HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 23


__ADS_3

Zahirah sudah berada didalam kamar VVIP dimana Ningsih sedang rawat. Zahirah tidak mengirah bahwa Ningsih akan mendapatkan perawatan yang luar biasa mulai dari dokter yang menanggani sampai dengan kamar ini semuanya lengkap.


Zahirah memperhatikan isi kamar ini dan memikirkan bagaimana cara ia harus membayar semua ini, apakah hanya dengan menjadi istri Aditiya semuanya akan baik-baik saja atau Aditiya mengingginkan sesuatu darinya tapi kalau Aditiya mengingginkan sesuatu darinya bukankah Aditiya memiliki segalanya walaupun sebenarnya. Zahirarh tidak tau seberapa berkuasanya Aditiya di dalam bidang pengusaha yang Zahirah tau Aditiya adalah orang yang memiliki banyak uang.


Zahirah terus memikirkan apa yang sebenarnya Aditiya inginkan darinya sebagai istri bukankah ia perempuan yang biasa-biasa saja jauh dari kata cantik. Lama berpikir dan tidak mendapat jawaban dari apa yang ia pikirkan akhirnya Zahirah mengalah ia hanya bisa mengikuti arus takdirnya.


Zahirah menarik napas panjang sebagai bentuk ia lelah dengan keadaannya. Zahirah memperhatikan Ningsih yang sedang terbaring lemah kepalanya diperban dan ada beberapa alat dipasang ditubuhnya. Zahirah merasa sangat bersalah karna dirinyalah Ningsih terbaring lemah


Zahirah mengambil tangan Ningsih yang tidak diinfus mengengamnya erat "Maafkan saya Ning saya sangat menyesal, kumohon bangunlah, kalau kau terus begini saya tidak bisa merasa tenang jadi kumohon bangunlah" lagi-lagi air mata Zahirah jatuh


Zahirah membaringkan kepalanya dipingir kasur masih tetap mengenggam erat tangan, Ningsih air mata tetap mengalir sampai akhirnya Zahirah tertidur dalam keadaan duduk.

__ADS_1


Aditiya masuk diruangan di mana Ningsih dirawat tanpa bersuara sedikitpun ia melihat Ningsih terbaring lemah dan melihat Zahirah tertidur. Aditiya melangkah kearah Zahirah ingin melihat Zahirah apakah Zahirah nyaman dengan posisi tidur dalam keadaan duduk. Aditiya tidak tega melihatnya akhirnya mengendong Zahirah ketempat tidur yang sudah disediakan khusus untuk keluarga pasien, ia membaringkan Zahirah sangat pelan takut kalau Zahirah akan terganggu.


Setelah membaringkan Zahirah, Aditiya tetap berdiri disamping ranjang ia memperhatikan wajah Zahirah yang tampak lelah dan tak lupa ada beberapa air mata dipipi Zahirah. Aditiya ingin menghapus air mata itu tapi diurungkan, ia tidak tau ada apa dengan dirinya kenapa ia begitu sedih melihat kondisi perempuan yang sedang tertidur dihadapannya, ia ingin menghapus segala masalah yang dihadapi Zahirah dan ia ingin selalu ada untuk Zahirah.


Aditiya tidak tau apakah ia betul-betul kasihan sama Zahirah atau ia sudah jatuh cinta dengan perempuan yang bertubuh mugil ini. Aditiya menghela napas panjang jika memikirkan semua ini kepalanya terasa sangat berat setelah lama memperhatikan Zahirah tertidur akhirnya memutuskan meninggalkan ruangan ini.


Aditiya membuka pintu dan menutupnya pelan tanpa menimbulkan suara ketika ingin pergi dari tempatnya seorang dokter menyapanya


"Siang pak " sapa dokter


"Saya mau mengecek pasien yang ada didalam pak" jawab dokter

__ADS_1


"30 menit lagi kau bisa masuk biar orang yang ada didalam ruangan itu istirahat! " perintah Aditiya


"Tapi pak," sebelum ingin melanjutkan bicara dokter itu mendapatkan tatapan yang menggerikan "Baik pak saya akan mengecek 30 menit lagi " jawab dokter takut


sebenarnya dokter yang menanggani Ningsih bisa mengecek keadaan ningsi ketika Ningsih sudah sadar tapi ia mendapat perintah dari Aldi untuk mengecek setiap 1 jam sekali.


"Kamu dokter yang bertanggung jawab pasien di dalam? " tanya aditiya


"Iya pak," jawab dokter


"kalau begitu jika terjadi sesuatu hubungi Aldi dan saya harap semuanya baik-baik saja! " perintah aditiya dingin

__ADS_1


"Baik pak" kata dokter


Aditiya sudah berlalu tapi dokter yang menanggani Ningsih masih berada didepan ruangan memikirkan perkataan Aditiya "Siapa perempuan di dalam sampai-sampai pak Aditiya sendiri yang turun tangan memerintahkan untuk menjaga wanita yang sedang sakit itu. " batin dokter


__ADS_2