HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 21


__ADS_3

Aldi harus menetralkan suasana ini apalagi ia beberapa kali melihat tuannya itu meliriknya yang susah diartika.


"Begini ibu Zahirah kami disini untuk membahas persyaratan yang saya tadi ajukan, " kata Aldi tenang


"Iya jadi apa persyaratannya dan apa hubungan dengan persyaratan itu denga pak Aditiya, " tanya Zahirah heran.


"Karna persyaratannya menjadi istriku, " yang menjawab bukan lagi Aldi melainkan Aditiya


Zahirah kaget memdengar perkataan Aditiya " Apa menjadi istri bapak? " tanya lagi Zahirah dan diangguki oleh Aditiya dan aldi


"Bolehkah saya menolaknya pak. " kata Zahirah lemah


Zahirah tidak bisa membayangkan hidupnya bagaimana jadinya jika harus menikah saat ini, bukan masalah mencintai atau tidak. Bukankah cinta bisa datang seiringnya waktu tapi yang dipikirkan adalah keadaan sahabatnya kalau ia menikah dalam waktu dekat maka tidak bisa merawat Ningsih sementara ia dan Ningsih sebata kara.


"Tidak boleh " kata Aditiya mutlak " kalau anda menolak persyaratannya maka detik ini juga saya memerintahkan tim dokter yang menanggani saudara anda untuk segera berhenti" ancam Aditiya, ia tidak benar-benar ingin melalukannya tapi hanya ingin menakuti Zahirah


Zahirah mengalah karna ia sudah tanda tangan berarti ia tidak bisa mundur lagi dan ia tidak mau terjadi kenapa-kenapa lebih baik ia mengorbankan kebahagianya dari pada harus ditinggal lagi oleh orang yang ia sayang.


" Baiklah saya menerima persyaratan pak Aditiya" jawab Zahirah "Tapi saya punya satu syarat saya akan menikah dengan anda tapi setelah saudara saya sembuh total"


"Tidak bisa, kau harus menikah dengan saya besok lagian tidak akan ada yang tau kau sudah menikah. Tapi pernikahan ini sah di mata tuhan dan hukum dan kalau soal menggurus saudaramu aku tidak pernah melarang mu untuk tidak bertemunya lagi. Kau bisa melakukannya sesuka hatimu " kata Aditiya


"Baiklah saya akan menuruti semua yang anda inginkan. " kata Zahirah

__ADS_1


Yang tadi suasana yang begitu tegang tiba-tba terdengar suara perut kelaparan. Sumber suara tersebut berasal dari perut Zahirah, sekita Zahirah memegang perutnya dan tertunduk dalam ia malu kenapa disaat seperti ini perutnya tidak bisa diajak komporomi.


Lagi Aditiya memberikan tatapan tajam kearah Aldi "salah lagikan gue, kenapa Aditya selalu marah kalau berkaitan dengan nona Zahirah padahal dengan perempuan lain dia tidak pernah berbuat seperti ini apa jangan-jangan Aditiya sudah jatuh cinta dengan nona zahirah" batin Aldi tersenyum sendiri


" kalau tidak ada lagi yang ingin dibahas saya permisi dulu saya ingin menunggu operasi saudara saya." pamit Zahirah.


"bTunggu dulu, sebaiknya kamu membersihkan dirimu di kamar mandi, " tunjuk Aditiya kearah kamar mandi yang ada di ruangan ini


" Tapi pak saya bisa membersihkan diri di rumah pak " tolak Zahirah


" Sekarang aku bilang. " perintah Aditiya


Zahirah melihat Aldi meminta pertolongan tapi yang dilakukan Aldi hanya menganggukan kepalanya, bisa-bisa dia repot satu minggu di kantor kalau ia harus membantah perkataan tuannya apalagi dari tadi ia mendapatkan tatapan tajam dari tuannya.


" Bajumu sudah disiapkan Aldi untukmu " kata Aditiya seenaknya


" Apa-apaan laki-laki ini belum juga jadi suami sudah banyak maunya apalagi kalau aku sudah menjadi istiriya bisa-bisa hidupku tidak tenang " batin Zahirah ingin sekali zahirah berteriak bahwa ia tidak perlu mandi untuk saat ini


" Tapi pak, "


" Tidak ada tapi-tapian, pergi sekarang yang aku perintahkan!. "


Akhirnya Zahirah mengalah dari pada berdebat terus dengan laki-laki yang tidak mau mengalah lebih baik pergi mandi.

__ADS_1


Zahirah sudah memasukki kamar mandi dan melihat ada sepasang baju berserta pakaian dalamnya yang sudah siap dipakai " Sejak kapan pakaian ini sudah ada. " batin Zahirah


Aditiya masih menatap Aldi dengan tajam, akhirnya Aldi meminta maaf


" Maafkan saya tuan"


" Kamu tau salahmu? " tanya Aditiya


" Iya tuan, maafkan saya " jawab aldi


" Kenapa kamu membiarkan dia dalam keadaan seperti itu, apakah kamu tidak punya rasa kasihan padanya? " tanya Aditiya dan bodohnya Aldi mengangguki omongan tuannya dan langsung mendapat tendangan maut pas dipelepis betisnya .


Aldi mendapatkan serangan tiba-tiba ingin terjatuh untung ada dinding yang menahan tubuhnya.


" Kalau saya mendapatkan dia seperti itu lagi maka kamu saya akan hukum " ancam Aditiya


" Baik tuan maafkan saya " kata Aldi


" Kamu boleh pergi tapi sebelum meninggalkan rumah sakit ini selsaikan dulu semua keperluan saudarahnya Zahirah selama di rumah sakit ini. " perintah Aditiya


" Baik tuan "


Sebenarnya Zahirah sudah selesai membersihkan diri dari tadi tapi karna takut menganggu pembicara Aditiya dengan Aldi akhirnya ia menunggu selama menunggu ia mendengarkan pecakapan antara dua pria itu. Zahirah mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Aditiya, hatinya menjadi menghangat ternyata pak Aditiya tidak seburuk apa ia kira ternyata laki-laki itu mempunyai hati yang tulus.

__ADS_1


Zahirah tidak akan mengirah kalau perhatian Aditiya. di rumah sakit yang membuat hatinya menghangat akan menghantarkan ia dalam cinta yang begitu besar tapi juga membawanya ditepi jurang.


__ADS_2