HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 48


__ADS_3

Aditiya sebenarnya tidak tidur, ia mendengarkan semua yang diucapkam istrinya. Aditya sedih dan bahagia mendengarkan ungkapan cinta istrinya.


Aditya merenggangkan pelukan istrinya yang sudah tertidur nyenyak, suhu badannya mulai menurun. Aditiya melihat istrinya, merapikan rambutnya yang menutupi wajahnya "kau telah mendapatkan cintaku sayang" dicuimnya keningnya "cintamu terbalas, aku mencintaimu zahirah istriku sayang" Aditiya mencium bibirnya "Selamat tidur" Aditiya kembali memeluk istrnya.


Aditiya sangat bahagia. Ia akan memberikan kejutan pada saat acara ulang tahun perusahaan. ini pertama kalinya Aditiya mengadakan acara ulang tahun perusahaan selama ia menjabat sebagai presiden Kusuma Wijaya. Ini akan menjadi kado terindah untuk istrinya dan almarhum ayahnya.


"Ayah aku telah mendapat sosok perempuan yang membuat diriku melupakan segalanya, duniaku hanya dirinya. Apakah ayah juga merasakannya betapa bahagianya aku saat ini" batin Aditiya.


Pagi yang sangat cerah secerah hati Aditiya jika dulu tidak bersemangat menyabut pagi sekarang berbeda hatinya seperti disiram air dingin.


Aditiya memeriksa suhu tubuh istrinya, syukurlah zahirah tidak lagi deman.


"Ra bangun ini sudah siang" bisik ditelinga Zahirah


"Sebentar lagi ya mas"guman Zahirah ia masih ingin tidur didalam pelukan suaminya


"kamu melarang mas kekantor, nanti bosku marah loh"


kesal Zahirah, suaminya ini masih saja selalu menjahilinya "Biarin"


"Kalau mas dipecat bagaimana" Aditiya pura-puea sedih


"Aku akan menikahi bosmu" Zahirah tersenyum di dalam pelukan Aditiya


"Apa kamu bilang tadi" Aditiya menjauhkan Zahirah dari pelukannya agar bisa melihat wajah istrinya yang pagi-pagi membuat kesal.

__ADS_1


"aku akan menikah bosmu jika kau dipecat" zahirah kembali masuk kedalam pelukkan aditiya "Kau yang kumaksud bosnya mas. kau kan pemilik perusahaan Kusuma Wijaya tempat nNngsih bekerja" Zahirah memgadahkan kepalanya keatas "Sampai kapan mas mau berbohong dan sok jadi pahlawan"


Aditiya tertawa ternyata istrinya sudah mengetahuinya "Akukan tidak berbohong kau yang tidak bertanya"


" Iya juga sih aku tidak bertanya" batin Zahirah


"Ihhh...pokoknya mas salah"


"Haha...baiklah aku salah, maafkan aku ya sayang"


"Dimaafkan, jadi biarkan aku tidur ya mas"


" Tidak bisa ada yang harus kita kunjungi hari ini "


Zahirah bangun dan duduk "kita mau kemana" zahirah mengingat rambutnya asal.


"Masih capek ya" Aditiya bertanya dulu jangan sampai istrinya sakit lagi gara-gara dia


Zahirah mengerti maksud suami "Iya, nanti ya aku lagi tidak capek lagi" Zahirah mengusap tangan suaminya yang ada diperutnya.


"Tapi kayaknya hari ini akan lebih capek karna perjalanan kita jauh" batin Adtiya selalu saja ada cobaan di pagi hari, "Menyebalkan."


Setelah membersihkan diri Zahirah duduk di kasur menunggu suaminya. Zahirah yang lama menunggu tidur di kasur dengan kaki terjuntai kebawa dan badannya tidur dikasur, mukanya ditutup rambutnya.


Aditiya masuk setelah berbicara dengan Aldi tentang perjalanan hari ini.

__ADS_1


Aditiya melihat istrinya "Imutnya" Aditiya menghampiri Zahirah dan merapikan rambutnya "Ra bangun sarapan" Aditiya menjewel hidung Zahirah


Zahirah merasa terganggu, "Hmm masih ngantuk"


"Bangun tukang tidur. "


Zahirah menguap. Aditiya menutupi mulutnya "Hehehe...kenapa akhir-akhir ini selalu ingin tidur ya mas" Zahirah memcium bibir suaminya


"adan kenapa kau tiba-tiba menciumku juga?" tanya Aditiya yang kaget dapat serangan tiba-tiba


"Karna ingin saja mas keliatan lucu di bawa disitu" Zahira tersenyum.


Posisi Zahirah sedang duduk di kasur sedangakan Aditiya sedang menekuk kakinya dan lututnya jadi sebagai penyangga


"Lucunya di mana sih" Aditiya menyelipkan rambut istrinya


"Kita seperti pelayanan dan nyonya" Zahirah tertawa keras


Aditiya pertama kalinya melihat tawa istrinya yang lepas "Senang begitu ya kalau begitu apa yang bisa bantu nyonya"


"Hahah....sudah ahh mas perutku sakit"


"Haha..baiklah" Aditiya berdiri dan duduk disamping Zahirah


"Loh katanya mau pergi"

__ADS_1


"Masih capek" Aditiya bertanya frustasi


"Haha..." Zahirah hanya tertawa tapi mencium suaminya bertandakan ia sudah baik-baik saja.


__ADS_2