HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 46


__ADS_3

Zahirah pulang dengan perasaan yang tak menentu, ia takut akan status sosial suaminya. Zahirah tidak bisa memikirkan apapun untuk saat ini.


Zahirah memasuki rumah "Loh kok mas udah pulang" Zahirah melihat suaminya duduk dikursi, ia berjalan kearah suaminya rupanya Aditiya tertidur


"Capek banget ya" Zahirah merapikan rambut suaminya yang tak lagi rapi.


Zahirah duduk di samping menunggu suaminya sampai terbangun. Sampai Aditiya membuka matanya "Sudah pulang"


zahirah tersenyum "Iya, mas sudah makan "


"Belum" Aditiya memperbaikki duduknya, lehernya terasa sakit kelamaan tidur dikursi.


"Loh kok belum makan" tangan zahirah memijit leher Aditiya.


Aditiya memejamkan mata merasa nyaman dengan pijitan istrinya "Aku tungguin kamu"


"Kalau begitu ayo makan" Zahirah berdiri mengajak Aditiya.


Aditiya menarik tangan zahirah hingga duduk dipangkuannya "Kenapa kau tidak menghubungiku" tangan Aditiya melingkar dipingga Zahirah


"Ehh...aku lupa mas, keasyikkan ngobrol dengan Ningsi."


"Jadi dia tidak memikirkanku selama bertemu dengan temannya sementara aku di sini menahan rindu" batin Aditiya kesal


"Tidak usah berkerut dong mas, kan gantengnya hilang" Zahirah mengusap kerutan dikening Aditiya


"Aku minta maaf ya"


"Baiklah aku maafkan tapi cium aku dulu"


"Mas ihhh...malu tau "


"Kalau kau tidak mau menciumku kita akan begini terus sampai kau menciumku"

__ADS_1


"Jadi kalau sampai pagi aku tidak mencium, kita akan begini sampai pagi "


"Hmmm"


"Cup"


"Lagi"


"Cup..cup..cup....sudah iya mas" muka Zahirah merah menahan malu


"Hahah...sebentar ya kita lanjutkan di kamar" bisik Aditiya "Ayo makan" Aditiya berdiri "Kita harus isi tenagakan" goda Aditiya


"Tau ah..." Zahirah tidak memperdulikan omongan Aditiya ia berjalan cepat, mukanya sudah sangat merah


"Hahah..ehh jangan lari nanti jatuh."


Muka aditiya sudah sangat segar karna sudah mandi tapi tidak dengan Zahirah. Zahirah justru kelelahan. Bagaiamana tidak kekelahan mereka melakukannya di kamar mandi beberapa kali.


Zahirah menganggukan kepalanya "Naaf ya sayang" Aditiya memeluk istrinya "Istrihat ya nanti makan malam aku akan bangunkan"


"Makasih ya mas"


Aditiya mencium kening istrinya dengan sayang. Aditiya sangat bersyukur mendapat sosok wanita yang mengerti dirinya.


"Loh kok tidak tidur" Aditiya keluar sebentar dari kamarnya


zahirah sedang duduk di kasur bersandar "Tidak bisa tidur"


"Kenapa?" tanya Aditiya khawatir jelas-jelas muka istrinya lelah


"Aku lagi memikirkan sesuatu" jujur Zahirah.


"memikirkan apa sih tidak usah banyak pikir cuman satu yang bisa kau pikir"

__ADS_1


"Emang apa yang harus kupikirkan"


"Akulah" kata Aditiya bangga


"Hahaha...memang mas kupikirkan" zmZahirah keceplosan


"Memangnya aku kenapa sampai membuat tidak bisa tidur"


"Tapi mas jangan marah ya"


Aditiya menganggukan kepalanya dan membelai rambut istrinya


"Apa mas akan membuangku kelak"


"Deg" detak jantung Aditiya berdetak dengan cepat, kenapa istrinya berpikir seperti itu dari mana kata itu yang ia dapatkan. Raut muka aditiya menjadi tak terbaca yang awalnya lembut sekarang gelap.


Zahirah melihat itu langsung menundukkan kepalanya "Maafkan aku mas Aditiya" ini pertama kalinya aditiya mendengarkan namanya di sebut


"Aku...aku...aku" Zahirah tidak bisa menlanjutkan apa ucapannya


"Kau kenapa" desak Aditiya, ia ingin tau apa sebenarnya dipikiran istrinya ini "Jawab Zahirah" suara Aditiya mulai meninggi


Nyalinya Zahirah semakin menciut, kepalanya semakin tertunduk dan ia berusaha menahan air matanya


Aditiya menunggu jawaban istrinya tapi Zahirah tak kunjung menjawab. Kesabarannya sudah habis. amAditiya memegang kedua pundak istrinya "Jawab aku, kau kenapa" Aditiya berkata sangat pelan tapi tatapannya sangat tajam.


Zahirah memejamkan matanya, ia tidak ingin melihat mata Aditiya yang tidak ada lagi kelembutan.


"Liat aku dan jawaban pertanyaanku" teriak Aditya


Zahirah memberanikan dirinya melihat Aditiya "Jawab" ketika mata mereka bertemu


"Aku takut kalau mas akan membuangku, aku takut kalau mas akan menceraikanku karna aku tidak ingin ditinggalkan lagi sama orang yang aku sayangi lagi" teriak Zahirah, air matanya sudah jatuh. Zahirah tidak bisa menahan laju air matanya "Aku takut mas" tubuh Zahirah gemetar hebat membayangkan itu "Aku takut mas" suara zahirah sangat kecil dan tak lama zahirah pingsan dipelukan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2