
Fitriani baru satu bulan menjadi seketaris Aditiya, dia menganti seketaris terlebih dahulu karna tidak tahan dengan sifat otoriter Aditiya Kusuma Wijaya.
"Aduh kenapa lagi mood pak bos, perasaan waktu rapat semuanya berjalan dengan bagus. Siapa yang merubah moodnya, habislah saya harus kerja lembur sampai pagi " batin Fitriani.
Fitriani mengikuti jalan Aditiya yang terlihat tergesa-gesa, Fitriani dengan hak tingginya yang susah payah melangkah berhenti secara mendadak, dia melihat bosnya sedang memandang sesuatu dengan alis berkerut. Fitriani mengikuti arah pandang bosnya dengan muka heran
"Kenapa bosnya itu melihat duq wanita itu dengan tatapan yang dingin, perasaan tidak ada yang aneh dengan kedua wanita karna dua-duanya terlihat cantik apalagi salah satu dari wanita yang terlihat begitu cantik dengan bola mata hitam yang besar, bulu mata lentik dan panjang tapi dia terlihat kecil karna tinggi badannya dibawah rata-rata tapi dengan begitu dia terlihat begitu imut". Batin fitriani dengan muka herannya
Aditiya yang memanggil seketarisnya namun tidak ada jawabannya
"Fitriani kamu mendengarkan saya " tanya Aditiya dengan suara sedikit tinggi
" Ah...iya pak..ada apa "jawab fitriani dengan sedikit kaget
"Apa yang kamu perhatikan, kenapa kamu tidak mendengarkan saya " tanya Aditiya dengan marah
__ADS_1
"Maaf pak " jawab Fitriani dengan menundukkan kepalanya
"Baiklah, untuk kali ini saya maafkan tapi lain tidak lagi. Kembali kekantor " kata Aditiya dengan tegas
"Baik pak dan terima kasih pak" jawab Fitriani mengikuti Aditiya dari belakang. "Aduh...cobaan apa lagi ini, kenapa saya harus memiliki bos yang semau-maunya. Untung dia enak dipandang jadi kalau dia marah jadi hati tuh tidak terlalu sakit" gerutu Fitriani dalam hati.
Sesampainya diperusahaan tidak ada yang berani menyapa aditiya padahal hari-hari sebelumnya semua kariyawan menyapa bosnya dengan ramah. Dengan melihat raut wajah pak Aditiya saja kariyawan sudah jelas bahwa moodnya lagi tidak baik.
Para pengawai yang kerja di perusahaan aditiya pasti akan bekerja lembur. Semua yang bekerja di kantor Aditiya harus mengikuiti peraturannya yang bisa berubah-ubah setiap saat apalagi kalau mood bosnya lagi tidak baik. Namun dari semua kerja keras yang di lakukan kariyawan Aditiya semuanya mendapatkan bayaran yang sesuai dengan apa yang di kerja jadi tidak ada yang sia-sia.
Aditiya berjalan dengan aura yang dingin, sebelum membuka pintu ruanganya
"Baik pak saya megerti" jawab Fitriani dengn tegas
Didalam ruangan Aditiya sedang melempar barang-barang, moodnya betul-betul tidak baik hari ini. Menarik napas panjang untuk menenangkan emosinya.
__ADS_1
"Aku kenapa sejak tadi emosi terus semenjak bertemu dengan kedua wanita itu dan apa itu tadi di tempat parkir kedua wanita itu tertawa terbahak-bahak tanpa memperdulikan orang yang melihatnya" kata Aditiya menuju ruangan khusus untuk beristirahat ketika dia sedang merasa lelah.
Aditiya sedang duduk didepan meja bar, dia mengambil wine dan menuangkan digelas kecil, meminumnya sekali teguk begitu terus sampai satu isi botol tak tersisa.
"Kenapa moodku tiba-tiba berubah cuma karna ketemu dengan dua perempuan dan apa itu tadi ditempat parkir kenapa keduanya tidak tahu malu tertawa tanpa memikirkan orang yang menatapnya dengan heran " Aditiya mengelengkan kepalanya.
Aditiya mengambil lagi beberapa botol minuman dan menaruhnya didepannya dan kini dia tidak lagi menaruh wine di gelas namun Aditiya lansung meminum dari botolnya
" Kenapa ketika aku melihat mata salah satu dari wanita yang aku temui hatiku merasa kasihan seakan-akan dia menyimpan luka begitu dalam dan kenapa aku ingin menghilangkan luka itu " Aditiya menghela napasnya panjang.
Sebenarnya yang mengubah mood Aditiya adalah ketika dia melihat mata perempuan yang menabraknya pada waktu masih berada dikampus dan seolah-olah mata itu mengatakan tolong aku.
Diluar ruangan seketaris aditiya sedang duduk dikejutkan dengan barang-barang terjatuh diruangan bosnya.
"Astaga" Fitriani memegang dadanya "pak bos kenapa lagi, habislah kita semua pasti akan lembur. Hah...siapa yang sudah mengubah mood pak bos" seketaris Aditiya menghela napasnya lagi.
__ADS_1
Fitriani sedang ingin pulang cepat bertemu dengan suami tercintanya tapi apalah daya dia tidak bisa menolak keputusan bosnya, keputusan bosnya adalah hal mutlak untuk dilaksanakan.
Jadi seketaris Aditiya persyaratan paling utama adalah dia harus sudah menikah, aditiya tidak ingin mendengar bahwa dia dengan seketarisnya sedang menjalin hubungan khusus walaupun sebenarnya gosip tentang perempuan tidak bisa lepas dari aditiya. walaupun aditiya tidak pernah sama sekali menjalin hubungan khusus dengan perempuan semenjak orang tuanya meninggal.