HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 49


__ADS_3

Mereka berbaring di tempat tidur dengan berpelukan. Zahirah tampak kelelahan tapi wajahnya masih memerah sedangkan aditiya tampak begitu segar walau keringat masih ada dibadannya.


"Ini sudah siang loh mas" Zahirah melirik jam ternyata sudah jam sepuluh lewat "katanya mas mau pergi kesuatu tempat"


"Hmmm"


"Mas aku tidur lagi ya."


Aditiya yang awal matanya tadi tertutup langsung terbuka. "Tidak boleh, kalau kau tidur bisa-bisa kita tidak jadi pergi."


Bisa-bisaAldi marah kalau rencana ini gagal karna Aditiya tidak masuk kerja hari ini sehingga banyak rapat dibatalkan dan beberapa kunjungan juga dibatalkan.


"Tapi mas ngantuk" Zahirah berbicara mata tertutup


Aditiya bangun dan mengendong Zahirah "mas" teriak kaget Zahirah, "Kita mau kemana?" tanya zahirah cemas


"Mandi"


"ehh..ehh...ehh...turunkan aku mas aja duluan," Zahirah membenrontak di dalam gendongan Aditiya. Kalau ia mandi bersama tidak ada akan ada selesai


"Tukang tidur dan otak mesum" mencium istrinya "Memang apa yang kau pikirkan "


muka Zahirah merah karena malu "Tau ah" Zahirah cemberut


"Hahaha...."


"mMs aku tungguin kamu dibawah ya" Zahirah selesai bersiap-siap


"Iya, jangan tidur ya "


"Mas ihh...makanya jangan lama "

__ADS_1


"Iya" Aditiya sedang berbicara dengan Aldi.


Aditiya turun melihat istrinya sedang menelpon dengan tersenyum "Siapa yang Zahirah temani telponan dengan tersenyum begitu" tanya Aditiya ke Aldi


"mana saya tau tuan" Aldi mengangkat kedua bahunya


"Kenapa kau tidak tau?" tanya Aditiya lagi kesal.


"Kok tuan jadi marah aku kan bukan paranormal yang tau segala hal, memang beda kalau orang sudah jatuh cinta" batin Aditiya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"karna memang saya tidak tau tuan" jawab Aldi pasrah


"Selalu saja begitu" Aditiya meninggalkan aldi


Aditiya mennghampiri Zahirah "Ra ayo"


Di dalam mobil Aditiya hanya diam. Zahirah tak tau kenapa suaminya itu diam seribu bahasa biasanya suaminya ini selalu menjahilinya. Zahirah tidak mau membuat Aditiya bertambah kesal akhirnya ia bersandar dikaca jendela mobil sampai ia tertidur.


Aditiya mendesah, mengambil kepala istrinya dan meletakkannya dipahanya sebagi bantalan. Setelah melihat istri merasa nyaman apalagi saat ini istrinya sedang memuluknya sekita kesalnya jadi hilang.


Aldi sedang yang serius menggendarai sesekali melirik tuannya "Ah hanya sampai disitu marah anda tuan" batin Aldi tersenyum ketika melihat aditya mencium istrinya dan tersenyum.


Aditiya membelai rambut istrinya agar tidurnya bertambah, nyenyak ia tau kalau istrinya sedang lelah tapi ia tidak tau kalau istrinya itu tukang tidur, Aditiya tetsenyum.


"Aldi"


"Iya tuan"


"Bagaimana persiapan acara ulang tahun perusahaan "


"Sedang dalam persiapan"

__ADS_1


Aditiya mengangguk, "kau taukan acara ini penting bagiku"


"Iya tuan."


"Saya tidak mau ada kesalahan sedikitpun "


"Baik tuan."


"Apakah masih jauh"


"Iya tuan"


"Aldi"


"Iya tuan"


"Kau tau kenapa orang sering tertidur"


"Mungkin karna kekelahan" Aldi masih saja meladeni Aditiya berbicara, yang arah bicaranya selalu berpindah-berpindah


"Aku juga tau itu" tendang Aditiya kursi depan.


Zahirah merasa terganggu berguman "Hmm" aditiya merasakan istrinya bergerak segera mengusap kepala istrinya dan menciumnya.


"Aku malas berbicara denganmu lagi" Aditiya menyandarkan kepalanya dikursi mobil "bangunkan aku jika sudah sampai"


"Baik tuan"


Aldi melirik tuannya ingin memastikan kalau tuannya tertidur. Aldi mendesah lega akhirnya ia bisa menyetir dengan santai tanpa harus menjawab pertanyaan tuannya yang tidak masuk akal baginya.


"Aldi maklumilah orang yang jatuh cinta itu biasanya kehilangan sedikit kewarasannya, jadi megertilah keadaan tuanmu yang sedang megenal cinta. Jadi kau harus tetap waras untuk menghadapi tingkah laku tuanmu yang terkadang tidak masuk akal." Aldi memberitahu dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2