya.


"Kenapa istri saya semakin lama semakin menggemaskan" batin Aditiya


"Aku hampir lupa mas"


"Iya kenapa memang "


"Mas ningsih mana kata mas tadi dia akan datang keruangan ini, terus kenapa dia tidak datang-datang" khawatir ia ingin tahu tanggapan Ningsih kalau sudah menikah.


"Mas ihh jawab" cemberut


"Ningsih yah" tidak tau harus menjawab tidak ingin istrinya sakit hati kalau Ningsih sudah pulang.


"Iya Ningsih mana mas " mengulang perkataannya


"Kita makan dulu yah mas lapar"

__ADS_1


"jawab dulu mas."


Akhirnya aditiya pasrah "Ningsih pulang"


"Kenapa pulang, Ningsih marah yah mas. gara-gara aku tidak jujur sama dia. Dia pasti marah mas. Bagaimana ini mas. Aku harus minta maaf sama Ningsih " menyalahkan dirinya. Sekarang Zahirah tidak bisa berpikir arah baik yang dipikirannya hanya Ningsih


"Hei..hei Zahirah sayang " Aditiya tidak menyangka kalau istrinya akan bersikap seperti ini. Beberapa kali ia mendapatkan istrinya berlebihan kalau menyangkut orang terdekat istrinya "Tenang yah saya akan berbicara dengan Ningsih kau tenang yah. semuanya akan baik-baik saja" memeluk istrinya agar istrinya tenang.


Zahirah mendongkakkan kepalanya "beneran yah mas. Kalau mas akan berbicara dengan Ningsih dan mau menemuiku lagi" Aditiya menganggukkan kepalanya.


Sekarang Zahirah sudah membersihkan dirinya dan berganti pakaian tidurnya, ia melihat berbicara di telpon sangat serius.


Zahirah mendekat "Mas ayo bobo"


"Ia sebentar yah " Zahirah menganggukan kepalanya dan naik kekasur.


Tak lama aditiya naik kekasur "Sudah bobo" melihat istrinya, ternyata istri sudah tidur.


Aditiya berbaring memeluk istrinya. Tadi ia berbicara dengan Aldi bertanya di mana Ningsih berada. Rupanya Ningsih tidak pulang keapartemennya sampai sekarang Ningsih tidak tau kemana keberadaannya.

__ADS_1


"Saya tidak tau, seberapa penting bagimu Ningsih. Bagaimana agar kamu bisa memaafkanku ini semua salahku andaikan aku menyuruh memberitahu Ningsih kalau aku adalah suamimu. Mungkin tidak akan terjadi seperti ini." Diciumnya istrinya beberapa kali. Zahirah merasa terganggu berguman tidak jelas. Aditiya tersenyum "Kumohon jangan marah padaku yah... saya akan berusaha memperbaikki ini " takut kalau istrinya marah dan lebih memilih sahabatnya.


__ADS_2