HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 52


__ADS_3

Zahirah hampir lepas kendali di hadapan suaminya, ia tidak mengira akan terjadi seperti ini. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya, ia tidak bisa meperliatkan kalau ia sedang sakit.


Bagaimana caranya suaminya tidak curiga dan tidak memcari tahu. Apa yang harus Zahirah lakukan agar pikiran suaminya teralihkan oleh kejadian tadi.


"Hahahahah" tiba-tiba Zahirah tertawa keras untuk menghilangkan rasa gugupnya


Aditiya heran dengan perubahan sikap istrinya "Kau tidak papa" memeriksa seluruh tubuh istrinya


"Saya tidak apa-apa mas" menyingkirkan tangan suaminya "Memangnya aku kenapa" pura-pura tidak tahu


"Kau tadi tidak mengenaliku" memeluk istrinya dengan erat "Aku sangat terkejut"


"Hahahah" lagi-lagi zahirah tertawa "Bercanda" bisiknya di teliga suaminya.


Bercanda dia bilang, bercandanya kelewatan "Kau lagi baercanda denganku" bercandanya tidak lucu justru sebaliknya ini membuatnya takut.


"Hehehe...muah..muah..muah" serangan terakhir


"Ini sogokan ya"


"Tidak, mas kelihatan sangat ganteng kalau lagi marah" untuk menghilang rasa debaran dijantungnya Zahirah melakukan seimut mungkin


"Hahaha...kau lagi mengodaku ya" perubahan hatinya sekita berubah melihat wajah imut istrinya.


"Syukurlah " batin Zahirah lega

__ADS_1


Aditiya mendekati Zahirah yang baru saja selesai Mandi. Terlihat Zahirah sangat segar "Kenapa kau tidak membangunkanku" Aditiya ketiduran setelah candaan istrinya itu membuatnya takut.


"Mas lagi keenakkan tidurnya" merapikan rambut suaminya yang berantakan "Pergi mandi ihh mas bau" menutup hidung dan melepaskan pelukan suaminya kalau berlama-lama ini akan membuatnya mandi dua kali.


Aditiya mencium bau badannya. tidak bau, ia menatap istrinya sedang tersenyum di balik pintu tempat ganti baju "Maafkan aku mas kusayang" berteriak dan membanting pintu tak lupa menguncinya.


"Haha..awas kau yah" berjalan kearah kamar mandi.


Zahirah mengintip apakah suaminya itu masih ada atau tidak. Oh ternyata suaminya sudah pergi mandi. zlZahirah keluar dan duduk kasur. telpon berdering tertera Ningsih kusayang.


Mengangakat telpon "Ningsih " teriaknya gembiria.


"Biasa aja neng" Ningsih menjauhkan telponnya dari telingannya


"Tidak ada apa-apa cuman mau aja aku menelponmu"


"Ada gosib baru yah" goda Zahirah


"Hahah...tau aja "


"Gosip apa " Zahirah melirik kearah pintu kamar mandi yang sedang terbuka.


Aditiya yang sedang di dalam kamar mandi mendengar suara istrinya sedang berbicara dengan seseorang dengan suara yang sangat gembira, meyebalkan, ia menyelesaikan mandinya padahal masih ingin merendam. Ini gara-gara suara istrinya itu. Keluar kamar mandi matanya menatap tajam kearah istrinya yang sedang tersenyum melihatnya tidak lupa tangannya disimpan kemulutnya bertanda mas jangan ribut. Sejak kapan seseorang mengaturnya, ia mengambil bajunya tidurnya tidak mengkancingnya dan mendekat istrinya sedang asyik cerita.


"Ning sudah dulu nanti aku akan berkunjung kerumahmu" mengakhiri telpon, merasa terganggu dari suaminya sedang memeluknya dari belakang dan tak lupa bibirnya mencium kesana kemari.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak lagi mau bicara lama denganku yah"


"Bukan begitu tapi ada yang mau aku kerjakan"


"Baiklah aku akan menutup telpon ini tapi kau harus bermalam diapartemenku" memohon agar zahirah ingin menginap diapatermennya. ia rindu masa-masa ia bersama sebelum kerja di perusahan Aditiya waktunya terkuras habis sejak ia bekerja.


"Apa kau ingin aku bermalam diapartemenmu" melirik suaminya yang tiba-tiba berhenti dari kegiatannya.


Aditiya mengambil telpon zahirah dan mematikannya "kau ingin bermalam di rumah sahabatmu?" bertanya ulang, ingin mematiskan. Bagaimana ini kalau istrinya meminta izin. Apakah ia harus mengizinkannya atau tidak tapi kalau tidak mengizinkan istrinya pasti sedih tapi kalau mengizinkannya terus bagaimana dengan keadaannya.


"Boleh ya mas" memohon agar diberikan izin. Zahirah juga rindu ingin tidur bareng "boleh ya sekali ini saja"mata bulatnya lagi menatap mata suaminya dengan berkaca-kaca.


"Sial.....kurang ajar kau Ningsih aku akan menghukummu" batin Aditiya kesal.


"Baiklah " pasrah, ia tidak tega melihat mata memohon istrinya


"Benarkah" karna gembira zahirah langsung naik kepangkuan suaminya Aditiya terkejut tapi tetap menahan badan istrinya agar tidak terjatuh. tmTanganya berada di leher suaminya dan mencium suaminya beberapa kali


"Hahaha...kau sangat senang yah" Zahirah menganggukan kepalanya beberapa kali


"Terimakasih" Zahirah mencium Aditiya mesra


"Ini akan lama sayang" suara aditiya menahan sesuatu. Istrinya sedang mencium lehernya.


"Tidak masalah" ucap Zahirah disela ciumannya.

__ADS_1


__ADS_2