
Adik Aditiya bernama Widya Kusuma Wijaya selalu saja membuat semau-maunya, mulai dari menghambur-hamburkan uang menganggu orang dan pergi Klub malam tapi semua itu yang Widya lakukan hanya untuk menghilangkan rasa kesepian dihatinya dan mencari perhatian kakanya dan semua yang dilakukan Widya tidak luput dari pengawasan kakanya dan Aldi.
Tidak ada yang pernah melarang Widya untuk melakukan apa yang dia inginkan asalkan tidak melewati batas. Namun kali ini Aditiya merasa tingkah laku adiknya sudah melewati batas kesabaran Aditiya. Aditiya harus memberi teguran tegas untuk adik satu-satunya itu.
"Aldi kau jemput Widya jika kuliahnya selesai dan jangan paksa dia ikut dengan mu tapi katakan pada widya bahwa saya ingin berbicaranya dirumah besar."
Mendengar rumah besar Aldi merasa sedikit takut pasalnya untuk pertama kali Aditiya menyebut rumah besar semenjak kedua orang tuanya bercerai dan meninggal dan sejak saat itu Aditiya tidak pernah menepati lagi rumah besar. Aditiya memilih tinggal dirumah yang berada dalam satu kompleks dengan jarak cukup jauh dari rumah besar.
"Baik Tuan" kata Aldi
" dan lagi sejak kapan kau mengubah panggilan mu untuk ku dan berapa kali kubilang tidak usah bersikap formal jika berdua denganku bukankah sudah kutakan bahwa aku ini kakamu Aldi Kusuma Wijaya " kata Aditiya sengaja memaksukan nama orangnya.
"Hehehe...maaf kak, habisnya kakak menakutkan" jawab Aldi
"Pergilah jemput Widya " perintah aditiya
" Baik ka" Aldi melangkah keluar dari ruangan tapi sebelum membuka pintu "Ka tidak baik lo kalau kaka terlalu banyak minum itu tidak baik untuk kesehatan kaka dan masa depan kaka" kata Aldi melihat kearah celana aditiya
" Kurang ajar apa kamu bilang, apa kamu mau betul-betul saya kirim ke...." kata Aditiya dengan kesal tapi sebelum melanjutkan bicaranya, Aldi sudah pergi dari ruangannya.
__ADS_1
Di kampus Zahirah dan Ningsih sedang asyik berbincang dengan santai ditempat parkiran, ningsih sedang mengedarkan pandang, mata memicing dengan tajam. Zahirah melihat itu menegur ningsih
"Apa sih yang kau liat " tanya Zahirah heran
"Ah " jawab Ningsih tanpa menoleh "Itu...itu..itu...ada banyak orang " Ningsih sambil menujuk arah kesamping kanannya
Zahirah yang penasaran akhirnya berdiri
"Ehh kok ada perempuan dikeremunin laki-laki dengan berbadan besar" tanya Zahirah
Sebelum Ningsih menjawab pernyataan Zahirah. Zahirah terlebih dahulu berlari kearah di mana seorang perempuan yang sedang bertengkar dengan laki-laki. Zahirah takut kalau perempuan itu dipukuli dengan beberapa laki-laki yang sedang berdiri didepan perempuan itu.
" Nona ini perintah tuan Aditiya nona" kata Aldi dengan penuh kesabaran, kalau berusan dengan nonanya satu ini harus ekstra sabar karna keras kepalanya minta ampun.
"Aku bilang tidak, kalau kau memaksa saya akan berteriak kalau kau ingin menculik saya " kata Widya.
"Silahkan nona saya tidak peduli yang penting nona harus ikut saya pulang" kata Aldi
Aldi tidak peduli dengan teriakkan nonanya dengan cepat merahi tangan nonanya dengan lembut, sebelum membuka pintu mobil seseorang menghalanginya
__ADS_1
"Ada apa dengan wanita ini, kenapa dia menghalangi jalanku." batin Aldi
" Minggir mba " kata Aldi menahan kesal
"Lepaskan dulu wanita itu " kata Zahirah dengan merentangkan kedua tangannya
Kening Aldi berkerut "Astaga kenapa hari ini saya bertemu dengan perempuan yang selalu menghalangi jalanku." batin Aldi tambah kesal
"Lepaskan dulu wanita itu pak kalau tidak..." kata Zahirah terputus karna mulutnya dibungkam dengan sebuah tangan
"Maaf pak teman saya lagi lupa minum obatnya jadi penyakit gilanya kambuh " kata Ningsih dengan cegiran. Zahirah membulatkan matanya kearah Ningsih.
"Silahkan lanjutkan pekerjaan bapak, sekali lagi saya minta maaf pak " katanya menunduk badannya sedikit.
Ningsih menyeret Zahirah menjauh dari keremuan laki-laki itu tadi
" kamu apa-apaan sih Ning aku ingin membantu perempuan itu tadi dan apa itu yang kamu bilang saya lupa minum obat " kata Zahirah kesal dan melotot kearah ningsih
"Bukan bigitu, emangnya kamu tidak kenal laki-laki itu" tanya Ningsih heran.
__ADS_1