
Hari berganti dengan cepat, masalah yang ada di perusahaan Aditiya sudah teratasih ternyata pelakunya adalah pamannya. Aditiya mengakui bahwa ia terlalu baik sama pamannya, ia memberikan kebebasannya untuk pamannya tapi kali ini tidak lagi karna sudah menyangkut nyawa Aditiya tidak bisa lagi tutup mata dan teliga mau tidak mau pamannya harus dimasukkan kepenjara.
Aditiya saat ini masih berada di kota A, hari ini dia akan pulang ingin menemui istri yang sangat ia rindukan. Setiap satu jam sekali Aditiya pasti menelpon istrinya hanya sekedar bertanya bagaimana perasaanmu sayang dan Zahirah dengan senang hati memjawab bahwa ia baik-baik saja tidak merasa kekurangan satupun. Terkadang panggilan Aditiya sebuah vedio atau panggilan biasa sebenarnya Aditiya selalu ingin menelpon istrinya lewat vedio tapi ia tidak bisa, ia takut kalau ia akan terbang pulang sebelum pekerjaan selesai.
Aditiya selalu memantau istrinya lewat cctv yang di pasang setiap sudut ruangan. Istrinya berkata jujur kalau dia baik-baik saja dan makan yang banyak terbukti berat badan istrinya mulai naik walaupun hanya pipinya mengembang sedikit tapi terlihat sangat mengemaskan.
Aditiya tidak tahan menelpon istrinya setelah apa yang dilihat lewat cctv. Zahirah sedang asyik memakan cemilan sambil menonton film kartun, ia mendengar hpnya berbunyi dengan cepat mengambil dan menjawab,
"Mas..." katanya berbinar melihat wajah suaminya
"Sayang... aku rindu... " Aditiya merengek seperti anak kecil
Zahirah tertawa, "Lama-lama aku bosan mendengar kata-kata itu mas." Mengambil keripik yang berada didepan namun serubuk keripik itu terjatuh di paha mulusnya. Aditiya memperhatikan itu semua
"Sayang pelan-pelan makannya, itu pahamu kotor kan"
"Hehehe....aku sudah pelan-pelan keripik saja ingin berjatuhan" membersihkan serbuk di pahanya
"Mas kapan balik, " meregek ia tidak tahan lagi tidak memeluk suaminya
"Secepatnya sayang" Aditiya tidak memberi tahu istrinya bahwa ia akan kembali hari ini, ia ingin memberikan kejutan untuk istrinya.
__ADS_1
"Bagaimana kabar dedek bayi..apakah dia merindukanku"
"Entah" malas menjawab karna suami jika di tanya kapan balik pasti jawaban secepatnya kan menyebalkan
"Sayang jadi anak yang baik oke...."
Zahirah cemberut "Baiklah. "
Panggilan vedio tetap berjalan walau Aditiya sedang berbicara dengan rekan bisnisnya dan zahirah tetap diam ditempatnya dengan menonton dan memakan keripiknya dengan tenang.
Zahirah terbatuk-batuk, Aditiya segera menghalihkan pandangannya kelayar hpnya melihat istrinya dengan khawatir. Zahirah menupuk dadanya pelan muka merah mata berair akibat batuk-batuk, setelah merasa baik ia melihat kelayar hp ternyata suaminya memperhatikannya sekita Zahirah tersenyum cerah dan malu. Aditiya yang merasa khawatir tapi ketika melihat istrinya tersenyum kekhawatirannya langsung hilang.
"Pelan-pelan sayang makan keripiknya, " semua yang ada di depan Aditiya merasa heran sejak kapan sosok Aditiya menjadi sosok yang penuh dengan kasih sayang
"Aku sedang rapat. " jawab santai tanpa berdosa.
Zahirah terkejut apa rapat jadi selama Aditiya tidak mengajaknya bicara karna sedang rapat. Pipi Zahirah terasa panas karna malu.
"Mas...." Zahirah langsung mematikan panggilam vedio secara sepihak.
Aditiya tertawa melihat tingkah laku istrinya. aditiya tersadar kembali memasang wajang dinginnya.
__ADS_1
Setelah rapat selesai Aditiya langsung balik tanpa harus beristrahat dan Aldi selalu berada dibelakangnya.
Aditiya sudah berada dipesawat "Aldi kau sudah menyiapkan liburanku bersama istriku? "
"Sudah tuan, "
"Berapa hari kau atur jadwal liburku"
"Satu minggu tuan. "
Aditiya langsung berbalik kearah Aldi, apa satu minggu itu terlalu cepat baginya.
"Aldi kau yakin hanya satu minggu? " tanya Aditiya memastikan
"Iya tuan, "
"Tidak tambahan lagi, " Aditiya mencoba bernegosiasi dengan Aldi
"Tidak bisa tuan. " jika Aldi menambah cuti tuannya bisa-bisa ia dikawalahan mengurus semuanya dan ditambah lagi. Jika memikirkannya Aldi ingin rasanya melarikan diri.
"Cih...dasar tidak berpriperasaan. "
__ADS_1
Aldi hanya pasrah dengan umpatan tuanmya "yang tidak berpriperasaan saya atau anda" batinya ingin sekali melawan kata-kata tuannya.