HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 60


__ADS_3

"Sakit yah" melihat bibir istrinya lecek sedikit akibat ulahnya


"Tidak kok"


"maaf yah sayang" memeluk istrinya dengan sangat menyesal padahal ia tidak ingin lagi menyakiti istrinya.


"Kok kemana-mana sih ini arah bicarahnya" batin Zahirah


"Tidak apa-apa mas" menenangkan suaminya dengan menepuk punggung suaminya


"Makanya jangan membuat aku kesal"


"Iya..iya tidak lagi" pikiran Zahirah jawab sajalah dulu untuk menenangkan suaminya "Jadi tidak dijawab pertanyaan mas"


Aditiya melepaskan pelukannya "jadi sekarang jawab"


"Aku akan jawab tapi turun aku dulu mas" tidak nyaman dengan posisi seperti ini nanti Aldi masuk dan melihat tingkahnya ini memalukan cukup sudah waktu dimobil.


"Kau memang mau kemana" kesalkan lagi


"Mau duduk di samping mas"


"Emang duduk dipangkuanku tidak nyaman yah" sedikit lagi membuatnya marah.

__ADS_1


Zahirah menyadari kalau sedikit lagi akan ada yang marah dan kalau marah akan gawat bisa-bisa ia tidak bisa tidur sampai pagi "Ehh...nyaman kok masku sayang" tersenyum "Muah" untuk meredakan amarah akan mulai berkobar


Aditiya tertawa "Nyaman yah" dianggukki oleh Zahirah "Kalau begitu kita begini saja yah sampai kita mau tidur."


"Apa-apaan ini, emang kau tidak capek" batin Zahirah


"Kalau begitu tidak usah aku jawab pertanyaan mas" kesal karna arah pembicaraannya tidak akan selesai


"Kenapa?" tanya tanpa berdosa


"Aku jadi malas " mengikuti cara jawab suaminya


"Kau sudah berani yah " tangan Aditiya masuk kedalam baju Zahirah, sebagai tanda peringatan


Zahirah merasakan sesuatu menyentuh perut tidak lama lagi naik keatas. "Iya iya aku jawab" mengambil tangan suaminya memgeluarkannya


"Ehhh....siapa yang coba mengalihkan pembicaraan tapi tunggu dulu kenapa lagi tangan itu masuk sih." batin Zahirah


Zahirah membiarkan suaminya. Zahirah bersandar di dada suaminya dan memeluknya ia butuh kekuatan "Ningsih bagiku" tarik napas panjang.


Aditiya menyadari perubahan emosi istrinya berhenti dari pekerjaan berharganya, "Hei sayang kau tidak apa-apa" menarik tubuh istrinya ingin melihat wajah istrinya tapi Zahirah menahan tubuhnya ia tetap ingin memeluk suaminya. "Kalau kau tidak ingin menjawab pertanyaan mas tidak apa-apa. Mas tidak apa-apa sayang, mas cuman penasaran" dipeluknya istrinya.


Zahirah ingin memberi tahu, supaya kelak terjadi sesuatu dengan Ningsih suaminya bisa mengerti seberapa penting Ningsih baginya. "Tidak kok mas, aku mau memberitahumu"

__ADS_1


"Baiklah saya akan mendengarnya "


"Ningsih bagiku. Sosok yang selalu ada untukku tak pernah sedikitpun dia menyakitiku, dia bagaikan sosok kakakku walau terkadang tingkah lakunya seperti anak kecil. Dia mengetahui semua tentang diriku dan baru kali ini aku berhohong kepadanya" Zahirah tak kuasa menahan air matanya yang ia tahan karna sudah membohongi Ningsih.


Aditiya menyadari istrinya menangis, hanya bisa memberikan kehangatan dalam pelukan memberi tahu kalau istrinya tidak sendiri ada dirinya sekarang apapun ia lakukan untuk membahagia istrinya. "Tenanglah sayang semuanya akan baik-baik saja. Kau kan sudah punya mas jadi jangan merasa sendiri lagi yah "


Zahirah menganggukan kepalanya di dalam pelukan suaminya "Mas ningsih adalah sosok yang selalu membuatku kuat jika aku tertimpa masalah, dia salalu menyemagatiku jika aku sudah lelah terhadap masalah yang kuhadapi dan paling penting Ningsih tidak pernah mengeluh dia selalu ada buat diriku. Aku tidak pernah membuatnya bahagia mas malahan aku selalu membuatnya susah makanya aku takut kalau Ningsih marah padaku. Jika aku kehilangan dia aku tidak tau harus berbuat apa mas." Badan Zahirah gemetar ketakutan membayangankannya ia tidak kuat menahan rasa sakit itu.


"Hei ra...tenanglah...bukankah Ningsih sudah memberimu kabar itu bertanda kalau ia tidak marah lagi kan " mengingatkan istrinya kalau semuanya baik-baik saja


"Iya mas" mengangkat kepalanya dan mencium leher suaminya "Terima kasih" kembali memeluk suaminya.


"Apa yang dilakukan istriku tidak taukah aku sekarang sedang menahan sesuatu " batin Aditiya.


"Jadi ningsih sangat berarti bagiku mas dan aku sangat menyayanginya mas" semuanya sudah Zahirah ceritakan bagaimana sosok Ningsih dihatinya.


"Jadi kau tidak menyayangiku jadi aku juga tidak berharga dihatimu..ahhh...betapa beruntung Ningsih." Muka Adtiya di buat sedih seperti anak kecil


"Ehh...loh kok ngomong gitu sih" mengangkat kepalanya dan menghadap kesuaminya


"Iyalah aku tidak pernah mendengarkan perasaanmu kepadaku"


"Haha...segitu maunya yah kau ingin mendengarkannya" Aditiya menganggukan kepalanya beberapa kali "Lucunya" Zahirah mendekatkan mukanya ketelinga Aditiya dan berbisik "Aku sangat mencintaimu mas Adtiya kusayang."

__ADS_1


Adtiya menarik kepalanya istrinya dengan lembut dan mencium, lama berciuman "aku juga memcintaimu istriku sayang" kembali berciuman.


Maka terjadilah dua insan yang saling mencintai memadu kasih salung menyalurkan rasa kasih sayangnya masing-masing.


__ADS_2