
Zahirah selesai membersihkan dirinya, turun dari tangga sebelum keluar dari rumah kepala pelayanan memanggilnya.
"Nyonya tunggu "
"Eh...iya ada apa pak? " tanya Zahirah heran ia tidak lagi membuat masalahkan lagian ia sudah meminta izin dari suaminya
"Nyonya tuan bilang jika anda ingin pergi kesesuatu ada sopir yang memgantar anda dan sebelum anda pergi anda harus sarapan "pesan Aditiya.
Sebelum Aditiya berangkat, ia memanggil kepala pelayan "Pak Salam" panggil Aditiya diruang tamu
"Iya tuan ada bisa bantu "
"Nanti Zahirah akan kerumah sakit kamu siapkan mobil dan juga sebelum ia keluar kerumah ini pastikan ia sarapan dulu kalau sudah kau laporkan pada aldi"
"Baik tuan. "
Pak salam sudah lama bekerja dirumah besar, awalnya dia seorang tukang kebun dirumah Aditiya. Tapi karna kerajinannya dan kerja kerasnya akhirnya ia diangkat sebagai kepala pelayan oleh ayahnya Aditiya jadi pak salam mengetahui bagaimana tuan mudanya mulai dari kecil hingga sekarang, mulai dari periang hingga bersifat dingin.
"Semoga saja dengan dengan adanya istri tuan muda. Tuan dapat bahagia seperti dulu agar semuanya kembali normal seperti beberapa tahun yang lalu " batin pak Salam
__ADS_1
"Baiklah saya akan sarapan, apakah orang dirumah ini hanya pak salam yang tinggal? " Zahirah memakan makanannya
"Iya nyonya "
"Pak Salam duduklah aku tidak papa kok kalau pak Salam juga ikut makan"
"Tidak nyonya saya sudah kenyang" tolak pak Salam
"Baiklah tapi pak salam duduk ya" kata Zahirah lembut
akhirnya pak Salam duduk " terimah kasih nyonya"
"Oh iya tidak papakan aku tidak pulang kerumah beberapa hari ini"
"Baik nyonya dan hati-hati dijalan " pak Salam membungkukkan badan sementara Zahirah melambaikan tangannya dan tersenyum manis
"Kuharap nyonya bisa mengisi hati tuan muda menjadi lebih lembut dan semoga senyuman itu selalu membuat tuan muda bahagia " batin pak Salam ketika ia melihat Zahirah pergi dari rumah besar.
Zahirah tak mengira akan mendapatkan fasilitas yang ia tidak pernah sama sekali pikirkan dari hidup sebenarnya harapan Zahirah hanya ingin hidup dengan sederhana hanya itu " Ya Tuhan semoga aku tidak pernah menyakiti suamiku " batin Zahirah melihat kearah jalan di dalam mobil Zahirah tidak apakah tahu apakah ia sudah jatuh cintah yang sekarang menjadi suaminya atau hanya ingin membalas budi pada suamniya
__ADS_1
"Nyonya sudah sampai " kata sopir dipercayaankan untuk mengantar Zahirah
"Baik terimah kasih dan anda pulang saja pak saya bermalam kok disini "
"Baik nyonya dan jika ada apa-apa tolong hubungi saya nyonya nomor saya sudah ada dihp nyonya"
"Baiklah pak terima kasih ya sudah mengantarkan saya. "
Zahirah berjalan cepat ia ingin cepat sampai keruangan Ningsih dirawat dan ingin mengetahui bagaimana keadaannya
"krek" suara pintu Zahirah masuk dan melihat Ningsih diperiksa oleh dokter. Zahirah bahagia karna Ningsih sudah bangun dari komanya.
Zahirah berjalan kearah Ningsih mata berkaca-kaca karna terharu, Ningsih melihat Zahirah melambaikan tanganyan ia masih lemah karna baru saja ia siuman.
"Bagaimana keadaannya dok? " tanya Zahirah ketika ia sudah ada disamping Ningsih
"Semuanya normal nona dan kita tunggu saja sampai luka sembuh mungkin kira-kira satu minggu Nona Ningsih bisa pulang" jelas dokter
"Baik dok, terima kasih dok"
__ADS_1
"Sama-sama nona, saya permisih nona "
Zahirah hanya menganggukan kepalanya .