HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 87


__ADS_3

Zahirah Tidur selama perjalanan, ia kekelahan kejadian semalam. Aditiya melihat istrinya sepanjang perjalanan tertidur mulai kesal. Aditiya merasa diabaikan jadi beranjak dari duduknya dan ia berjalan di mana istrinya tertidur terlelap.


Aditiya memperhatikan istrinya, ia baru tau kalau istrinya memiliki bulu mata yang panjang dikecupnya kedua mata itu yang terlelap tidak puas dengan mata istrinya turun kehidung dan ke bibir, ia mengcup bibir istrinya beberapa kali sampai istrinya tergangu. "Hmm...." Aditiya keget melihat istrinya mengeluh tapi ia tidak menghentikan apa yang dikerjakannya.


Aditiya memang berniat membangunkan istrinya karna beberapa saat lagi pesawat akan sampai ketujuan.


Zahirah merasa terganggu, membelangkangi suaminya. Tidak pantang arah Aditiya membalikan tubuh istrinya menghadapnya dan kembali menganggu istrinya yang masih terlelap.


"Mas.... ihhh... jangan ganggu" suara Zahirah serak khas bangun tidur, Aditiya tidak menggeburis omongan istrinya ia masih menlanjutkan pekerjaannya.


Zahirah membuka mata, dengan berat hati dan melihat suaminya yang sedang tersenyum tanpa dosa.


"Sayang kenapa kau bangun" pura tidak tahu apa yang dilakukannya.


Zahirah memutar bola matanya malas, yang benar saja ia masih ingin tidur tapi diganggu olehnya.


"Aku sudah tidak ingin tidur lagi" Zahirah menjauh dari suaminya tiba-tiba moodnya tidak ingin berdekatan dengan suaminya.


"Sayang kenapa kau menjauh, mendekatlah aku ingin memeluk" menarik lengan dengan lembut istrinya agar mendekat dengannya lagi.


"Aku tidak mau mas." Zahirah menghentak tangan suaminya dengan pelan.


Aditiya mendapatkan penolakan dari istrinya, ia menyadari kalau istrinya sedang marah, ini pertama kali istrinya menolaknya.


Aditiya bangkit dari tidur dan berjalan kearah istrinya dan menekuk kakinya di hadapan istrinya yang duduk di samping ranjang, ia mengambil tangan istirnya dan menciumnya.

__ADS_1


Zahirah tidak menyangka apa yang di lakukan suaminya. Ada apa gerangan dengan suaminya.


"Sayang kau marah...maafkan aku telah membangunkanmu. Aku membangunkanmu karna kita akan sampai" Aditiya menatap istrinya yang sedang menatapnya dengan muka heran.


Mendengar penjelasan suaminya sekita moodnya berubah "Benarkah kita akan sampai" Aditiya mengangguk kepalanya dan berdiri kembali duduk disamping istrinya.


Zahirah menyandarkan kepalanya di bahu suaminya, dan Aditiya memeluk istrinya dari samping, tidak ada yang berbicara mereka menikamat kebersamaan ini jarang terjadi.


Walaupun aditiya akhir-akhir ini selalu tinggal di rumah tapi ia tetap bekerja dan hampir mengabiskan waktunya diruang kerja. Terkadang kalau istrinya sudah terlelap ia masih mengejarkan berkas yang harus di baca dan memberikan persetujuannya.


Jadi Aditiya harus menfaatkan waktu selama seminggu bersama istrinya, ia sudah memberi peringatan pada Aldi kalau selama ia berlibur, ia tidak ingin mengerjakan pekerjaan perusahan. Kalau ia masih saja mengejerkan maka Aditiya menambah hari liburnya dan itu bisa membuat Aldi kelimpungan.


Zahirah lama bersandar di bahu suaminya masih belum mendengar tanda-tanda kalau kepesawat akan mendarat ke tempat tujuan.


Melihat suaminya tersenyum oh rupanya ia sedang di goda lagi oleh suaminya "Mas..." zahirah sedikit berteriak, bukan memberi penjelasan Aditiya justri tertawa.


Merasa kesal Zahirah meninggalkan suaminya yang memanggilnya, ia tidak mengubrisnya, ia berjalan kerluar dari kamar yang ada didalam pesawat.


"Ada saya bantu nona? " tanya Pramugari ketika melihat istrinya tuannya keluar


Zahirah mengangguk, "Tolong ambilkan aku air hangat"


"Baik nona tolong tunggu sebentar. "


Setelah pramugari meninggalkannya. Zahirah duduk menyandarkan badannya di kursi dan menutup mata ia tidak tahu kenapa akhir-akhir ini ia mudah lelah padahal ia tidak mengerjakan pekerjaan apapun karna ia sudah di larang suaminya.

__ADS_1


Zahirarh berpikir apakah ini dampak dari traumanya yang akhir ini selalu ia tunjukkan. Zahirah menghela napas panjang.


"Sayang kenapa kau mendesah apa yang kau pikirkan sampai kau menarik napas panjang" Aditiya memberikan istrinya air minum sebelum mendatangi istrinya ia melihat Pramugari membawa segelas air.


Aditiya menanyakan pada pramugari untuk siapa air itu dan Pramugari memberi tahunya kalau air ini untuk istriya. Aditiya mengambil air dari tangan Pramugari dan menyuruh Pramugari itu kembali ketempatnya.


Zahirah meminum air sampai tandas. "Ha... leganya... terima kasih mas "


"Sama-sama sayang... kau ingin makan sesuatu"


Zahirah berpikir "aku ingin makan es krim mas"


"sayang kemarin kau sudah menghabiskan satu cup besar es cream sekarang kau mau lagi" Aditiya heran dengan nafsu makan istrinya


"itu tidak baik sayang setiap hari mengkomsumsi es cream... besok saja makan es creamnya" mengusap kepalah istrinya.


"Baiklah.... " Zahirah menurut apa yang dikatakan suaminya.


Setelah beberapa saat mereka mendengar pemberitahuan kalau pesawat akan lepas landas.


"Mas kita akan sampai" Zahirah kegiraan


"Kau senang? " tanya Aditiya matanya tidak lepas menatap istrinya


"Iya aku senang mas" mencium pipi suaminya sebagai tanda terima kasih dan tersenyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2