
Hari demi hari Ningsih jalani dengan berat. Tak pernah sedikit pun Ningsih merasa bahagia seperti dulu. Ningsih mencoba untuk melupakan perasaannya dengan pekerjaa menumpuk terkadang jika kerjaannya sudah selesai ia akan mengejerkan pekerjaan temannya ini demi tidak memikirkan perasaannya yang semakin tidak bisa menghilang.
Ningsih selalu menolak Zahirah jika ingin bertemu, terkadang Zahirah marah dengan perilaku Ningsih yang selalu mengabaikannya. Tapi Ningsih bisa apa ia tidak bisa sering bertemu dengan Zahirah karna bertemu dengan Zahirah pasti bertemu dengan Aditiya dan paling membuatnya benci perilaku Aditiya terhadapnya yang semakin lembut dan semakin perhatian padanya.
Ningsih tau, kalau tatapan Aditiya terhadapnya dan tatapan Aditiya ke Zahirah sangat jauh berbeda walaupun Aditiya memperhatikannya tapi tatapan Aditiya tidak ada sedikitpun cinta untuknya. Perasaan Ningsih saat ini berada di ambang jurang sedikit saja melangkah ia akan terjatuh, sangat dalam karena itu Ningsih mengingginkan mengakhiri tapi bagaimana caranya mengakhiri ini sementara hanya ia sendiri yang tau perasaannya.
Ningsih sempat berpikir ingin keluar dari pekerjaanya tapi kalau ia berhenti pekerjaannya pasti Zahirah akan bertanya. Ningsih tau betul bagaimana keponya Zahirah. Zahirah tidak akan berhenti bertanya kalau rasa penasarannya hilang dan parahnya lagi hanya pada Ningsih, Zahirah berpirilaku seperti ini.
Seperti saat ini, Ningsih berada rumah Aditiya sudah beberapa kali Zahirah memanggilnya kerumah Aditiya tapi ningsih selalu saja menolaknya dengan berbagai alasan namun kali ini ia tidak bisa menolak karna Aditiya yang langsung memintanya.
Ningsih berada di ruang tamu di mana ada Zahirah, Aditiya dan Aldi. Aditiya yang sedang mengangggu istrinya sedangkan istrinya sedang memperhatikan Ningsih dan Aldi hanya diam melihat leptop entah apa yang, ia liat karna mulai dari tadi Aldi datang pekerjaannya hanya melihat leptop.
"Mas" merasa geli karna suaminya selalu saja mencium leher belakangnya
"Hmmm" masih saja melakukan apa yang diingginkannya
"Berhenti ihh." menjauhkan badannya "Ningsih maaf yah mas Aditiya sedang jahil"
memdekat ke Ningsih. Ningsih hanya tersenyum menanggapinya "Mau kemana kau"
"Mau keatas mas"
"Tidak boleh"
__ADS_1
"Ehh kok tidak bisa" mendekat lagi kesuaminya
"Karna pekerjaanku belum selesai"
"Pekerjaannya dia bilang... astaga benar-benar orang ini yah" kesal di dalam hati
"Muah..muah...muah" tersenyum sangat manis
"Boleh yah ke atas.. di balkon.. boleh yah masku "
Aditiya pasrah "Baiklah"
"Yes.. Ningsih ayo.." menarik tangan Ningsih
Ningsih mengikuti langkah Zahirah yang begitu ringan sedangkan dirinya melangkah sangat berat di rumah ini.
"kau tidak suka, iya.. datang kesini"
"Ehh tidak kok"
"Terus kenapa kau seperti tidak bahagia" mendekat ke Ningsih menggengam kedua tangan ningsih
"Aku buat salah yah " sedih "aku minta maaf yah "
__ADS_1
"Loh kok kemana-mana sih arah bicaranya, aku baik-baik saja Ra... cuman kecapean saja"
Tiba-tiba Zahirah ingin kewc "ning aku wc dulu yah.."
"Iya... aku ke bawa juga yah mau ambil tas yang ketinggalan tadi "
Ningsih turun kebawa tapi sebulum sampai keruangan tamu d imana tasnya berada. Ningsih mendengarkan percapakan Aditiya dan Aldi
"Tuan"
"Hmmm"
"Tuan kenapa anda begitu baik sama Ningsih anda tidak pernah melakukan seperti ini kepada perempuan selain adik anda dan istri anda" Aditiya diam belum ingin menanggapi omongan Aldi
"apakah tuan menyukai Ningsih"
"Aldi jaga bicaramu... dari mana kau mendapatkan kosa kata seperti itu hah."
Marah bisa-bisanya Aldi pikirannya kearah situ ia
sendiripun tidak pernah sedikitpun kearah kesitu.
"Maafkan saya tuan tapi apa yang anda lakukan sama Ningsih itu terlalu berlebihan"
__ADS_1
Aditiya mendesah "Kau tau kan, yang kulakukan itu semuanya untuk kebahagian Zahirah" diam sejak "Dan aku sudah, menganggap Ningsih sebagai seperti adik kandungku, Aku menyayanginya karna Zahirah dan dia seperti adikku Widya" tegas tidak ingin dibantah.
Aldi hanya terdiam tapi yang Aldi lihat dari Ningsih itu jauh berbeda. Ada sesuatu yang Aldi belum bisa meyimpulkannya. Aldi takut akan menyakiti nona Zahirah jika dugaannya benar.