HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 24


__ADS_3

Seorang dokter memasuki ruangan di mana Ningsih dirawat, ia melihat seorang perempuan sedang sedang duduk disamping pasien yang sedang menatap jendela.


"Mungkin ini yang dimaksud pak aditiya perempuan yang ini" batin dokter


"Selamat malam nona," sapa dokter


zahirah berbalik kearah dokter dan tersenyum " malam dok," Zahirah berdiri dan mempersilahkan dokter " silahkan dok "


doketr memeriksa Ningsih sementara Zahirah memperhatikan dokter dengan cemas


"Bagaimana keadaan saudaraku dok? " tanya Zahirah ketika melihat selesai memeriksa Ningsih


dokter tersenyum " semuanya normal nona kita tinggal tunggu saja sampai pasien siuman, "


"abenarkah? " tanya zahirah dan dianggukki oleh dokter


"Ada masih ditanyakan nona " Zahirah menggelengkan kepalanya " kalau begitu saya permisi dan jika terjadi sesuatu atau pasien sedang siuman tolong panggil doktek "


"Baik dok. "

__ADS_1


Setelah dokter keluar, terdengar seseorang masuk lagi, Zahirah tadinya merasa senang karna Ningsih sudah membaik tapi ketika ia melihat siapa masuk. zahirah merasakan takut luar biasa. takut akan hidupnya, takut bagaimana ia akan menjalani hidupnya kedepan setelah menikah dengan Aditiya dan bagaimana nasib akan mempermainkannya lagi.


"Apakah nona sudah siap " tanya aldi yang ingin menjemput Zahirah karna besok hari pernikahan Zahirah dan tuannya


"Bukankah besok acaranya" Zahirah merasa heran karna seharusnya ia menikah dengan Aditiya besok tapi Aldi datang malam-malam datang menjemputnya


"Benar tapi tuan Aditiya sedang ingin memberitahu beberapa hal mengenai status anda, "


"Tapi saya tidak bisa ikut dengan anda karna saudaraku tidak ada yang menjaganya " tolak Zahirah


"saya tau kalau yang sedang terbaring diranjang pasein itu bukan saudara anda dan sayapun tau kalau anda tidak memiliki saudara " telak Aldi menatap mata Zahirah.


"Itu baru separuh yang saya ucapkan, apakah andai ingin lagi apa yang saya tau? " tanya Aldi tepat menatap mata Zahirah yang terliat membeku


"Tidak," jawab Zahirah cepat


"Kalau begitu mari ikut saya nona "


"Tapi bagaimana dengan teman saya " Zahirah lagi tidak menyebut Ningsih sebagai saudaranya melainkan teman tapi sungguh dihati Zahirah sudah menggangap Ningsih sebagai saudaranya

__ADS_1


"Akan ada dokter yang selalu menjaganya" Aldi yang tidak ingin membantah


Zahirah akhirnya mengikuti kemauan Aldi tapi sebelum ia ikut dengan Aldi, Zahirah berjalan menuju kearah Ningsih "Aku pergi dulu nanti aku akan kembali secepatnya, kuharap ketika aku kembali kau sudah terbangu. " pamit Zahirah


Di jalan terdapat banyak kendara yang lalu lalang Zahirah sedang di dalam mobil menatap jendela melihat orang-orang sedang berkendara dengan kesibukannya masing-masing, seperti sekarang Zahirah sedang sibuk memikirkan apa akan Aditiya akan bicarankannya kenapa harus malam ini kenapa bukan saat besok, apakah setelah menjadi istri Aditiya ia akan tidak dianggap hanya saja statusnya yang berubah menjadi nyonya Aditiya.


Tapi bukan masalah baginya karna memang dari dulu Zahirah tidak pernah dianggap oleh keluarga kedua orang tuanya setelah jadian itu, memikirkan itu tubuh Zahirah bergetar dan merasakan keringat dingin. Zahirah menggelengkan kepalanya kuat bebepa kali jika traumanya kambuh maka ia akan mengamuk dan tidak bisa mengontrol emosinya. Zahirah segerah menarik napas dalam-dalam setelah merasa tenang ia mengsandarkan kepalanya dijok kursi penumpang dan menutup mata lelah ia berharap suatu saat ada orang yang menolongnya dan traumanya akan hilang.


Sejak di dalam mobil mata Aldi tak lepas dari pandangan dari Zahirah, ia duduk disamping sopir sedangkan Zahirah duduk dikursi penumpang tepat dibelakang kursi sopir. Aldi melihat tikah zahirah ada yang aneh tapi apa Aldi tidak mengetahuinya. Aldi tidak tak menahu tentang kehidupan pribadi Zahirah yang dia ucapkan waktu di rumah sakit hanya menebaknya saja na itu semua benar, ia hanya hanyak mengertak Zahirah dan ia ingin segera Zahirah mengatakan iya tanpa ada paksaan.


Aldi masih ingat sebelum menjemput Zahirah, ia terlebih dahulu menemui Aditiya dan ketika keluar dari kerja Aditiya. Aldi pusing sebab Aditiya berpesan " Jemput Zahirah karna ada ingin saya bahas malam ini juga "


"Baik tuan"


"Tapi aku ingin dia datang tanpa ada paksaan kesini tapi Zahirah tetap harus menemuiku malam ini juga " ucap Aditiya tanpa harus dibantah.


Aldi yang pasra hanya menganggukkan kepalamya


akhir-akhir ini aldi merasa sesuatu yang tidak beras dengan sikap tuannya terhadap perempuan yang bernama Zahirah.

__ADS_1


__ADS_2